Boikot Produk Amerika (yang membiayai invasi Israel ke Palestina)!!
8 Januari 2009 at 9:50 am | In Hikmah | No Comments
McDonald’s, KFC, A&W, dan produk lainnya masih tenang mengeruk uang rakyat Indonesia. Bagaimana di negara lain?
Para ulama Hamas, Al Ikhwanul Muslimin dan berbagai organisasi perjuangan Muslimin di Timur Tengah telah menyerukan boikot terhadap produk-produk yang mendukung negara Zionis Israel. Syeikh Yusuf Qardhawi telah mengeluarkan fatwa yang sangat rinci mengenai seruan ini.
Qardhawi mengatakan, haram hukumnya ummat Islam membeli produk dan barang dagangan Yahudi dan Amerika, dan menganggapnya itu sebagai salah satu dosa besar. Dia menambahkan, bahwa jihad sekarang ini hukum fardhu `ain (wajib) karena Yahudi menghalalkan segala apa yang diharamkan dan tidak mengindahkan norma-norma moral dan nilai-nilai kemanusiaan serta hukuman internasional.
Produk-produk Amerika perlu diboikot, karena negara ini ikut membiayai negara Israel, berupa bantuan keuangan tiap tahun. Bahkan sebagian anggota Kongres Amerika kini sedang berusaha agar Presiden George W Bush menaikkan bantuan kepada Israel. Program bantuan luar negeri tahun 2002 yang telah disetujui Presiden Bush adalah US$ 2,04 miliar untuk bantuan militer dan US$ 730 juta bantuan keuangan, adalah hampir 20% dari total bantuan luar negeri Amerika ke seluruh dunia.
Bentuk gerakan boikot yang paling sederhana adalah dengan tidak membeli produk-produk buatan Amerika dan Israel, atau produk dari negara manapun yang berhubungan baik dengan Israel. Hubungan itu bisa berbentuk kerja sama dagang, investasi, maupun pengembangan produk. Setiap Muslim bisa menahan diri untuk tidak membeli kebutuhan sehari-hari berupa makanan, minuman, atau pakaian yang bertanda “made in Israel” atau “made in USA” atau merek-merek yang memang dikenal berasal dari jaringan kedua negara itu.
Misalnya, boikot terhadap perusahaan retail multinasional Marks & Spencer, asal Inggris, segera terjadi begitu perusahaan itu diketahui melakukan perdagangan dalam jumlah yang sangat besar dengan Israel. M&S juga secara sengaja mempromosikan perdagangan antara Inggris dan Israel. Bahkan di markasnya di London, secara terang-terangan M&S mengumumkan bahwa sebagian besar keuntungan yang didapat dari ribuan outletnya di seluruh dunia pada hari Sabtu Minggu, akan disumbangkan bagi Israel.
Philip Morris, pabrik rokok terbesar di Amerika juga melakukan hal yang sama. CIA, Badan Intelejen Pusat Amerika Serikat berhasil mengungkap bahwa Philip Morris menyumbangkan 12% dari keuntungan bersihnya ke Israel. Jumlah perokok di seluruh dunia mencapai angka 1,15 milyar orang, 400 juta diantaranya adalah perokok Muslim, berarti 35% dari jumlah perokok dunia. Laba yang diraih oleh produsen rokok bermerek Marlboro, Merit, Benson, L&M itu setiap bungkusnya mencapai 10%.
Amerika menjadi sasaran boikot, juga karena negara itu secara `istiqamah’ menjalankan kebijakan membantu Israel mati-matian. Baik dari segi keuangan, militer, politik dan lain-lain. Boikot ini bisa dilakukan dengan tidak membeli produk-produk dari restoran fast-food Amerika yang memang terkenal di seluruh dunia. Misalnya McDonald’s, Kentucky Fried Chicken, A&W dan lain-lain. Tingkat efektivitas boikot seperti ini baru akan terasa bila dilakuan selama beberapa tahun, dan tersedia cukup alternatif agar orang tak mudah tergoda untuk membeli produk-produk Amerika itu.
Ada beberapa keberhasilan yang dicatat. Supermarket Sainsbury’s asal Inggris terpaksa menutup semua outletnya di Mesir, sesudah beberapa bulan diboikot, meskipun perusahaan itu membantah bahwa mereka didukung negara Zionis.
Maskapai penerbangan American Airlines yang hendak mengambil alih TWA (Trans World America) disarankan untuk menutup jalur penerbangannya ke Tel Aviv, meskipun jalur itu termasuk jalur yang laris. Lobi Zionis meyakini hal itu disebabkan meluasnya gerakan boikot terhadap semua perusahaan Amerika yang berhubungan dengan Israel.
Jubilee Awards
Menurut situs internet Virtual Israel pada 14 Oktober 1998, Perdana Menteri Benyamin Netanyahu menganugerahkan penghargaan tertinggi dari “Negara Israel” kepada sekelompok tokoh bisnis internasional. Jubilee Awards nama penghargaan itu, menandai hari ulang tahun negara Zionis itu yang ke-50. Tujuannya untuk menghargai tokoh-tokoh dan perusahaan itu atas usaha terbaik mereka memperkuat ekonomi Israel, melalui penanaman modal dan hubungan dagang.
