Sayonara..

26 Nopember 2008 at 2:44 am | In Hikmah | No Comments

100_9773100_9780100_9825

100_9830

 

teman, akhirnya kita berpisah pula…1 amanah telah terselesaikan

meninggalkan kesan dan catatan yang bernilai C, menurutku…

harus kita perbaiki untuk ke depannya…

Keluarga Mahasiswa Kimia…semoga menjadi lebih baik setelah kepengurusan kita…

Dosen Kimia

26 Nopember 2008 at 2:05 am | In tulis iseng | No Comments

100_9668100_9680100_9701100_9682

100_9609100_9698100_96291

itu beberapa ekspresi dosen Kimia ketika diadakan dialog dosen & mahasiswa Kimia…

 

pfiuh,,akhirnya selesai juga..

Tingkah Laku Hewan

26 Nopember 2008 at 1:01 am | In Hikmah | No Comments

 Seekor gajah memiliki jiwa sosial yang tinggi

Hal ini karena gajah sangat sensitif. Ketika salah seekor (kalo manusia: salah seorang J) anak gajah terperosok di dalam kubangan atau lubang, maka tidak canggung lagi kawanan gajah lain akan menolong atau menyelamatkannya. Jika ternyata anak gajah yang terperosok tersebut cidera sehingga tidak dapat berjalan sendiri, maka gajah-gajah yang lain akan menolongnya berjalan dengan menggunakan belalai-belalai mereka atau bahkan mengangkatnya bersama-sama. Sang induk gajah akan merawatnya dengan penuh kasih sayang, tidak hanya terhadap anak gajah yang cidera, akan tetapi terhadap semua anak-anaknya. Sang induk akan menyediakan fasilitas untuk anaknya yang cidera. Sementara itu, anak-anak gajah yang lain akan selalu berada di samping induknya sampai saudaranya yang cidera sembuh dan dapat bermain lagi dengan mereka.

Subhanallah ya? Coba bandingkan dengan kita? Kita lebih sering egois daripada toleran seperti anak-anak gajah itu ya??

 

Percaya dirinya anjing laut saat beraksi

Anjing laut senang memamerkan kebolehannya dan akan merasa sangat menyesal ketika belum selesai melakukan atraksi di depan para penonton. Anjing laut juga akan merasa malu kepada sesama jenisnya ketika gagal di dalam mencetak prestasi. Rasa percaya diri dalam memamerkan kemahirannya itu, sampai pada taraf anjing tersebut bertepuk tangan untuk dirinya sendiri karena telah berhasil melakukan prestasi. Sedangkan satu-satunya hal yang dapat menghentikan anjing laut dari unjuk kebolehan adalah ketika dia terpaksa harus duduk dengan sopan di tengah-tengah penonton sementara di depannya terdapat anjing laut lain yang sedang tampil.

 

Anjing laut imigrasi

Anjing laut adalah binatang laut yang hidup di kutub utara yang sangat dingin. Ketika datang musim dingin, kawanan anjing laut ini melakukan perjalanan meninggalkan kawasan utara menuju daerah selatan yang perairan di kawasan tersebut yang tidak membeku.

Di kawasan selatan yang tidak telalu dingin, spesies ini melahirkan dan membesarkan anak-anaknya. Ketika kaki penopang bayi-bayi anjing laut ini sudah menguat, yaitu di penghujung bulan Maret atau di awal musim April, kawanan anjing laut ini kembali ke daerah asal mereka di kawasan kutub utara. Kawanan anjing laut tersebut berenang menempuh jarak 12.000 mil untuk bisa sampai di kutub utara.

Muncul pertanyaan, kenapa kawanan anjing laut ini harus bersusah payah menempuh perjalanan panjang nan berat ke selatan? Apakah karena anjing laut betina hendak melahirkan anak-anaknya di sana? Atau apakah perjalanan tersebut dilakukan karena takut terhdap hawa dingin kutub utara yang akan membekukan tubuhnya? Kemudian siapakah yang menuntun kawanan anak-anak anjing laut tersebut kembali ke daerah asal mereka di kawasan kutub utara?

