Demi Ruh*
12 Januari 2009 at 3:11 am | In Tulis Iseng | 2 CommentsMata kosong menatap masa di hadapan
Hati keas yang hampa tanpa rasa
Kaki terus melangkah tapi tanpa arah
Merebak kecemasan menghujam
Haa..haa…menghujam
Haa..haa..meresahkan
Hati kecil bicara, tapi tanpa kata
Air mata menghilang, entah kemana
Tangan kanan berontak, tapi tak kuasa
Jantung berdegup kencang, melayang
Haa..haa..melayang
Haa..haa…
Rengkuhlah diriku Illahi
Dekaplah jiwa hamba yang mendambakan cinta kasihMu
Haa…haa…aaa
Haa…haa…aaa
Damaikan hatiku Illahi
Segarkan jiwa hamba tuk menapak perjalanan suci
Haa…haa..aaa
Haa…haa..aaa
Seberapa kali kisah hidup membuatku terhentak
Tenggelam dalam dimensi hidup terpenjara dunia
Menangis tertawa, bahagia kecewa
Datang silih berganti keringkan air mataku dan lemahkan benteng imanku
Aku tlah mengoyak bersih jiwaku dari jiwaku
Aku telah mengoyak suci CintaMu dari cintaku
Demi ruh yang ada dalam diriku
Aku harus berdiri…
Buang segala musuhku…
Kembali pada CintaMu
*album Berhenti Sejenak-nya Justice Voice
Saatnya Tiba (You’re Not Alone Now)
12 Januari 2009 at 3:07 am | In Curhat | 4 CommentsSelama ini..
ku mencari-cari,
teman yang sejati
buat menemani
perjuangan suci..
besyukur kini..
PadaMu Illahi
teman yang dicari
selama ini
telah ku temui
(ini lagunya siapa gitu..lupa..tapi pernah denger di radio dulu pas awal-awal kuliah…)
tidak biasanya aku memilih duduk di sampingnya. Tepat di sampingnya. Rasanya ada sesuatu yang berbeda darinya hari itu. Ya, di forum mingguan itu. Di lokus-lokus terkecil sebuah majelis ilmu, iman dan ukhuwwah itu. Sesi demi sesi terlewati dengan kadang diselingi canda, tawa dan air mata. Tibalah sesi Qadhaya wa Rawa’i. Satu per satu menyampaikan aktivitasnya pekan ini. Tiba saatku. Biasa aja. Tak ada yang spesial. Lalu tiba saatnya, karena dia tepat di sampingku.
Ku tatap matanya. Rasanya ada yang berbeda. Tiba-tiba aku takut kehilangannya. Ku peluk dia. Terus ku cubit pipinya. Dia memulai bercerita..
“ini Qadhaya sekaligus rawa’i” katanya
“biasalah. Udah selesai ujian. Tanggal 25 aku ada di rumah. Walimahan Abangku” dia meneruskan ceritanya.
Aku langsung menimpali,”lho, bukannya udah?”
“itu kan di Subang, sekarang giliran di Jakarta.” Katanya lagi
“iya, jadi kan tanggal 25 itu Abangku walimahan dan aku pun akan melangsungkan akad sekaligus walimahanku.” Lanjutnya..
Deg,,aku langsung terhenti dari mengunyah rambutan, begitu pula dengan teman-temanku yang lain. Yang tadinya ribut sendiri. Hening seketika.
“serius?”
“masa sih?”
“apaan?”
“beneran?”
Dan berbagai macam komentar lain terucap di sana….
Akhirnya dengan bibir bergetar dan wajah yang tidak dapat disembunyikan ketegangannya, dia mulai bercerita proses itu. 6-30 November. 2 kali ta’aruf. Insya Allah mantap melanjutkan perjalanan ke biduk rumah tangga Ahad, 25 Januari 2009. Barakallah, ukhti…. Ku peluk tubuh mungilnya. Ku cium pipinya. Ku elus kepalanya.. Insya Allah aku akan datang di hari bahagiamu itu…
Barakallahu laka wa baraka ‘alayka wa jama’a bainakuma fii khairiin
Aku akan kehilanganmu, Ukhti. Ah tidak, kita kan masih satu forum mingguan (wah, satu forum dengan ummahat niy..). Kita kan masih dipersaudarakan naqib kita yang dulu (seperti Rasulullah yang mempersaudarakan Sahabat Anshar dan Muhajirin). Kita kan masih akan sering SMSan (ngabisin bonus SMSku). Kita kan akan sering bertemu di desa binaan kita (ingat, kita punya prosidu lho!!). Kita kan akan sering spreading bareng lagi (prosima..prosima..). Wokey?? J
(jadi inget, pernah ada SMS lucu dari teman satu jurusan : “Imas, ku dengar kamu akan menikah ya? Kapan? Undangannya ya…”
“Hahaha…kabar burung dari mana tu? Lulus dulu lah…” ku balas SMSnya)
Yah, as soon as possible-lah. Udah punya calon kok. Di Lauh Mahfuzh sana pasti udah disiapkan Allah…seseorang yang terbaik untukku.