Di antara yang menerima penghargaan itu adalah sebagai berikut:
Harry Stonecipher dari perusahaan industri pesawat terbang Boeing
Dr. Ferdinand Piech dari perusahaan mobil Jerman Volkswagen AG
Sir Richard Greenbury dari perusahaan retail Marks & Spencer
Nicholas Frank Oppenheimer dari perusahaan berlian De Beers Consolidated Mines Ltd
Peter Brabeck-Letmathe dari perusahaan susu dan makanan Nestle S.A.
Franck Riboud dari perusahaan makanan dan minuman Danone
Richard H. Brown Esq dari perusahaan telekomunikasi Cable & Wireless
Christopher C. Galvin dari perusahaan telekomunikasi Motorola Inc.
Ted Leonsis dari perusahaan sistem komputer dan internet AOL studios
Dr. Heinrich Von Pierer dari perusahaan telekomunikasi Siemens
Pascal Castres dari perusahaan kosmetika St Martin L’Oreal
Roger S. Fine perusahaan produk kebutuhan bayi dan balita Johnson & Johnson
Lucien Nessim perusahaan pakaian dan makanan Sara Lee
Robert P. Van der Merwe dari perusahaan kebutuhan rumah tangga Kimberley-Clarke Eropa
Salah satu penerima Jubilee Award itu, Robert P van der Merwe adalah Presiden perusahaan Kimberly-Clark Eropa. Kimberly-Clark adalah salah satu perusahaan terbesar di dunia pada bidangnya dengan keuntungan US$14 miliar per tahun. Merek ini memiliki produk di hampir semua jenis kebutuhan sehari-hari yang ada di semua pasar swalayan. Di antaranya adalah tisu Kleenex, produk-produk bermerek Andrex dan Kotex, juga produk-produk kebutuhan bayi Huggies.
Di antara para penerima Jubilee Award itu, bukan saja melakukan hubungan dagang dengan Israel, tetapi juga melakukan investasi di negeri itu. Di antaranya Motorola dan perusahaan yang berafiliasi dengan General Motors, Delco, sedang mempersiapkan pembangunan pabrik microchip senilai US$ 1 miliar di Israel. Intel mengumumkan rencananya membangun sebuah pabrik senilai US$ 1,6 miliar. Volkswagen berencana melakukan investasi senilai US$ 210 juta pada sebuah pabrik barang-barang logam magnesium di dekat Laut Mati.
Perusahaan tenaga listrik Israel Bezel yang bermitra dengan AT&T yang di dalam kemitraan itu juga melibatkan British Telecom. AT&T, yang merupakan perusahaan raksasa asal Amerika, akan menjadi host bagi jaringan internet dan komputer Angkatan Bersenjata Israel (Israeli Defence Force). Keputusan itu menyusul sebuah serangan yang dilancarkan para hacker komputer yang berhasil melumpuhkan situs internet AB Israel itu. Hal ini dikonfirmasi sendiri oleh pihak militer Israel pada 26 Oktober 2000.
Perhimpunan Muslimin Amerika untuk Yerusalem telah mengeluarkan pernyataan pers, berupa seruan untuk memboikot perusahaan kosmetik Estee Lauder. Ronald Lauder, CEO Estee Lauder International adalah seorang Zionis yang bekerja sama dengan lembaga Israel yang kegiatan utama menjarahi tanah-tanah Palestina, bernama Dana Nasional Yahudi (Jewish National Fund). Lauder juga secara terang-terangan menentang hak orang-orang Palestina untuk kembali ke kampung halaman.
Ada banyak LSM internasional yang menjadi sponsor gerakan boikot besar-besaran ini. Di antaranya Pita Hijau (Green Ribbon) dan Komisi Hak-hak Azasi Manusia Islam (Islamic Human Rights Commission), Islamic Party of Britain, Forum Hak-hak Azasi Muslim Internasional (International Muslim Rights Forum: IMRF) yang bermarkas di Teluk. Lembaga yang terakhir ini telah melancarkan sebuah kampanye boikot besar-besaran pada produk-produk Amerika terkenal.
Produk-produk itu adalah maskapai penerbangan TWA yang kini sudah bangkrut dan tutup. Pakaian jeans Levi’s dan Wrangler, industri perbankan Citibank, minuman ringan Coca Cola, Sprite, Fanta, Maxwell House Coffee, serta produk-produk kebutuhan bayi Pampers. Mobil-mobil buatan GM, Ford, DaimlerChrysler, peralatan kosmetik Revlon, Estee Lauder. Kartu telepon internasional AT&T, rokok Marlboro, produk pembersih Ariel serta produk telepon genggam yang sedang laris di tanah kita Nokia.