 

Subhanallah dengan semua fenomena itu….

 

Diambil dari:

Percaya Enggak Percaya

Muhammad Kamil Abdush Shamad

 

(enggak rugi punya buku ini…)

 

 

 

 

 

 

Asy Syams

26 Nopember 2008 at 12:55 am | In Hikmah | No Comments

 

Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,

dan bulan apabila mengiringinya,

dan siang apabila menampakkannya,

dan malam apabila menutupinya,

dan langit serta pembinaannya,

dan bumi serta penghamparannya,

dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),

maka Allah akan mengilhamkan kpda jiwa itu Jalan kepasikan dan ketakwaannya,

sesungguhnya beruntungkah orang-orang yang menyucikan jiwa itu,

dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

(Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena melampaui batas,

ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,

lalu rasul Allah (Shalih) berkata kepada mereka,”(Biarkanlah) Unta Betina Allah dan minumannya.”

Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka Membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah Menyamaratakan mereka (dengan tanah),

dan Allah tidak takut terhadap akibat TindakanNya itu.

 

Cantiknyaaa…

22 Nopember 2008 at 1:02 am | In Hikmah | No Comments

 

Tadi malam buka-buka computer Ibu. Coba nulis-nulis lagi.. eh, menemukan gambar2 indah ini. Subhanallah.. masya Allah… cantiknyaaa… mereka pun bertasbih atas Keagungan Allah..

Lihatlah dengan mata hatimu,, bunga-bunga ini tak sekedar indah, tetapi juga mereka ‘berbicara’. ‘berbicara dengan bahasa kaumnya. ‘berbicara’ untuk mengagungkan Asma Allah. Padahal mereka tidak berakal… Adakah kita, manusia yang sempurna ini telah mengagungkanNya? Lihatlah…

“”(QS Ali Imran: 190-194)

 

(ini cuma beberapa gambar, masih ada sekitar 1000 gambar bunga lagi….)

flow_006

 

flow_013

flow_023

flow_093

Ada lagi…

22 Nopember 2008 at 12:49 am | In Hikmah | 4 Comments

 

 

Ilmu itu kalo semakin digali, maka dia semakin banyak. Semakin banyak yang tidak kita tahu. Nah, begitupula dengan yang kurasakan sekarang.

Berawal dari skripsi Kiky tentang Green Roofnya. Yupz!!! Green Roof itu jadi salah satu solusi yang tepat guna untuk mengurangi pemakaian AC. Ya, seperti kita tau kalo AC biki ozon bolong. Ah, entahlah reaksi, proses dan factor-faktor lain. Aku ngga’ dong apa lagi. Tapi yang jelas, begitu kata orang-orang fisika, bahwa AC menyebabkan ozon bolong.

Nah, sekarang percaya nggak percaya, ada solusi jitu untuk itu semua. Yak dengan Green Roof itu..

Kalau tidak salah, beberapa waktu yang lalu pernah diberitakan mengenai gedung di Jakarta yang mulai melakukan penghijauan di bagian atap gedung (Green Roofs) untuk sedikit meredam hawa panas dan sekaligus memperindah. Sebenarnya bukan saja untuk gedung melainkan rumah kita sendiri juga bisa melakukan hal seperti ini. Membuat taman diatas atau pada bagian atas rumah yang datar dan memang bisa diletakkan tanaman bukan saja membuat atau rumah anda sedikit lebih indah tetapi juga dapat mengurangi suhu panas yang ada di dalam rumah. Menurut data yang ada, bila tanaman yang ada di bagian atap mempunyai tinggi sekitar 10 cm maka dapat mengurangi pemakaian AC sekitar 25%. Sebuah ruangan yang terletak tepat di bawah Green Roof mempunyai suhu udara lebih rendah yaitu sekitar 3-4° Celcius dibandingkan dengan suhu udara di luar ruangan. Selain memberikan sedikit kesejukkan di dalam rumah, tanaman di atas rumah (green roof) juga dapat mengurangi kerusakan pada atap, misal beton yang retak dan sebagainya. Green Roof juga berfungsi sebagai filter udara yang membuat udara lebih bersih dan sebagai informasi, 1 meter persegi rumput di bagian atap dapat  menghilangkan sekitar 0,2 kg partikel udara yang kotor setiap tahunnya. Tidak banyak tapi kalau semua orang melakukan hal yang sama, tentu akan menjadi perubahan yang berarti bagi bumi kita yang tercinta ini.

