KKN
12 Juli 2008 at 8:27 am | In curhat | No Comments12 hari sudah di tempat baru. KKN. oooo gitu tho rasanya KKN…
terlalu panjang kalo diceritakan disini. nanti sajalah.
alhamdulillah punya kesempatan untuk posting blog. dulu sih nulisnya. tapi baru sempat di-post sekarang..
akhirnya di sela-sela KKN yang -kadang- menjemukan…
tapi semua harus dinikmati…
dan alhamdulillah, aq selalu menikmati semua yang terjadi dalam hidupku. bukankah, memang seharusnya manusia harus pandai bersyukur???
Solusi atas TUGU rakyat:(part 2 -dari any other solution?-)
12 Juli 2008 at 8:21 am | In Hikmah | No Comments- konversi pabrik pupuk kimia menjadi pupuk organik atau memanfaatkan limbah yang bisa diubah menjadi pupuk. Buat kebijakan pemerintah untuk seluruh penduduk Indonesia agar tidak menggunakan lagi pupuk kimia, kembali ke alam (karena ternyata pupuk kimia merusak tanah). Penjualan pupuk tidak boleh lagi dimonopoli oleh orang-orang tertentu, harus disalurkan lewat koperasi-koperasi yang ada, menghidupkan kembali koperasi-koperasi yang ada terutama untuk kepentingan petani dan nelayan yang hidupnya sangat susah. Sektor andalan Indonesia adalah agraris dan maritim, so harus bener-bener diperhatikan. APBN yang bisa dicapai dengan kemandirian pangan? Kemiskinan yang bisa diturunkan? Jangan ada lagi tenaga-tenaga kerja yang harus pindah kerja dari desa ke kota untuk mencari kerja. Bagaimana cara itu agar bisa terwujud? Para nelayan dibantu agar bisa bekerja dengan lebih professional, dibelikan mesin-mesin seperti yang dilakukan oleh para nelayan Jepang (yang amat licik namun sangat cerdas!!!!), rentenir-rentenir harus dihapuskan saja melalui sidak di tempat-tempat para nelayan itu menjual hasil tangkapannya.
- keuntungan yang didapatkan dengan memindahkan ibukota Indonesia ke luar kawasan Jakarta… kalo bisa malah kawasan luar Jabotadebek… hal ini untuk mengurangi kemacetan dan polusi. Juga mall dikurangi saja. Ganti dengan memperbanyak perpus-perpus keren (yang dipinjamkan bukunya secara gratis & isinya ga’ hanya komik-komik ga’ bermutu!!!) pembuatan jalan yang lebih ramah dengan lingkungan dan manusia … ciptakan kota yang kompak… bagaimana cara memperbaiki kota Jakarta dengan sistem kota kompak yang adil dan tidak hanya mementingkan orang-orang kaya yang konsumerismenya membudaya. Orang-orang miskin tambah banyak saja setiap harinya. Dan orang kaya tidak mau ambil pusing!!!! Akibatnya: kriminalitas merajalela, kemaksiatan makin obral-obralan, dsb… kebijakan yang holistik untuk para anak jalanan, orang-orang miskin di bantaran kali, para pemulung…
- pemberian hukuman bagi para koruptor dengan hukuman yang sangat berat (kalo perlu hukuman mati!!!). Hal ini juga terjadi di Singapura, Jepang, Vietnam dan China, mereka melakukan hukuman yang berat untuk para koruptor. Hitung secara nominal, keuntungan dan kerugian yang dapat diraih dengan menggunakan hukuman fisik alias potong tangan, kaki atau malah hokum mati… tunjukkan dampak positifnya di luar negeri seperti apa? Keadilan yang bisa didapatkan dari itu seperti apa? Contohkan yang paling gampang diterima orang-orang umum…. Jangan kasih contoh Negara-negara yang keArab-araban.