Anjlok 40%
Sebuah laporan di Amerika menyatakan bahwa kampanye boikot terhadap produk-produk Amerika di negara-negara Arab telah mengakibatkan kerugian sampai 40% dalam dua bulan terakhir ini.
Laporan itu dikeluarkan oleh Dewan Nasional Amerika untuk Hubungan AS-Arab, menyatakan bahwa penjualan barang-barang seperti mobil, minuman, dan makanan di kawasan Teluk telah menurun sampai 40% karena kampanye itu.
Laporan yang disusun oleh John Anthony, ketua dewan itu, mengatakan bahwa kampanye tersebut berhasil karena ceramah-ceramah agama dan berbagai organisasi mahasiswa telah menyebarluaskan daftar produk-produk Amerika baik di mimbar-mimbar, di kampus, di sekolah-sekolah, internet, dan SMS.
Laporan itu dipublikasikan suratkabar Uni Emirat Arab Al Ittihad, 21 April lalu, dan mengatakan bahwa sebagian perusahaan restoran fast-food itu telah mengumumkan bahwa sebagian dari keuntungan mereka akan disumbangkan kepada rakyat Palestina. Beberapa perusahaan mobil Amerika juga telah menurunkan harga jual mobil-mobilnya.
Jaringan restoran McDonald’s dan Kentucky Fried Chicken dilaporkan yang paling parah terkena akibat kampanye itu. Laporan itu mengutip pernyataan para pengelola restoran tersebut, bahwa kampanye boikot bukan saja diikuti oleh warga Arab setempat tetapi juga oleh wisatawan dan pekerja asing.
Laporan itu mengatakan bahwa masa depan kepentingan Amerika di kawasan Teluk mengkhawatirkan, karena kampanye boikot itu diperkirakan juga bakal menyentuh bentuk-bentuk perdagangan lainnya seperti pertahanan, investasi, kerja sama teknologi, waralaba. Apalagi beberapa saat sebelum selesai dari jabatannya Presiden Bill Clinton menyatakan dukungannya bila Israel mau memindahkan ibukotanya dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Sementara itu, tuntutan bangsa-bangsa Uni Emirat Arab agar kehadiran tentara Amerika di Teluk segera diakhiri juga semakin menguat. Bahkan mereka mendesak agar kerja sama militer antara Teluk dan Amerika dikurangi.
Kebanyakan warga Emirat yang diwawancarai situs IslamOnline.com mengakui sulitnya mengenyahkan angkatan perang AS dari Teluk, tetapi bila pemerintah-pemerintah di kawasan Teluk bisa mengurangi kerja sama militernya dengan AS, maka mereka akan mendapat dukungan dan legitimasi yang lebih kuat dari rakyatnya.
Bagaimana dengan di Indonesia? Kita tunggu gerakan boikot besar-besaran itu.•
Diolah dari situs The Friends of Al-Aqsa, Inovative Minds, Eramuslim.com, dan The Washington Post

Bila Waktu Tlah Berakhir
5 Januari 2009 at 2:58 am | In Hikmah | 1 CommentBagaimana kau merasa bangga akan dunia yang sementara?
Bagaimanakah bila semua hilang dan pergi meninggalkan dirimu?
Bagaimanakah bila saatnya waktu terhenti tak kau sadari?
Masihkah ada jalan bagimu, untuk kembali mengulangkan masa lalu…
Dunia..dipenuhi dengan hiasan..
Semua dan segala yang ada akan kembali PadaNya..
Bila waktu tlah memanggil, teman sejati hanyalah amal
Bila waktu tlah terhenti, teman sejati tinggallah sepi…
Benar kata Opick dalam lagunya di atas. Kadang kita lalai dengan apa yang kita kerjakan. Merasa amal sholeh udah banyak. Merasa tak pernah berbuat dosa. Merasa bahwa dunia ini adalah segalanya. Dunia yang akan memberikan harapan lebih pada manusia-manusia yang tidak berpikir. Akankah kita termasuk di dalamnya?
Sebuah perenungan mesti kita lakukan. Berhenti sejenak untuk menghela napas. Napas yang hampir habis dan menghabiskan ruh kita. Perjalanan panjang yang kadang menjemukan. Jumud. Namun, bagi seorang mukmin sudah seharusnya bahwa terminal dari perjalanan panjang itu adalah kampung akhirat. Sehingga setiap jenak perjalanan panjang kita, akan selalu membawa energi tesendiri yang akan membawa kembali ruh yang hilang itu…
Teringat sebuah Firman Allah yang mengingatkan kita:
“Dan sesekali bukanlah harta dan bukan pula anak-anak (kamu) yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun, tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, mereka itulah yang akan memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga).” (QS 34:37)
Ah, memang dunia itu hanya tipuan belaka. Dunia yang akan melenakan kita. Dunia yang akan menjauhkan kita dariNya. Namun, bukan berarti kita harus meninggalkan dunia. Bukan. Justru sebaliknya, seharusnya dunia yang harus menjadikan jembatan bagi kita untuk mendapat Surga. Karena manusia diciptakan bukan untuk kesia-siaan. Tapi untuk beriman kepada RabbNya. Dan untuk lulus dari ujian iman itu, Allah telah mempersiapkan tes untuk kita. Bukankah Allah telah Berfirman:
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan, “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS 29:1)
Maka, mari persiapkan diri kita untuk menjalani tes itu. Tes yang ternyata sudah kita alami semenjak kita akil baligh. Semenjak kita mengikrarkan syahadat. Semenjak dalam kandungan ibu.