Sulitkah membuat taman di atas rumah (atap)? Yang terpenting adalah landasan (atap) yang digunakan bisa menampung air dan tidak bocor serta saluran pembuangan juga penting untuk diperhatikan. Dan yang terakhir, pikirkan caranya bagaimana kita menyiramnya?

Itu yang dikatakan di salah satu blog hasil penelurusanku belum lama ini. Hmmm… sepertinya patut dicoba. Pengen jadi Khalifah al Ardh yang bertanggungjawab kan? Cobalah…

 

euntungan Ekologi

a. Mereduksi “Urban Heat Island Effect”

“GreenRoof” dapat mengendalikan dan menciptakan iklim mikro bertindak sebagai pendingin dan kelembaban udara sekitar. Selain itu dapat juga berperan sebagai penangkap partikel polusi perkotaan dan CO2 yang terdapat pada udara dan debu.

b. Menetralisasi Polusi Suara

Dengan pengaturan desain lansekap melalui komposisi tanaman pada area atap dapat meminimaliskan polusi suara sampai 8 db.

c. Menciptakan Habitat bagi kehidupan Alam Liar

Dengan pemilihan dan konsep desain lansekap taman yang tepat menimbulkan efek positif dengan memperbesar/menambah luas ruang habitat bagi kehidupan alam liar seperti burung-burung di perkotaan maupun fauna lainnya.

2. Keuntungan Ekonomi

a. Penambahan Ruang Aktif

Dengan kreasi para arsitek lansekap mendesain area atap menjadi “taman gantung atau Roof Garden” maka cara ini akan menambah ruang untuk aktivitas interaksi. Hal ini sangat membantu pada daerah perkotaan dimana cadangan tanah tidak tersedia.

b. Meminimaliskan Biaya pemeliharaan dan renovasi

Teknologi “Green Roof” merupakan lapisan “water proofing” hidup berfungsi untuk memproteksi bangunan dari Energi UV ray, temperatur suhu energi matahari yang ekstrem, hasil studi telah membuktikan bahwa dengan adanya lapisan “green roof” ini dapat menambah umur lapisan tradisional “water proofing” berumur lebih dari 40 tahun.

c. Mereduksi Air Buangan

Dengan adanya lapisan “green Roof” dapat memperkecil volume kandungan air akibat curah hujan sebanyak 50-90% dan menjadi lapisan filter bagi partikel-partikel polusi yang terkandung didalamnya.akibatnya Volume air tidak menjadi beban bagi aliran pembuangan.

d. Pendidikan Bagi generasi penerus

Merupakan suatu “Living Monument” bagi pendidikan tentang arti lingkungan hidup bagi generasi penerus.

e. Menambah Nilai Estetika

Nilai estika yang terjadi dengan adanya “roof garden” akan menambah nilai dan harga jual bangunan serta kemudahan pemasaran bagi gedung bagi penyewa.

Tipe “Green Roof”

Berdasarkan dari kedalamanan media pertumbuhan dan tinggi rendahnya intensitas pemeliharaan ‘green roof’ dapat dikategorikan dalam 3 tipe.

1. Intensive Green Roof

2.Semi intensive Green Roof

3.Extensive Green Roof

Kontruksi dari“GreenRoof

Lapisan 1 Water Proof Membrane. Lapisan untuk menutupi keseluruhan permukaan atap.

Lapisan 2 Drainmat. Lapisan. Sebagai tempat/ruang bergeraknya aliran air yang berasal dari air penyiraman dan air hujan menuju ke pembuangan akhir.