(lagi sensitif dengan kata-kata “menikah”)
Jadi inget sebah artikel yang dari duluuuu banget ku simpan di flash disk ku
“Diantara tanda-tanda kekuasaan Allah, ialah diciptakannya pasangan-pasanganmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung padanya. Dan Allah menjadikan di antara kalian perasaan tenteram dan kasih sayang. Pada yang demikian ada tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (QS ArRum: 21)
Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah bersabda: “Tiga orang yang selalu diberi pertolongan Allah adalah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah, seorang penulis yang selalu memberi penawar & seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya” (HR Thabrani)
Banyak jalan yang dapat menghantarkan orang kepada peminangan & pernikahan. Banyak sebab yang mendekatkan dua orang yang saling jauh menjadi suami istri yang penuh barakah & diridhai Allah.
Ketika niat sudah mantap & tekad sudah bulat, persiapkan hati untuk melangkah ke peminangan.
Dianjurkan, memulai lamaran dengan hamdalah & pujian lainnya kepada Allah SWT. Serta Shalawat kepada Rasul-Nya. Abu Hurairah r.a. menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Setiap perkataan yang tidak dimulai dengan bacaan hamdalah, maka hal itu sedikit barakahnya (terputus keberkahannya)” HR Abu Daud, Ibnu Majah & Imam Ahmad.
Manfaat menikah di usia muda:
1. Menjaga kesucian fajr (kemaluan) dari perzinaan serta menjaga pandangan mata. (QS 24:30-31)
2. Dapat melahirkan perasaan tentram (sakinah), cinta (mawaddah) dan kasih sayang (rahmah) dalam hati. (QS 30:21)
3. Segera mendapatkan keturunan, dimana anak akan menjadi Qurrata a’yunin (penyejuk mata, penyenang hati) (QS 25:74) Karena usia yang baik untuk melahirkan bagi wanita antara 20-30 tahun; diatas umur tsb akan beresiko baik bagi ibu maupun sang bayi.
4. Memperbanyak ummat Islam, seperti yang dipesankan Rasul beliau akan membanggakan jumlah ummatnya yang banyak nanti di akhirat.
Kemuliaan menikah: “Barang siapa menggembirakan hati istri, (maka) seakan-akan menangis takut kepada Allah. Barang siapa menangis takut kepada Allah, maka Allah mengharamkan tubuhnya dari neraka. Sesungguhnya ketika suami istri saling memperhatikan, maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan penuh rahmat. Manakala suami merengkuh telapak tangan istri (diremas-remas), maka berguguranlah dosa-dosa suami-istri itu dari sela-sela jarinya.” (HR Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri r.a.)
Juga dapat ditambahkan, bahwa Islam memberi nilai yang tinggi bagi siapa yang telah menikah. Dengan menikah berarti seseorang telah melaksanakan separuh dari agama Islam, tinggal orang tsb berhati-hati melaksanakan yang separuhnya lagi agar tidak sesat.
Rosul SAW bersabda: “Barang siapa menikah, maka dia telah menguasai separuh agamanya, karena itu hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.” (HR Al Hakim)
So, tidak ada alas an lagi bagi yang sudah siap dan mampu, menikahlah!!
Boikot Produk Amerika (yang membiayai invasi Israel ke Palestina)!!
8 Januari 2009 at 9:50 am | In Hikmah | 1 Comment
McDonald’s, KFC, A&W, dan produk lainnya masih tenang mengeruk uang rakyat Indonesia. Bagaimana di negara lain?