Mari persiapkan diri kita untuk Bertemu DenganNya. Persiapkan diri sebaik-baiknya untuk Yaumul hisabNya. Untuk semuanya.
(ya Allah, aku telah beruban!!! 2 uban di sela-sela rambutku!!!)
Go To Hell!!!!!
31 Desember 2008 at 4:06 am | In curhat | No Commentsdalam 3 hari ini, kami turun ke jalan. AKSI!!! menuntut perbuatan dan melaknat perbutan zionis itu!!
wahai Zionis!! enyahlah kau dari muka bumi!!!
aku marah besar!!!!
postingan terpendek tapi dengan beribu tanya dan kegelisahan di hati
Belajar membaca Al Qur’an yuk??
22 Desember 2008 at 1:05 am | In Hikmah | 2 CommentsMembaca Al Qur’an dengan benar dan fasih adalah wajib hukumnya, oleh karena itu wajib bagi setiap Muslim untuk melaksanakannya. Talaqqi (membaca secara langsung dengan bimbingan seorang guru Al Qur’an) adalah cara yang paling efektif. Ada 3 hal pokok yang sangat penting untuk dikuasai, yaitu Makharijul Huruf (cara pengucapan huruf Hija’iyah), Ghunnah (dengung) dan Mad (bacaan panjang). Nah, yang sekarang harus kita lakukan adalah membuka Al Qur’an (khusus Juz ‘Amma dulu deh…) trus dilihat tuh huruf-hurufnya. Kadang kita membaca seperti yang kita dengar bukan?? Padahal banyak terdapat kesalahan-kesalahan lho!! Nah, kita mulai dari Makharijul Huruf yuk?? J
-
Makharijul huruf (cara pengucapan huruf Hija’iyah). Coba praktekkan sendiri dulu ya…trus untuk pelafalan yang benar, ikuti Murrotal di kaset atau MP3 (sekarang kan makin mudah..) awalnya memang terasa susah, tapi kamu pasti bisa!!!
|
No |
Huruf |
Cara pengucapan
|
|
1 |
Alif |
Seperti huruf A, mulut terbuka sempurna |
|
2 |
Ba’ |
Seperti huruf B, tidak boleh disertai keluarnya nafas |
|
3 |
Ta’ |
Ujung lidah menempel di gusi atas, lidah tidak boleh keluar |
|
4 |
Tsa’ |
Ujung lidah sedikit dikeluarkan |
|
5 |
Jim |
Seperti huruf J, tidak boleh disertai keluarnya nafas |
|
6 |
Ha’ |
Seperti suara pernafasan/suara pedas (bersih dan nyaring) |
|
7 |
Kho’ |
Suara agak kasar/kho |
|
8 |
Dal |
Tidak boleh disertai keluarnya nafas |
|
9 |
Dzal |
Ujung lidah sedikit dikeluarkan, tidak boleh dibaca Za (Z) |
|
10 |
Ro’ |
Seperti huruf R |
|
11 |
Zai |
Seperti huruf Z |
|
12 |
Sin |
Seperti huruf S |
|
13 |
Syin |
Suara angin menyebar dengan kuat |
|
14 |
Shod |
Seperti huruf Sin, namun tebal / Sho (Sholat) |
|
15 |
Dhad |
Sisi lidah menempel pada gigi geraham |
|
16 |
Tho’ |
Seperti ta, namun lebih kuat dan tidak boleh keluar nafas |
|
17 |
Zho’ |
Seperti makhraj Dza, namun tebal dan tidak boleh dibaca Zo (Z) |
|
18 |
‘Ain |
Suara A dengan ditekan |
|
19 |
Ghain |
Seperti suara G, namun lemah |
|
20 |
Fa’ |
Seperti huruf F, disertai keluarnya nafas |
|
21 |
Qof |
Seperti huruf Q, tidak boleh disertai keluar nafas |
|
22 |
Kaf |
Seperti huruf K, disertai keluar nafas |
|
23 |
Lam |
Seperti huruf L, lidah tidak boleh keluar |
|
24 |
Mim |
Seperti huruf M |
|
25 |
Nun |
Seperti huruf N |
|
26 |
Wawu |
Seperti huruf W |
|
27 |
Ha’ |
Seperti huruf H, ada aliran nafas dari hidung |
|
28 |
Ya’ |
Seperti huruf Y |
-
Ghunnah (dengung)
Nah, kalo yang ini artinya suara yang keluar dari rongga hidung (sengau). Cara membacanya dengan harus ditahan sampai dengan 3 harokat. Rumus bacaan jelas dan dengung di Mushaf cetakan Timur Tengah adalah sebagai berikut:
-
jelas/izh-har, yaitu:
-
nun dan mim mati yang ditandai sukun (lihat di Al Fatihah ayat 7),
-
tanwin fathah atau tanwin kasrah yang sejajar (lihat di Al Ikhlas ayat 4 dan Al Falaq ayat 3)
-
tanwin Dlommah dengan ditulis dlommah satu disertai tanda tutup (lihat di Al Qodr ayat 5)
-
-
dengung/ghunnah, yaitu:
-
Nun dan Mim yang brtasydid (lihat di An Nas ayat 1),
-
Nun dan Mim mati yang tidak ditandai sukun (lihat di An Nas ayat 4 dan Quroisy ayat 4),
-
Tanwin fathah dan tanwin kasrah yang tidak sejajar (lihat di Al Lahab ayat 1 dan 3)
-
tanwin dlommah dengan ditulis dlommah dobel (lihat di Al Lahab ayat 5).