- membuat Gunungkidul menjadi tempat yang tidak tandus kayak yang udah pernah diliput metroTV atau seperti Hollywood (tadinya tandus persis seperti Gunungkidul) supaya bisa jadi contoh buat tempat-tempat yang lain…kan gunung kidul sangat tandus sampe 1 tahun hanya panen sekali.
- konversi mobil BBM ke mobil listrik. Bisa di-charge di rumah dan listrik rumah itu menggunakan solar cell.. atau PLN harusnya pake tenaga surya aja…
lihat di www.whokilledtheelectroniccar.com
Sukses dengan Pribadi Tangguh
12 Juli 2008 at 8:19 am | In Hikmah | No CommentsMemiliki keterampilan saja tidak cukup. Pribadi kita pun harus tangguh, tak mudah menyerah sebelum tercapai keinginan. Kita memilikinya? Jika masih kurang, lengkapilah, karena pribadi yang tangguh juga unsure penentu dalam meraih kesuksesan di berbagai bidang.
Berikut adalah gambaran orang yang berkepribadian tangguh. Kita bisa bercermin darinya:
- berpikir positif. Orang yang berpribadi tangguh selalu menyadari bahwa hidup di dunia hanya satu kali. Sehingga ia benar-benar memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan berorientasi pada keberhasilan. Kendala apapun yang dialami akan dihadapinya dengan optimis dan tak mudah menyerah.
- bermotivasi tinggi. Motivasi tinggi diperlukan agar seseorang berorientasi pada keberhasilan. Setiap kali mengalami kegagalan, ia tak akan mudah putus asa. Sebaliknya, kegagalan itu justru dijadikan pembelajaran atau cambuk agar kesalahan yang sama tak terulang lagi. Pribadi yang tangguh mampu menimbulkan motivasi berprestasi tinggi atau dikenal sebagai need for achievement. Persaingan membutuhkan ketangguhan dan keuletan dalam menghadapinya. Untuk menciptakan motivasi, tumbuhkan keinginan untuk ‘menjadi seseorang’ dan ‘menjadi bagian’ dari sesuatu, lengkapi pula dengan kemampuan beradaptasi.
- percaya diri. Percaya diri, sikap yang mandiri, tak gentar menghadapi rintangan, mampu berpikit kreatif dan berpikir inovatif tapi juga peduli dengan lingkungan, diperlukan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang semakin kompetitif.
- produktif. Selalu produktif dan mampu memberi kontribusi positif baik bagi dirinya, maupun bagi keluarga, lingkungan kerja dan masyarakat sekitar. Mereka adalah SDM profesional yang cakap dalam bidangnya, sanggup menghadapi berbagai kendala dan mampu menjadi teladan menuju keberhasilan. Lebih-lebih saat persaingan makit tajam dan ketat. Sekarang masalah ketangguhan menjadi harapan utama untuk survive dana memenangkan persaingan dalam segala hal.
Menggapai Keberkahan Hidup
12 Juli 2008 at 8:18 am | In tulis iseng | No CommentsSetiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. Karena itu kita selalu berdoa dan meminta orang lain mendoakan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif, maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu.
Namun, Allah Swt tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. Ternyata, Allah SWT hanya akan memberi keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Janji Allah SWT untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firman-Nya yang artinya:
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS 7:96).
Apabila manusia, baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah Swt, maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik, rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah, sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan. Disinilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya.
Secara umum, keberkahan yang diberikan Allah SWT kepada orang-orang yang beriman bisa kita bagi kedalam tiga bentuk. Pertama, berkah dalam keturunan, yakni dengan lahirnya generasi yang shaleh. Generasi yang shaleh adalah yang kuat imannya, luas ilmunya dan banyak amal shalehnya, ini merupakan sesuatu yang amat penting, apalagi terwujudnya generasi yang berkualitas memang dambaan setiap manusia. Kelangsungan Islam dan umat Islam salah satu faktornya adalah adanya topangan dari generasi yang shaleh. Generasi semacam itu juga memiliki jasmani yang kuat, memiliki kemandirian termasuk dalam soal harta dan bisa menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. Keberkahan semacam ini telah diperoleh Nabi Ibrahim as dan keluarganya yang ketika usia mereka sudah begitu tua ternyata masih dikaruniai anak, bahkan tidak hanya Ismail yang shaleh, sehat dan cerdas, tapi juga Ishak dan Ya’qub. Di dalam Al-Qur’an keberkahan semacam ini diceritakan oleh Allah yang artinya:
“Dan isterinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang kelahiran Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya’kub. Isterinya berkata: “Sungguh mengherankan, apakah aku aka melahirkan anak, padahal aku adalah perempuan seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh”. Para malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlul bait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah” (QS 11:71-73).