Lapisan 3 Filter Cloth. Lapisan untuk memisahkan lapisan‘drainmat’ dan media pertumbuhan.

Lapisan 4 Growing medium. Lapisan tempat pertumbuhan tanaman komposisi tanah dicampur sand,salts,clay,organic matter dan lava rock.

Lapisan 5 Tanaman. Banyak tanaman dapat dipergunakan tergantung dari konsep desain lansekap taman. Hal yang perlu menjadi pertimbangan lain dalam penggunaan “green Roof” adalah arah matahari, arah angina, kondisi temperatur serta kemiringan dari atap bangunan.

Jalan Kaliurang KM 5,5 Gang Pamungkas No 16 A

22 Nopember 2008 at 12:47 am | In Hikmah | No Comments

 “Dari MIPA ke utara terus sampai ketemu bangjo pertama, dari situ ke barat sampe ketemu bunderan belakang fakultas Biologi. Terus ke barat sampe ada pertigaan pertama, ambil kiri, ikuti selokan sampe ketemu jembatan berwarna pink bertuliskan RW 50, masuk terus ke gapura yang juga berwarna pink. Ikuti jalan paving block dan temukan rumah bercat hijau yang ada TKnya. Sampe situ, misscalled saya.”

Itu yang biasa aku katakan pada temanku yang akan main, silaturahim, curhat, ambil undangan, kasih undangan, syuro, liqo’ (ups….). tapi itu dulu… sekarang??

“Dari MIPA ke utara terus sampai ketemu bangjo pertama, itu juga masih ke utara sampai menemukan papan nama Istana Buah. Nah, di utara Istana Buah itu kan ada Mino Bakery & Cake, di sampingnya ada Gang, namanya Gang Pamungkas. Masuk situ, ke barat 2 rumah sampai menemukan rumah berpagar kawat nomor 16 A. Nah, kalo udah sampe situ, misscalled saya.”

Itu yang sekarang aku katakan pada orang yang akan berkunjung ke rumah baruku. Ya, di sanalah aku kini menetap. Setidaknya untuk satu tahun ke depan sebelum aku lulus, insya Allah… di sanalah aku mulai merajut lembaran kehidupan baru bersama Ibu, Mbak Yati, Iis, Ratih dan Ika. Hmmm..awalnya aku berpikir aku berpikir bahwa ini adalah surgaku. Karena memang demikianlah seharusnya rumah berfungsi. Rumahku surgaku, begitu kata pepatah. Sebagai tempat kembali yang menyenangkan. 1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari hingga tepat 10 hari ini aku merasa bahwa betapa besar Kasih Sayang dan Rahmat Allah. Betapa beruntungnya aku memiliki keluarga baru ini. Rumah yang senantiasa bersih, shalat berjama’ah di awal waktu, shalat malam yang indah itu, kultum, saling menasihati, menikmati malam dan pagi yang syahdu di atas atap (sendiri sambil merenungkan Kebesaran Allah), bersama-sama belajar mandiri dan semua aktivitas kurasakan sebagai suatu pembelajaran menuju kedewasaan, kematangan dan kesiapan untuk membawa diri ini menuju RidhaNya. Karena semua aktivitas itu selalu diawali dan diharapkan untuk beribadah padaNya. Subhanallah…benar-benar ikatan yang erat dan contoh sebuah keluarga yang kuidamkan…

Aku tak pernah menyangka semua ini akan terjadi sedemikian cepat. 3 tahun 2 bulan 26 hari aku berada di Umi Azzahro (aku tinggal di sana tepat tanggal 17 Agustus 2005). Kini, tepat tanggal 13 November 2008 aku tinggal di tempat baru. Bersama keluarga baruku. Alhamdulillah… meski kadang aku amat merindukan Umi AzZahro beserta penghuninya…ah…hidup ini memang misteri. Kita tidak akan pernah tau, apa yang akan terjadi sedetik berikutnya. Tidak akan pernah..