-
Ada pengecualian: apabila Nun Mati/tanwin bertemu dengan Lam-Ro maka tidak ada dengung/tidak boleh ditahan lama-lama (lihat di Al Ikhlas ayat 4 dan Al Humazah ayat 1)
-
Mad (Bacaan Panjang)
Inti di dalam hokum/bacaan mad ayang berjumlah 16 macam itu hanya 3 macam:
-
-
panjang 2 harokat (sekedar buka – tutup jari) yaitu ketika ada huruf mad sesudahnya bukan hamzah tasydid/sukun, termasuk ketika waqof (berhenti), lihat di ‘Abasa ayat 1
-
panjang 4 harokat yaitu ketika ada tanda mad (~) sesudahnya berupa hamzah (lihat di Al Kafirun ayat 1-5, Al Kautsar ayat 1 dan Al Humazah ayat 3)
-
panjang 6 harokat yaitu ketika ada tanda mad (~) sesudahnya berupa tasydid (lihat di Al Fatihah ayat 7)
-
trus, kesalahan yang sering terjadi pada saat membaca Al Qur’an adalah:
-
membaca mantul pada bacaan yang bukan qolqolah (Ale Hamdu)
-
membaca dengung kurang lama
-
membaca mad yang seharusnya 2 harokat menjadi 3 harokat
-
membaca mad yang seharusnya 4 dan 6 menjadi 2 harokat
-
memutus penggalan setiap lafadz sehingga seperti membaca mad
-
kurang penekanan pada huruf mati atau bertasydid (lihat di ‘Abasa ayat 33)
semoga postingan ini ada manfaatnya… ^_~
* diambil dan diubah seerlunya dari buku Bimbingan Talaqqi Tahsin Tilawah – Tahfizh Al Qur’an oleh H. Ahmad Muzzammil MF
Untuknya Seorang
22 Desember 2008 at 1:01 am | In Hikmah | No CommentsSatu kali beliau berkata begini;
“Maafkan, Mamah suka membicarakan masalah kuliah kamu karena kamu kuliah di Jogja, bukan karena apa-apa, tapi ibu mana sih yang ingin jauh dari anaknya?’
Kali lain berkata:
“Kamu adalah harapan pertama Mamah…”
Yang membuatku semakin terharu:
“Jangan pernah merasa bersalah, namun harusnya kamu bersyukur bisa mewujudkan cita-cita kuliah di Jogja. Semoga menjadi contoh untuk adik-adikmu.”
Dan yang membuatku bangkit:
“Jangan pernah berpikir suksesmu untuk membiayai adik-adikmu. Tidak, tidak usah! Mamah masih bisa biayai adik-adikmu. Pikirkan kamu sendiri”.
Pernah pula:
“Yang penting lulus dulu, kerja barang setahun atau dua tahun, punya “calon” yang cocok, segera menikah sehingga Mamah dipanggil Nenek…”
Dan yang selalu diucapkannya ketika aku meminta doanya:
“ya, didoakan sekali. Semoga urusanmu lancar…”
Dan kepergianku dari rumah selalu diiringinya dengan mata yang basah. Air mata mengaliri pipinya yang mulai keriput.
Ah, betapa rindunya aku pada sosok sahajanya. Sosok tegas dan disiplinnya (yang kemudian kini menurun padaku). Sosok lapang dadanya. Sosok cerianya. Supelnya. Betapa besar dedikasinya untuk sel terkecil dalam masyarakat ini. Terbayang masa-masa sulit dalam kehidupan kami hingga usiaku menginjak remaja… terbayang semua ceritamu tentang masa lalunya yang penuh kepahitan… terbayang masa-masa aku belajar masak dengan ogah-ogahan kaena aku lebih tertarik berenang di laut atau memancing hingga kulitku terbakar matahari. Terbayang saat aku sakit, betapa perhatiannya tak pernah lepas dariku..