Kedua, keberkahan dalam soal makanan yakni makanan yang halal dan thayyib, hal ini karena ulama ahli tafsir, misalnya Ibnu Katsir menjelaskan bahwa keberkahan dari langit dan bumi sebagaimana yang disebutkan dalam firman surat Al A’raf: 96 di atas adalah rizki yang diantara rizki itu adalah makanan. Yang dimaksud makanan yang halal adalah disamping halal jenisnya juga halal dalam mendapatkannya, sehingga bagi orang yang diberkahi Allah, dia tidak akan menghalalkan segala cara dalam memperoleh nafkah. Di samping itu, makanan yang diberkahi juga adalah yang thayyib, yakni yang sehat dan bergizi sehingga makanan yang halal dan thayyib itu tidak hanya mengenyangkan tapi juga dapat menghasilkan tenaga yang kuat untuk selanjutnya dengan tenaga yang kuat itu digunakan untuk melaksanakan dan menegakkan nilai-nilai kebaikan sebagai bukti dari ketaqwaannya kepada Allah Swt, Allah berfirman yang artinya:
Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rizkikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya (QS 5:88).
Karena itu, agar apa yang dimakan juga membawa keberkahan yang lebih banyak lagi, meskipun sudah halal dan thayyib, makanan itu harus dimakan sewajarnya atau secukupnya, hal ini karena Allah sangat melarang manusia berlebih-lebihan dalam makan maupun minum,
Ketiga, berkah dalam soal waktu yang cukup tersedia dan dimanfaatkannya untuk kebaikan, baik dalam bentuk mencari harta, memperluas ilmu maupun memperbanyak amal yang shaleh, karena itu Allah menganugerahi kepada kita waktu, baik siang maupun malam dalam jumlah yang sama, yakni 24 jam setiap harinya, tapi bagi orang yang diberkahi Allah maka dia bisa memanfaatkan waktu yang 24 jam itu semaksimal mungkin sehingga pencapaian sesuatu yang baik ditempuh dengan penggunaan waktu yang efisien. Sudah begitu banyak manusia yang mengalami kerugian dalam hidup ini karena tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik, sementara salah satu karakteristik waktu adalah tidak akan bisa kembali lagi bila sudah berlalu, Allah berfirman yang artinya:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS 103:1-3).
Karena itu, bagi seorang muslim yang diberkahi Allah, waktu digunakan untuk bisa membuktikan pengabdiannya kepada Allah Swt, meskipun dalam berbagai bentuk usaha yang berbeda, Allah berfirman yang artinya:
“Demi malam apabila menutupi, dan siang apabila terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan. Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (harta di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” (92:1-7).
Dengan demikian menjadi jelas bagi kita bahwa sebagai seorang muslim, keberkahan dari Allah untuk kita merupakan sesuatu yang amat penting. Karena itu, ada kunci yang harus kita miliki dan usahakan dalam hidup ini. Sekurang-kurangnya, ada dua faktor yang menjadi kunci keberkahan itu.