Ingin sekali kutulis bagaimana perasaanku saat ini. Entahlah, rasanya selama 1 bulan ini begitu mudahnya hatiku menangis. Mensyukuri setiap NikmatMu, ya Rabb. Menyesali kebodohanku. Meratapi kekosongan ruhku. Memarahi diri yang tak dapat berbuat apapun untuk umat ini.

Rasanya, akupun ingin sekali menyampaikan perasaan cintaku padanya. Pada beliau yang dengan kasih sayangnya membawaku ke lembaran kehidupan baru. Ibu, tahukah Ibu, betapa Imas begitu beruntung bisa membersamai Ibu di sini. Ibu akan selalu ada dalam do’a dan hati Imas, Bu. Imas sayang Ibu karena Allah… (hiks..inget kata-kata Delisa pada Uminya. Akupun ingin kata-kata seperti itu terlontar dari putra & putriku kelak). Ibu, semoga Allahpun menyayangi Ibu…

 

10th night on the Adil Makmur Dormitory

Lovely Umi Az Zahra

17 Nopember 2008 at 2:11 am | In curhat | No Comments

 

Hmmm…teringat tentang kos, aku ingat bahwa dulu pun aku memiliki keluarga kedua di kos. Begitupun saat ini. Setelah ku ingat-ingat ternyata banyak kesamaan karakter yang kuperoleh dari mereka…

Mbak Tyan: karakternya mirip dengan Teh Friestha, pinter bahasa Inggris, sayang bgt sm Mama, pinter masak, lebih suka di kamar dan ekspresif.. satu karakter yang unik, kerena memang everybody is unique. Hmmm..makasih ya Mbak udah banyak mengajarkan arti kehidupan padaku.. oya Mbak, kapan lulus?? Masa’ mo bareng aku?? Aku tunggu undanganmu lho mbak!!!

Ika Kusuma: Teh Wanti abis!!! Suka cerita, cerita yang biasa-biasa aja jadi luar biasa di tanganmu!! Ekspresif pula, so kamu tu sebenarnya punya potensi untuk jadi pengajar TPA (mau kan kan nemeni aku ngajar TPA hehehe…), trus jarang belajar tapi pinter (IPnya tinggi bo!!), apalagi kalo kamu kurangi nge-gamesmu, wah punya potensi untuk Cum laude tuh, yuk bareng-bareng qt lawan rasa males qt??? Aku juga sering males-malesan niy…

Ika Dwi: akhir-akhir ini kamu ringkih ya? Sering sakit-sakitan..jaga kesehatan Bu!!! Jangan hujan-hujanan mlulu (hehehe padahal aku juga hampir tiap hari hujan-hujanan. Oiya, karaktermu ternyata mirip Teh Citra ya?? Ceria selalu, mandiri, cerewet, suka nyubit, suka berantem sama Kiky untuk rebutin aku hehehe aku terlalu manis ya..? jaga baik-baik Kiky ya Ika, suka bandel emang tu anak…

Ncies: ini dia si imut yang pendiam. Ta’ liat-liat karaktermu mirip sama Teh Fiya ya? Kadang kamu tu bisa dewasaaaa bgt, tapi kadang manja setengah mati..hmmm…but it’s okay!! I like it. Aku nyaman di sampingmu, Ncies. Tapi koq, akhir-akhir ini kamu sering telat bangun Subuh?? Oya, Yuk mulai tahajjud lagi? Dulu pas kamarku masih di samping kamarmu, kita sering bangun bareng to??? Smangat terus Ncies!!!

Uun: woi, kepiye sidane, sira kapan balik ning Banjar maning? inyong melo ra apa-apa tah? Ning umah sira akeh buah? Inyong jaluk ya? Hahahaha,,ngapak’ers!!! Lucu kalo denger kamu ngomong. Hmmm..kamu tu pendiem kalo baru kenal, tapi kalo udah kenal kamu tu ternyata ga’ bisa diem. Kepiye tugas-tugase? Inyong iso bantu apa? (hey, ternyata kamu mirip si Batak Maria Jatu Verrany ya??). kurangi nyanyi-nyanyi ga’ jelasmu itu ya… tp perbanyak nyanyi-nyanyi yang jelas whaaahaha..