Mamah, selamat Hari Ibu. Ucapan tidaklah sebanding dengan apa yang telah kau lakukan selama ini untukku. Doaku selalu ada untukmu…
Dan Tuhan-mu telah Memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di anatara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka dengan penuh kesayagan dan ucapkanlah,”Wahai Tuhan-ku, kasihilah keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS 17-23-24)
Menang!!!!
19 Desember 2008 at 1:40 am | In Hikmah | No CommentsSujud syukur kami semua PadaMu, Ya Rabb..
amanah di depan semakin nyata
semakin berat
ini adalah tantangan bagi kami semua…
bantu kami, Ya Rabb…
Qadar menang!!
Bunderan menang!!!
Intifadhah
12 Desember 2008 at 12:48 am | In curhat | No Commentsintifadhah…
ketika batu-batu melawan badak-badak terbuat dari baja dan besi.
Suatu kali di kamp pengungsian Jalazoun, anak-anak membakar ban ketika sebuah mobil menepi. “Pintu dibiarkan terbuka, dan empat pria (pemukim Israel maupun tentara berpakaian preman) melompat keluar, menembak membabi buta ke segala penjuru. Anak-anak di samping saya tertembak di punggungnya, peluru keluar dari pusarnya…
ya Rabbi, Engkau yang Maha Melihat, Engkau yang Maha Adil menilai smua ini. Tak kan Kau biarkan tanah suci ini terinjak oleh kaki-kaki terlaknat itu bukan?




9 Desember 1987. aku baru berusia 5 bulan 27 hari ketika peristiwa terjadi.
katakan padaku, apa yang bisa kulakukan untukmu?
Peluang Menang?
9 Desember 2008 at 1:42 am | In Hikmah | No CommentsJika kita melempar undi mata uang logam, maka permukaan mata uang yang akan nampak (muncul) tidak dapat ditentukan sebelumnya. Jadi, munculnya salah satu permukaan mata uang yang diharapkan masih merupakan suatu kemungkinan. Demikian juga jika kita melempar undi sebuah dadu maka mata dadu berapa yang akan muncul tidak dapat ditentukan sebelumnya.
Pada umumnya, kejadian-kejadian yang akan datang tidak dapat dipastikan atau dengan istilah lain masih merupakan suatu kemungkinan. Perhatikan pernyataan berikut ini.
-
Melihat kesungguhan Hadi dalam belajar, maka ia memiliki kemungkinan besar untuk berhasil.
-
Jika hari ini seorang pedagang memperoleh keuntungan besar, mungkinkah besok akan memperoleh keuntungan yang besar lagi?
-
Apakah kesebelasan A yang tidak diperkuat pemain asing memiliki peluang untuk mengalahkan kesebelasan B yang diperkuat beberapa pemain asing?
-
Jika kita mengikuti arisan, mungkinkah kita akan mendapatkan arisan yang pertama kali?
Dari contoh-contoh di atas, ternyata istilah kemungkinan atau peluang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Yang paling banyak menggunakan istilah kemungkinan atau peluang adalah bidang permainan, undian dan judi. Hal ini disebabkan bahwa teori kemungkinan atau probabilitas lahir di meja judi kira-kira 300 tahun yang lalu (abad ke 17).
Beberapa ilmuwan seperti Pascal, Laplace, Fermat dan Gauss mengkaji bagaimana suatu permainan khususnya judi jika dihitung nilai kemungkinannya untuk menang maupun untuk kalah, tetapi bukan untuk berjudi, melainkan untuk dikembangkan sebagai ilmu pengetahuan, yaitu teori kemungkinan atau teori peluang sebagai salah satu cabang dari Matematika. Oleh sebab itu, contoh-contoh maupun soal-soal pada teori peluang kebanyakan menggunakan alat-alat judi seperti dadu, kartu dan lain-lain, dengan harapan setelah mempelajari teori peluang maka kita menyadari bahwa berjudi itu tidak baik, karena kemungkinan kalah lebih besar daripada menang.
Hal ini tidak berlaku untuk Pemira (Pemilihan Umum Raya) UGM kali ini. Semua orang memiliki peluang yang sama untuk menang dan kalah. Maka, dinamisasi perpolitikan kampus kini semakin memanas. Saling bersaing merebut suara. Tinggal usaha yang dilakukan bagaimana? Visi, misi, strategi dan program setiap peserta sudahkan matang dan dipublikasikan? Sudahkan hal ini masif di setiap Fakultas? Sudahkan menghimpun suara mahasiswa dan memperkirakan yang akan mendukung? Karena dengan memperkirakan pendukung, kita akan dapat melakukan memperkirakan kondisi dan peluang kemenangan. Dan dengan memperkirakan kondisi, kita dapat melakukan treatment yang berbeda dengan kondisi yang berbeda.