1. Iman dan Taqwa Yang Benar
Di dalam ayat di atas, sudah dikemukakan bahwa Allah akan menganugerahkan keberkahan kepada hamba-hambanya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Semakin mantap iman dan taqwa yang kita miliki, maka semakin besar keberkahan yang Allah berikan kepada kita. Karena itu menjadi keharusan kita bersama untuk terus memperkokoh iman dan taqwa kepada Allah Swt. Keimanan dan ketaqwaan yang benar selalu ditunjukkan oleh seorang mu’min dalam bentuk melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya, baik dalam keadaan senang maupun susah, dalam keadaan sendiri maupun bersama orang lain. Tegasnya keimanan dan ketaqwaan itu dibuktikan dalam situasi dan kondisi yang bagaimananpun juga dan dimanapun dia berada.
2. Berpedoman kepada Al-Qur’an
Al-Qur’an merupakan sumber keberkahan sehingga apabila kita menjalankan pesan-pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan berpedoman kepadanya dalam berbagai aspek kehidupan, nicaya kita akan memperoleh keberkahan dari Allah Swt, Allah berfirman yang artinya:
Dan Al-Qur’an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah kami turunkan. Maka mengapakah kamu mengingkarinya? (QS 21:50, lihat juga QS 38:29.6:155).
Karena harus kita jalankan dan pedomani dalam kehidupan ini, maka setiap kita harus mengimani kebenaran Al-Qur’an bahwa dia merupakan wahyu dari Allah Swt sehingga tidak akan kita temukan kelemahan dari Al-Qur’an, selanjutnya bisa dan suka membaca serta menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari, baik menyangkut aspek pribadi, keluarga, masyarakat maupun bangsa. Akhirnya menjadi jelas bagi kita bahwa, keberkahan dari Allah yang kita dambakan itu, memperolehnya harus dengan berdo’a dan berusaha yang sungguh-sungguh, yakni dalam bentuk memantapkan iman dan taqwa serta selalu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam hidup ini.
Mengatur kebiasaan = mengubah nasib
12 Juli 2008 at 8:17 am | In Hikmah | No CommentsMau dibawa kemana hidup kita tergantung diri kita sendiri. Apakah mau suksesatau biasa saja sesuai dengan filosofi air mengalir, pilihannya ada di tangan kita. Tetapi bila kita ingin menjadi seorang yang luar biasa, hidup harus direncanakan. Terapkan kebiasaan berikut:
- tulis tujuan hidup kita. Kalau tidak mau hidup kita biasa-biasa saja, mulailah menulis apa tujuan hidup kita sekarang juga. Buatlah rencana sebelum bekerja. Rencana yang dibuat meliputi jangka pendek dalam hitungan minggu, bulan atau setahun mendatang, serta jangka panjang mulai dari 5-10 tahun mendatang. Semakin terencana, semakin memudahkan kita untuk menentukan prioritas dan mencapainya.
- mengatur waktu. Meski sudah ada perencanaan, namun jangan sampai kita harus diperbudak untuk mencapainya. Tercapai harus, tetapi harus mengatur waktu sebaik mungkin, sehingga kita tetap memiliki waktu relaks untuk diri sendiri dan keluarga. Yang paling penting, kenali bio ritme (ritme tubuh) kita. Misalnya pagi hari paling konsentrasi untuk bekerja, gunakan waktu untuk bekerja efektif.
- membuat keseimbangan hidup. Kegiatan kita perlu beragam agar dapat mencapai keseimbangan hidup. Selain bekerja keras, jangan lupa sediakan waktu luang untuk keagamaan atau spiritualitas, kehidupan social, serta liburan bersama keluarga secara berkala. Hal-hal itu saling berkaitan. Bila kita mengurangi bahkan menghilangkan salah satunya akan terjadi kekosongan dalam hidup.
- mengendalikan emosi. Mengumbar emosi dan amarah dapat merusak segala yang kita rencanakan. Marah sebagai bentuk emosi negatif itu manusiawi. Tapi kalau marah itu telah menguasai hati dan kita umbar, dapat merugikan diri sendiri. Jadi, belajarlah mengelola emosi negatif agar dapat tersalurkan secara positif. Jika kemarahan mulai menguasi diri kita, tinggalkan penyebabnya. Tenangkan dengan melihat sesuatu yang berbeda. Setelah reda, kita dapat mengambil keputusan secara tepat.