Winda: Ima, imas dapatkan seseorang yang mirip kamu di sini, yupz dialah Apriel Shiro ku sayang…aku berat meninggalkanmu. Tapi mo gimana lagi… aku sayang winda, tapi juga sayang Ibu… aku usahakan untuk sering ke kos deh…kamu baik-baik ya di kos, jangan berantem terus sama Qiu… oiya, winda udah janji mo shalat subuh di awal waktu lho!!! Ntar beneran shalat ya??? Ta’ misscall lho… Oiya, tombo ati salah satunya adalah shalat tahajjud. Cobain deh.. trus tilawah… rasakan kenikmatannya… tiada duanya deh… bener!!!

Dika: ini dia akhwat keren!! Lulus dalam waktu 3 tahun 6 bulan dengan IPK ga’ kurang dari 3,7!! Subhanallah.. gimana tho cara kamu belajar!!?? Tularin ke aku dunkz!!! Anis, ada saingan rajin belajarmu di sini nih!! Di Annisa kos SMA dulu kamu yang terajin, tapi ternyata Dika ga’ kalah rajin.. ayo Dika nyoba jadi Murabbi!!! Dika, aku titip Kiky dan Winda ya??? Juga anak2 belakang.. bangunin mereka kalo Subuh…

Kiky: kikyyyyyy aku paling berat meninggalkanmu… masa’ di saat kamu kritis begini, kamu koq ta’ tinggal ya? Maap Kiky… kita tetep saling doa aja ya?? Jangan mikir yang itu tuh.. masih banyak yang perlu kita pikirkan… masih banyak masyarakt yang menunggu di-tarbiyah. Let’s it flow… oiya, Kiky itu karakternya mirip Iis, kadang lemot bgt (ampun dah sampe ngalahin rekor komputer pentium 1!!), berantakan bgt (duh, itu kamar apa gudang Bu???), ga’ teratur, mudah kecapekan (tapi keukeuh aja jalan-jalan), sabar, jarang marah dan ”tidak normal”. Ingat Ky, aku dan temen2 masih ”normal” lho!!)

Umi, Khuza , Mas Faqih, Mbah: aku sayang kalian semua. Makasih Umi udah ngajarin imas bagaimana beratnya menjadi seorang Ibu. Imas pengen kayak Umi yang sabar bgt dalam mendidik putra & putri. Imas juga pengen disayang anak-anak imas kelak seperti umi yang selalu disayang Mas Faqih dan Khuza. Maaf ya Umi, imas sering bandel (bandel banget malah), susah diatur, manja, suka bikin keributan, ga’ ngajak-ngajak umi kalo shalat jama’ah, ah dan berbagai macam kesalahan imas yang lain… Bapak, makasih ya udah banyak bantu imas. Pinjemin motor, benerin sepeda imas, kasih info beasiswa dan banyak lagi. Mas Faqih juga, mbak ucapin makasih banyak ya udah jadi adik mbak imas yang baik. Tapi mbak imas belom mengenalmu dengan baik je… maaf ya.. Khuza, ayo dek TPAnya didatangi terus. Masa’ tega liat mbak imas sibuk ngajar sendiri?? Iya kan?? Baik-baik ya sama Mas Faqih, jangan brantem mulu..kasian Umi & Bapak.. Mbah,,,,kulo tresno karo Mbah. Mbah sampun siram dereng sak niki?? Sak niki Mbah masak nopo, Mbah?? Oh nggih, kulo lali asmanipun Mbah sinten nggih?? Matur nuwun sanget atas perhatian selama ini ke imas…. maaf belum bisa jadi cucu yang baik buat Mbah…

Sedih,,,, trnyata hampir 3,5 tahun bersama menjadikan ikatan kita begitu kuat, Kawan!!! Terima kasih telah menjadi saudara selama ini. Maaf ya aku belum bisa menjadi saudara yang baik, belum bisa jadi ketua kos yang baik juga… sering bangunin temen2 pas subuh saat kalian masih enak bobok, suka cerita ga jelas, suka meninggalkan kalian, ga’ perhatian, ga’ peka, dan banyak smua tindakanku yang kurang terpuji lainnya. Mohon dimaafkan…

