Mengatur kebiasaan = mengubah nasib
12 Juli 2008 at 8:17 am | In Hikmah |Mau dibawa kemana hidup kita tergantung diri kita sendiri. Apakah mau suksesatau biasa saja sesuai dengan filosofi air mengalir, pilihannya ada di tangan kita. Tetapi bila kita ingin menjadi seorang yang luar biasa, hidup harus direncanakan. Terapkan kebiasaan berikut:
- tulis tujuan hidup kita. Kalau tidak mau hidup kita biasa-biasa saja, mulailah menulis apa tujuan hidup kita sekarang juga. Buatlah rencana sebelum bekerja. Rencana yang dibuat meliputi jangka pendek dalam hitungan minggu, bulan atau setahun mendatang, serta jangka panjang mulai dari 5-10 tahun mendatang. Semakin terencana, semakin memudahkan kita untuk menentukan prioritas dan mencapainya.
- mengatur waktu. Meski sudah ada perencanaan, namun jangan sampai kita harus diperbudak untuk mencapainya. Tercapai harus, tetapi harus mengatur waktu sebaik mungkin, sehingga kita tetap memiliki waktu relaks untuk diri sendiri dan keluarga. Yang paling penting, kenali bio ritme (ritme tubuh) kita. Misalnya pagi hari paling konsentrasi untuk bekerja, gunakan waktu untuk bekerja efektif.
- membuat keseimbangan hidup. Kegiatan kita perlu beragam agar dapat mencapai keseimbangan hidup. Selain bekerja keras, jangan lupa sediakan waktu luang untuk keagamaan atau spiritualitas, kehidupan social, serta liburan bersama keluarga secara berkala. Hal-hal itu saling berkaitan. Bila kita mengurangi bahkan menghilangkan salah satunya akan terjadi kekosongan dalam hidup.
- mengendalikan emosi. Mengumbar emosi dan amarah dapat merusak segala yang kita rencanakan. Marah sebagai bentuk emosi negatif itu manusiawi. Tapi kalau marah itu telah menguasai hati dan kita umbar, dapat merugikan diri sendiri. Jadi, belajarlah mengelola emosi negatif agar dapat tersalurkan secara positif. Jika kemarahan mulai menguasi diri kita, tinggalkan penyebabnya. Tenangkan dengan melihat sesuatu yang berbeda. Setelah reda, kita dapat mengambil keputusan secara tepat.
- hilangkan ketakutan dan kekhawatiran. Manusiawi koq jika kita memiliki kekhawatiran. Tapi jangan berlebihan. Sebab, adakalanya yang kita khawatirkan hanya ada dalam bayangan saja. Serba khawatir dan takut malah akan mengganduli langkah kita melakukan sesuatu yang penting.
Masih belum ada komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
You must be logged in to post a comment.
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.