Terpikirkankah Olehmu??
28 Nopember 2007 at 12:42 am | In Uncategorized | No Commentspernahkah terpikir oleh kita, bahwa 50 tahun lagi daratan Indonesia dan pulau-pulau di dunia ini akan binasa alias tenggelam?? Yupp!! setidaknya itulah yang diperkirakan para ahli. karena apa hal ini bisa terjadi?? tak lain dan tak buakn adalah karena pemanasan global. Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi.Temperatur rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia” melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan temperatur permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. Adanya beberapa hasil yang berbeda diakibatkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda pula dari emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang juga akibat model-model dengan sensitivitas iklim yang berbeda pula. Walaupun sebagian besar penelitian memfokuskan diri pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun jika tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.
Meningkatnya temperatur global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya muka air laut, meningkatnya intensitas kejadian cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser dan punahnya berbagai jenis hewan.
Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekwensi-konsekwensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.
nah, sudah jelas bukan, tentang pemanasan global ini?? ya, mulai sekarang ubahlah cara hidup kita dengan mulai melindungi dan memperhatikan lingkungan kita. jangan buang sampah sembarangan, pakai listrik seperlunya, tanam pohon, ga’ pake spray, atau ga’ pake peralatan listrik yang CFC…yah..yah..yah??
salimul aqidah
28 Nopember 2007 at 12:26 am | In Uncategorized | No CommentsSalimul ‘aqidah artinya keimanan yang lurus atau kokoh. Aqidah atau keimanan kepada Allah merupakan fondasi bangunan keislaman. Apabila fondasi keimanan itu kuat, insya allah amaliah keseharian pun akan istiqamah (konsisten), tahan uji, dan handal.
Keimanan itu sifatnya abstrak, karenanya, untuk mengetahui apakah iman itu kokoh ataukah masih rapuh, kita perlu mengetahui indikator atau tanda-tanda iman yang kokoh. Salimul aqidah merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah SWT. Dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi Allah tuhan semesta alam” (QS. 6:162). Karena aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam awal da’wahnya kepada para sahabat di Mekkah, Rasulullah SAW mengutamakan pembinaan aqidah, iman dan tauhid.
Menjadi Generasi Rabbani
28 Nopember 2007 at 12:22 am | In Uncategorized | No Commentsmungkin aneh kedengarannya. apa sih yang disebut Rabbani?? dalam al Qur’an disebutkan bahwa generasi Rabbani adalah generasi yang belajar dan mengajarkan al Qur’an. dia belajar al Qur’an untuk dirinya sendiri kemudian mengajarkan isinya kepada orang lain, untuk kemaslahatan bersama. karena sesungguhnya menuntut ilmu adalah fardu ‘ain, kewajiban yang tiap orang wajib memikulnya. sungguh hal itu tidaklah mudah. belajar sedari kecil, menuai setelah dewasa. namun, bukan berarti setelah dewasa belajarnya terhenti. bahkan, seharusnya sifat ingin tahunya semakin bertambah.
ya, seiring usia, saya pun merasakan hal yang sama. sadar bahwa umur semakin bertambah, namun jatah hidup semakin sedikit, sehingga harus dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat. apalagi jika setelah lulus nanti, kita terjun ke masyarakat. tentu dengan ilmu yang kita miliki dan kita gali selama ini. namun, ilmu-ilmu yang kita miliki itu, tidak akan pernah bisa menguak misteri dan memecahkan masalah. setiap satu masalah terselesaikan, pasti masalah lain akan muncul. begitulah hukum alam akan berjalan. dan hal itu kemudain seharusnya dapat membuat kita semakin tersadarkan akan urgensi ilmu.
orang yang puas dengan ilmu yang dia miliki harus bersiap dengan kehancuran. karena sesungguhnya dunia ini berkompetisi. setiap harinya pasti ada yang menang dan ada pula yang kalah. namun, ketika kita berusaha menjadi generasi Rabbani, maka kita menjadikan kekalahan itu sebagai pelajaran untuk kehidupan yang lebih baik di hari depan.
maka jadilah generasi pembelajar, yang senantiasa belajar dan mengajarkan apa yang kita miliki. yakinlah bahwa ilmu yang kita miliki tidaka kan habis dengan membagi-bagikan pada orang lain. bahkan sebaliknya, ilmu kita akan semakin bertambah, bertambah, dan bertambah
(sebuah renungan untuk diri sendiri)
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.