Teman2, taukan kamu kalo aku berat sekali meninggalkan kalian. Tapi apa yang bisa ku perbuat saat ini adalah demi kemajuan kita. Ga’ mau liat imas tergantung pada orang lain to besok kalo udah gede?? Aku selalu menyayangi kalian…

 

 

Wednesday, November 12th, 2008 at 21:45 p. m. the last night with you in the Umi Az Zahra Dormitory..

 

Last Moment

17 Nopember 2008 at 2:09 am | In Hikmah | No Comments

 

Selalu ada kenangan dalam setiap peristiwa dalam hidup kita. Begitu juga aku. Ketika peristiwa-peristiwa itu diabadikan, sesungguhnya kita telah belajar mengabadikan sejarah. Sejarah hidup kita bersama orang-orang tercinta. Itu yang sedang kurasakan sekarang. Saat merenungkan sejarah hidupku. Flash back mengingat bagaimana aku mengarungi samudra kehidupan ini (ciee..bahasanya berat!!!).

Ketika pertemuan ada, maka kita harus siap dengan segala konsekuensinya: perpisahan. Ya, perpisahan. Satu kata yang mungkin bagi sebagian orang sangat tidak disukai karena kepedihan yang dihasilkan darinya. Mungkin aku juga.

Cerita ini diawali dengan keputusanku untuk bersekolah di sebuah SMANSA Serang. Yang banyak diincar orang (padahal apa ya yang bisa dibanggakan?? Hehehe..). karena jauh dari rumah, aku nge-kos di kos-kosan belakang sekolah. 3 tahun di sana cukup membuatku punya gambaran bagaimana rasanya jauh dari orang tua. Bersama teman-teman dan Teteh-teteh (yang sekarang udah jarang komunikasi karena kesibukan masing-masing) aku berusaha menjalani kehidupan SMA yang katanya penuh warna dan dinamis. Dan memang benar, aku yang kala masuk SMA benar-benar ga’ tau apa-apa, jadi sedikit paham tentang eksistensi diri kita sebenarnya: kita ternyata harus kuat!!! Sedikit demi sedikit aku belajar. Ada Teh Igi, Teh Wanti, Teh Citra, Teh Fiya, Teh Fika, Teh Dede, Teh Lilis, Teh Susi, Teh Fre, Ima, Anis, Iis, Rani yang menemani bagaimana rasanya kita bertahan di tengah goncangan hidup yang kini tengah melanda dunia. Aku pun melewati masa remaja dengan penuh cerita. Bandel, nakal, canda, tawa, nangis, marah, kesal, bingung semua rasa ini pasti ada. Tapi aku adalah imas yang saat itu kelas 2 yang bandel dan keras kepala, mengambil satu keputusan yang lumayan mencengangkan banyak orang: Berhijab!!! Tapi ternyata aku belum tau apa artinya berhijab. Hanya ikut-ikutan saja. Tapi orang lain melihat dari kebandelanku itu dengan kacamata yang berbeda, sehingga dia melihat itulah potensiku. Dengan pendekatan berbeda, dia mulai menyentuh hatiku. Hingga memang benar jika sebuah batu dikucuri air terus menerus akan terlihat juga bekasnya. Aku perlahan-lahan paham untuk apa sih kita hidup??? Itu baru ku ketahui akhir masa SMA yang saat itu pula aku telah diterima di Kimia UGM lewat UM. Hmmm…Hidup itu memang misteri ya??