- hilangkan ketakutan dan kekhawatiran. Manusiawi koq jika kita memiliki kekhawatiran. Tapi jangan berlebihan. Sebab, adakalanya yang kita khawatirkan hanya ada dalam bayangan saja. Serba khawatir dan takut malah akan mengganduli langkah kita melakukan sesuatu yang penting.
APA KARAKTERISTIK PEMUDA PEMBELAJAR?
12 Juli 2008 at 8:15 am | In Hikmah | No CommentsPemuda dan masa muda merupakan tahapan hidup dan kehidupan manusia yang penuh vitalitas. Aktif, reaktif, kreatif, sekaligus idealis. Ketika penindasan sedang terjadi dalam suatu masyarakat dan bangsa, para pemuda tampil melakukan perlawanan. Ketika kebekuan sedang melanda kehidupan masyarakat, para pemuda muncul melakukan pendobrakan. Ketika terjadi pengerusakan terhadap nilai-nilai kehidupan, para pemuda tampil memberantasnya. Dan ketika kebencian kepada para Nabi, Utusan Allah melanda suatu kaum, para pemuda tampil menjadi pembela yang gigih, sekaligus menjadi pengikut-pengikut setia para Nabi.
Dalam catatan secara di dunia, terungkap dengan jelas tatkala Nabi Musa mengajak kaumnya untuk menyembah Allah swt, maka hanya para pemuda sajalah yang mau mengikutinya. Sedang lapisan masyarakat lainnya menolak tegas. Mereka takut pada ancaman dan siksaan penguasa.
Hal serupa terjadi pada tahun-tahun permulaan Rasulullah menyampaikan Risalah Islamiyah kepada umat manusia, para pemudalah yang lebih dulu menyambutnya dengan sepenuh hati. Mereka adalah Umar bin Khattab, Sa’ad bin Abi Waqash, Mu’adz bin Jabal, Abdullah bin Mash’ud, Thalhah bin Ubaidillah, Zubail bin Awwam, Ali bin Abi Thalib, dan lain-lain yang umurnya kala itu rata-rata belum 20 tahun. Sedangkan Abu Bakar Ash-Shiddiq yang namanya menjadi buah bibir orang di masa itu, dan yang telah mengantarkan para pemuda itu memeluk Islam, usianya belum sampai 40 tahun.
Para pemuda juga menjadi orang-orang pertama penghancur kebatilan. Ketika Raja Namrudz memerintah secara kejam dan masyarakat menyembah patung-patung, maka pemuda Ibrahim tampil secara heroik menentang kekuasaan raja dan menghancurkan patung-patung sesembahan mereka.
Kemudian dalam kurun waktu yang berbeda, ketika kebatilan teramat kuat merasuki kehidupan masyarakat, suku dan bangsa lantaran dukungan penuh dari kalangan militer, birokrat, dan penguasa, para pemuda pilihan maju pantang mundur. Bahkan mereka menolak tawaran perdamaian dari para penguasa. Mereka menolak kompromi antara kebatilan dan kebenaran. Bagi mereka, antara keduanya tidak bisa disatukan. Bentuk dan sifat keduanya (kebatilan dan kebenaran) berbeda secara diametral. Jika tetap dipaksa mereka lebih suka memilih berlepas diri, dari pada hidup bersama kebatilan. Itulah sikap para pemuda Ashabul Kahfi, yang perjalanan hidupnya diabadikan secara indah dalam Al-Quran. Mereka mengembara untuk menghindarkan diri dari kebatilan, sampai suatu gua mereka masuk dan beristirahat dengan tenang. Padahal di luar, penguasa terus memburunya. Di dalam gua itu, mereka tidur pulas berhari-hari lamanya, bahkan bertahun-tahun dan berabad-abad, tanpa haus, lapar, maupun lelah. Mereka tidur panjang, melampaui zamannya, selama 309 tahun (lihat QS Al-Kahfi 25).