Buat Bunderan:
Jaya selalu!!! Innallahu ma’ana…
Sepeda Onthel
2 Desember 2008 at 2:21 am | In tulis iseng | 8 Comments
Ada yang tau sepeda onthel? Itu tu sepeda khasnya orang-orang Jogja. Kalo kita mo menelusuri sejarah dari sepeda onthel itu, niscaya kita akan berkerut kening karena kondisi saat ini amat sangat berbeda jauh sekali dengan masa-masa kejayaan sepeda onthel dahulu kala. Yah, setidaknya dalam kurun waktu 10-20 tahun ini sepeda onthel sudah semakin termarginalkan. Tergantikan oleh bebek-bebek besi yang dengan seenaknya telah membuat langit Jogja tak lagi ramah (sehingga tadi malam aku tak bisa melihat keajaiban bulan dan 2 bintang yang membentuk senyum). Sepeda onthel yang zaman dulu menjadi sarana transportasi itu kini hanya menjadi penghias di gudang-gudang rumah keraton. Kenapa bisa? Karena semakin hari orang semakin sibuk dengan urusannya. Seakan berpacu, berlomba, bertanding dengan waktu yang ada. Tidak ada kata membuang-buang waktu, sehingga dicarilah alat yang dapat membantu urusan mereka dengan cepat. Ya salah satunya adalah dengan menggantikan sepeda onthel ini dengan alat yang lebih cepat kinerjanya. Sang bebek besi tentunya…
Bandingkan kondisi jakal saat ini dengan (setidaknya) 5 tahun yang lalu deh… wuih, motor tu banyaaaaak bgt. Ga berhenti datang dan pergi. Pusing aku liatnya….
Nah, kembali ke sepeda onthel, menurut sejarah, Sepeda Onthel atau juga terkadang disebut sebagai sepeda unta, sepeda kebo, atau pit pancal adalah sepeda standar dengan ban ukuran 28 inchi yang biasa digunakan oleh masyarakat perkotaan sampai tahun 1970-an. Berbagai macam merek sepeda onthel beredar di pasar Indonesia, pada segmen premium terdapat merek Gazelle (Belanda) dan Simplex (Belanda), kemudian segmen dibawahnya diisi oleh beberapa merek terkenal seperti Raleigh, Humber, Fongers, Batavus, Phillips, Foster. Sepeda ini mempunyai klasifikasi gender yang tegas antara sepeda pria dan sepeda wanita, kemudian memiliki 3 varian ukuran rangka standar yakni 57, 61 dan 66 cm. Kemudian pada tahun 1970-an keberadaan sepeda onthel mulai digeser oleh sepeda jengki yang berukuran lebih kompak baik dari ukuran tinggi maupun panjangnya dan tidak dibedakan desainnya untuk pengendara pria atau wanita. Waktu itu sepeda jengki yang cukup populer adalah merek Phoenix dari China. Sepeda jengki sendiri kemudian pada tahun 1980-an mulai digeser oleh sepeda federal atau MTB sampai sekarang. Sepeda Onthel kemudian secara perlahan lebih banyak digunakan oleh masyarakat pedesaan sampai sekarang. Akhirnya ketika kemudian sepeda onthel karena usianya menjadi barang yang bersifat antik dan unik, mulailah situasi berbalik. Sepeda onthel yang dulunya terbuang, sekarang pada tahun 2000-an justru diburu kembali oleh semua kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa sampai pejabat. Orang Jawa mengatakan inilah “wolak-waliking jaman”. Sepeda onthel (onthel = kayuh, bahs. jawa) adalah suatu jenis sepeda yang kebanyakan dipakai di pedesaan Jawa, selain juga jengki. Bedanya secara spintas, onthel nampak begitu besar, gagah dan keren, sedang jengki nampak lebih kecil, simple dan lebih luwes. Onthel pada jamannya dulu sering dipakai para administratur Belanda ketika menyusuri kebun tebu di bilangan Godean, Wates dan Bantul. Seragam putih dan topi putih selalu menyembul dari kejauhan saat administratur mendekat, tentu saja disambut oleh kengerian luar biasa oleh para bocah pencuri tebu. Bisa dipastikan mereka akan tunggang langgang melihatnya. Chepas, fotografer pertama di koloni Indonesia, merekam pula jejak sepeda onthel ini ketika jadi tunggangan para tuan tanah. Keranjingan masyarakat terhadap sepeda onthel adalah tepat bersamaan dengan berkembangnya ancaman global warming. Bisa jadi ketika, BBM semakin mahal dan polusi udara semakin tidak terkendali, komunitas sepeda onthel akan menjadi salah satu garda terdepan untuk mensosialisasikan kembali pentingnya naik sepeda. Sepeda yang dulunya dianggap kuno dan udik, barangkali akan kembali menjadi alat transportasi utama di masa mendatang.
Sekarang, aku pun merasakan bagaimana rasanya naik sepeda onthel punya Ibu. Ternyata asyik juga lho!!! Yah, setelah kepergian Yayangku Jumat siang kemarin di parkiran MIPA Utara oleh Kid, Sang Pencuri. Koq bisa ya? Ya bisa-lah. Tangan mereka kan sudah terampil mengambil barang yang bukan hak mereka. Biarlah Yayangku dibawa orang. Biar si pencuri itu luput dari pandanganku, pak Satpam atau siapapun, tapi dia tak akan luput dari Penglihatan Allah…
Yang Biasa Terjadi pada Mahasiswa
2 Desember 2008 at 2:15 am | In Hikmah | No CommentsEntah ini mitos atau apapun, tapi ini sungguh-sungguh terjadi. Memang hanya pengamatanku dan hipotesisku yang sederhana dan mungkin terlalu men-generalisasikan suatu masalah. Tapi, menurutku tak ada salahnya waspada dan berhati-hati bukan?