Awal kuliah pun masih ku lalui dengan masa-masa kebandelan yang tidak pernah habisnya. Hingga seseorang dengan sangat sabarnya mengajarkan bagaimana hidup ini harus diisi. Tahun kedua (tepatnya semester 3 akhir) aku paham dengan makna da’wah. Lagi-lagi aku terlambat dengan semua makna hidup ini. Tapi tak apa-apa yang penting kita istiqamah…

Hmmm… Itu sedikit gambaran kenapa aku sekarang sering berada di luar rumah. Karena da’wah mengajarkan bahwa kita harus terus bergerak. Bergerak mengajarkan kebaikan, mereduksi kebatilan, mengharap Ridha-Nya. Meski kadang harus ada yang dikorbankan. Dan itu benar-benar mengorbankan waktuku di kos. Aku jarang di kos kecuali malam hari. Maka, lagi-lagi aku terlambat menyadari bahwa sebentar lagi aku akan kehilangan keluarga keduaku yang sangat kusayangi saat ini, karena aktivitasku di luar.

Dan cerita sedih ini diawali keputusanku untuk pindah kos untuk menemani Bu Zahara, dosen Fisikaku dulu. Beliau tidak memiliki putra namun punya rumah yang besar. Sehingga rumah itu terlihat sangat sepi dan Ibu meminta aku dan 3 temanku (mahasiswi MIPA) untuk tinggal di sana. Sekalian mengurusi yayasan di sana. Aku merasa bahwa ini adalah batu lonacatan untukku untuk belajar. Belajar mengatur waktu, uang, lembaga, orang lain dan tentu mengatur diriku sendiri agar lebih produktif. Dan itu adalah keputusan yang berat namun harus ku jalani…insya Allah pilihan ini telah kupukirkan masak-masak baik-buruknya. Bismillah,, jadikan setiap nafas kita adalah untuk ibadah dan belajar..!! (wait for next story about my new family on Pamungkas Street…)

 

Kembali ke PangkuanNya

7 Nopember 2008 at 3:14 am | In Hikmah | No Comments

Pagi itu, seperti biasa aku berangkat kuliah bersama Yayangku, itu tu,,sepeda Biru merk Jieyang yang biasa kupakai. cinta deh sama dia, yang selalu setia setiap saat (kayak iklan apa ya? hehe…). Dengan rute seperti biasa, Pogung Dalangan mengikuti Selokan Mataram, Pogung Kidul, Pasca Jembatan MM, Bunderan Bio, turuuuun terus ke bawah sampe depan fakultas Teknik, depan fakultas KU, depan RS Sardjito, depan Mesjid Mardliyyah, pertigaan fakultas KG, trus sampe Sendowo. Nah, di kawasan perumahan Sendowo ini ku lihat dan subhanallah menemukan sesuatu yang ku jadikan pelajaran hari itu.

Karena masih terlalu pagi, aku nyantai aja mengayuh sepedaku. Di tengah asyiknya menikmati udara pagi Sendowo, pandanganku tertumbuk pada seorang adik kecil, kira-kira berumur 2 tahun menangis padahal di sekelilingnya banyak orang-orang. Ibu, ayah, kakek, nenek, bu lik, pak lik, pak dhe, bu dhe atau mungkin tetangganya ada di situ. apa yang dia inginkan? Yupz, Ibunya!! dia nangis minta digendong ibunya. Sedikit aku tersenyum melihat kelakuan adik kecil itu. Udah. yang kulihat pagi itu di Sendowo cuma segitu. Tapi efeknya luar biasa. Aku menemukan spirit itu: bahwa sebesar apapun kita, pasti akan kembali padaNya. Kembali ke PangkuanNya.

ketika kita kecil, yang kita cari untuk berlindung adalah orang tua (seperti adik kecil itu). Kemudian sudah besar, sudah mandiri, yang kita cari siapa lagi kalo bukan Dia, sang Pecinta Sejati? Itulah aturanNya.

Kembali-lah ke PangkuanNya, kawan…kembali untuk menceritakan masalahmu, kembali hidupkan malam-malammu dengan berkhalwat denganNya, kembali meminta PadaNya, kembali MencintaiNya setulus hati, kembali Merindukan WajahNya, kembali membuatNya Tersenyum, kembali semangat mempersiapkan pertemuan agung DenganNya, kembali ikhlas KarenaNya, kembali hanya UntukNya…

mari Kembali ke PangkuanNya, kawan…

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.