Pemuda yang namanya terukir indah, dan akan tetap dikenang sepanjang masa, adalah seorang pemuda yang berhasil memanfaatkan masa mudanya dengan sebaik-baiknya. Ia bukan hanya menjadi pembela bagi orang yang tertindas, dan tampil ke gelanggang menghancurkan segala bentuk kebatilan dan kemungkaran, namun juga memiliki kepribadian yang utuh dan kuat, tidak bersifat munafiq, dan tidak tergoda oleh segala bujuk rayu syaitan. Itulah watak pemuda pilihan seperti Nabi Yusuf as, yang namanya menjadi perlambang ketampanan, kegagahan dan kebagusan di seantero jagad. Meskipun ia menjadi incaran bagi para gadis dan wanita cantik, dan berulang kali dibujuk dan dipaksa untuk berbuat maksiat serta memiliki banyak kesempatan, namun ia tetap menolak melakukan zina. Ia lebih rela dijebloskan ke penjara, karena tidak mau melayani nafsu seorang istri pejabat tinggi yang cantik, muda, kaya, dan terhormat, daripada harus melanggar aturan Allah.
Pemuda pembelajar juga pemuda yang memiliki ilmu dan wawasan yang luas, seperti yang diperlihatkan oleh Ali bin Abi Thalib. Sejak masih kanak-kanak ia memang tekun menuntut ilmu dan membaca berbagai fenomena masyarakat. Ketika tumbuh menjadi pemuda, ilmu dan wawasan nya bertambah banyak, melebihi orang-orang yang seusianya. Beberapa Sahabat Senior tidak jarang menanyakan sesuatu masalah kepadanya, dan dijawab dengan tuntas. Ia menjadi gudang ilmu, sepeninggal Rasulullah saw. Pemuda pilihan memang harus memiliki ilmu dan wawasan yang luas. Terlebih pada zaman sekarang ini dimana ilmu manusia sudah sangat maju.
Pemuda pilihan selain memiliki sikap-sikap positif di atas, juga harus berakhlaq mulia seperti yang terlihat pada diri Muhammad saw, jauh sebelum beliau diangkat menjadi Nabi Utusan Allah. Begitu rupa keindahan akhlaqnya, sampai orang-orang menyebutnya “Al-Amin” (orang yang dapat dipercaya/jujur). Nabi saw menonjol di tengah kaumnya karena perkataannya yang lemah lembut, akhlaqnya yang utama, sifat-sifatnya yang mulia. Beliau adalah orang yang paling utama kepribadiannya, paling bagus akhlaqnya, paling terhormat dalam pergaulannya dengan para tetangga, paling lemah lembut, paling jujur perkataannya, paling terjaga jiwanya, paling terpuji kebaikannya, paling baik amalnya, paling banyak memenuhi janji, paling bisa dipercaya. Beliau menghimpun semua keadaan yang baik dan sifat-sifat yang diridhai Allah dan manusia.
Keluhuran akhlaq sangat diperlukan bagi pemuda, sebab mereka akan menjadi tumpuan hidup bagi keluarganya, masyarakatnya, bangsa, dan negaranya, serta umat manusia pada umumnya. Di bagian lain, keluhuran akhlaq diperlukan bagi pemuda lantaran jasad mereka sedang mengalami proses pertumbuhan. Jika dalam proses pertumbuhan itu mereka diisi dengan akhlaq yang baik, maka akan menghantarkan jiwa mereka menjadi baik. Hidupnya menjadi bermakna, hati, pikiran dan perasaannya bersih, penuh kasih sayang, tidak sombong, selalu berbuat baik kepada orang tua, konsisten kepada kebenaran dan selalu bertaqwa kepada Allah. Itulah beberapa karakter kehidupan pemuda pembelajar yang terukir indah kalam khasanah sejarah umat manusia. Pemuda-pemuda pilihan yang namanya telah diabadikan alam pentas kehidupan manusia sejak dahulu kala.
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.