Yang biasa terjadi pada mahasiswa, sekali lagi ini benar atau tidak. Dan ini juga mungkin terjadi pula pada orang-orang non mahasiswa.
Pertama, mitos setiap mahasiswa pasti akan merasakan kehilangan Handphone. Aku sudah merasakannya Februari lalu. Asih, Afri, Dining, Mba Tyan, Ika Kusuma, Ika Dwi dan sederet nama teman-temanku yang merasakan bagaimana lost contact dengan orang-orang karena HPnya hilang. Bukan HPnya yang disayangkan hilang, tapi daftar nomor-nomor telepon penting yang ada di dalamnya. Ini yang menyebabkan lost contact. HPku hilang di lab. Menurutku ini cara hilang yang intelek (narsis!!!), mahasiswa bgt gitu lho!!! Lha, teman2ku seringnya hilang di tempat-tempat yang ga’ ada hubungannya dengan aktivitas mahasiswa je…. Entah itu di Mall-lah, bis-lah, kos-lah… tapi tetep aja malah ini membuat seribu tanya: koq bisa di lab ilang??? Teledor yak?? J
Kedua, mitos bahwa setiap mahasiswa akan merasakan kecelakaan pada saat mengendarai motor. Yah, secara…mahasiswa sekarang lebih banyak pake motor daripada sepeda yang ramah lingkungan dan setidaknya prosentase kecelakaannya kecil, karena dapat menghindarkan diri dari kecelakaan. Aku merasakan kecelakaan motor ini Mei lalu sepulang outbound di Wonolelo, Magelang akibat aku tertidur beberapa detik ketika mengendarai motor!! Akhirnya aku dengan sukses menabrak trotoar dan aku terlempar sekian meter dari motor! Kecelakaan ini sampe meninggalkan luka bekas 2 jahitan di keningku. Dulu dijahit karena bocor!!! Wah, jadi keren dah!! Hampir satu pekan aku tak kuliah karena kecelakaan itu. Memulihkan lebam-lebam di badanku sekaligus mengeringkan luka jahitannya. Tapi kecelakaan itu tak membuatku kapok mengendarai motor di bawah kecepatan 80 km/jam kurang dari sepekan kemudian, ketika ada amanah datang. Sama seperti kasus kehilangan HP, aku mencatat beberapa (atau banyak??) temanku yang juga merasakan kecelakaan motor, Mbak Titis (dan beliau meninggal 14 September 2006 lalu), Mbak Ani (operasi menambahkan pen untuk membantu pergelangan tangannya yang patah), Faiq yang jahitan di lengannya banyak bgt, Dinning, Ari (sampe dirawat di Rumah Sakit sampe sebulan), Ika Kusuma yang sukses merusak pot bunga Umi di depan kos (masih inget ga, Ika? J), dan banyak lagi sederet nama yang lain…
Ketiga, mitos bahwa setiap mahasiswa bersepeda akan kehilangan sepedanya karena “Kid si Pencuri”. Nah, ini kasus kehilanganku yang terbaru, Jumat siang, 28 November kemarin. Yah, memang jalannya harus gitu kali ya? Padahal Yayangku ini yang selalu bersamaku dalam suka dan duka. Pas lagi bete, aku pasti membawanya pergi dari ke tempat yang menyenangkan (misalnya maskam, kompleks gedung pusat, atau sekitar bangunan Pasca Sarjana). Tapi ternyata ga’ hanya aku yang merasakan kehilangan sepeda ini. Tapi juga Fatimah, Tia, Fika, Teh Irma, Ratih, Siska, dan beberapa orang lainnya….
Sekali lagi itu hanya berdasarkan pengamatanku selama ini. Setidaknya ini merupakan penguatanku dan penghiburku bahwa ga’ hanya aku yang teledor. Karena menurutku, semua kejadian ini terjadi karena keteledoran dari setiap aktivitas selain dari (tentunya) Takdir Allah. Insya Allah aku menerima semua KehendakNya….
Hmmm…satu peringatan lagi bagi kita, bahwa apa-apa yang kita miliki (atau yang ingin kita miliki) adalah MUTLAK miliki Allah. Sang Pemilik Sejati. Kita hanya meminjam. Dan barangsiapa ini memilikinya maka harus membelinya pada Allah. Jual-beli yang akan menyelamatkan kita dari azabNya. Ingat Firman Allah:
“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di Jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya.” (QS As Shaff: 10-11)
Kepada siapa lagi kita memohon, meminta dan kembali selain kepadaNya???
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