Para ulama Hamas, Al Ikhwanul Muslimin dan berbagai organisasi perjuangan Muslimin di Timur Tengah telah menyerukan boikot terhadap produk-produk yang mendukung negara Zionis Israel. Syeikh Yusuf Qardhawi telah mengeluarkan fatwa yang sangat rinci mengenai seruan ini.
Qardhawi mengatakan, haram hukumnya ummat Islam membeli produk dan barang dagangan Yahudi dan Amerika, dan menganggapnya itu sebagai salah satu dosa besar. Dia menambahkan, bahwa jihad sekarang ini hukum fardhu `ain (wajib) karena Yahudi menghalalkan segala apa yang diharamkan dan tidak mengindahkan norma-norma moral dan nilai-nilai kemanusiaan serta hukuman internasional.
Produk-produk Amerika perlu diboikot, karena negara ini ikut membiayai negara Israel, berupa bantuan keuangan tiap tahun. Bahkan sebagian anggota Kongres Amerika kini sedang berusaha agar Presiden George W Bush menaikkan bantuan kepada Israel. Program bantuan luar negeri tahun 2002 yang telah disetujui Presiden Bush adalah US$ 2,04 miliar untuk bantuan militer dan US$ 730 juta bantuan keuangan, adalah hampir 20% dari total bantuan luar negeri Amerika ke seluruh dunia.
Bentuk gerakan boikot yang paling sederhana adalah dengan tidak membeli produk-produk buatan Amerika dan Israel, atau produk dari negara manapun yang berhubungan baik dengan Israel. Hubungan itu bisa berbentuk kerja sama dagang, investasi, maupun pengembangan produk. Setiap Muslim bisa menahan diri untuk tidak membeli kebutuhan sehari-hari berupa makanan, minuman, atau pakaian yang bertanda “made in Israel” atau “made in USA” atau merek-merek yang memang dikenal berasal dari jaringan kedua negara itu.
Misalnya, boikot terhadap perusahaan retail multinasional Marks & Spencer, asal Inggris, segera terjadi begitu perusahaan itu diketahui melakukan perdagangan dalam jumlah yang sangat besar dengan Israel. M&S juga secara sengaja mempromosikan perdagangan antara Inggris dan Israel. Bahkan di markasnya di London, secara terang-terangan M&S mengumumkan bahwa sebagian besar keuntungan yang didapat dari ribuan outletnya di seluruh dunia pada hari Sabtu Minggu, akan disumbangkan bagi Israel.
Philip Morris, pabrik rokok terbesar di Amerika juga melakukan hal yang sama. CIA, Badan Intelejen Pusat Amerika Serikat berhasil mengungkap bahwa Philip Morris menyumbangkan 12% dari keuntungan bersihnya ke Israel. Jumlah perokok di seluruh dunia mencapai angka 1,15 milyar orang, 400 juta diantaranya adalah perokok Muslim, berarti 35% dari jumlah perokok dunia. Laba yang diraih oleh produsen rokok bermerek Marlboro, Merit, Benson, L&M itu setiap bungkusnya mencapai 10%.
Amerika menjadi sasaran boikot, juga karena negara itu secara `istiqamah’ menjalankan kebijakan membantu Israel mati-matian. Baik dari segi keuangan, militer, politik dan lain-lain. Boikot ini bisa dilakukan dengan tidak membeli produk-produk dari restoran fast-food Amerika yang memang terkenal di seluruh dunia. Misalnya McDonald’s, Kentucky Fried Chicken, A&W dan lain-lain. Tingkat efektivitas boikot seperti ini baru akan terasa bila dilakuan selama beberapa tahun, dan tersedia cukup alternatif agar orang tak mudah tergoda untuk membeli produk-produk Amerika itu.
Ada beberapa keberhasilan yang dicatat. Supermarket Sainsbury’s asal Inggris terpaksa menutup semua outletnya di Mesir, sesudah beberapa bulan diboikot, meskipun perusahaan itu membantah bahwa mereka didukung negara Zionis.
Maskapai penerbangan American Airlines yang hendak mengambil alih TWA (Trans World America) disarankan untuk menutup jalur penerbangannya ke Tel Aviv, meskipun jalur itu termasuk jalur yang laris. Lobi Zionis meyakini hal itu disebabkan meluasnya gerakan boikot terhadap semua perusahaan Amerika yang berhubungan dengan Israel.
Jubilee Awards
Menurut situs internet Virtual Israel pada 14 Oktober 1998, Perdana Menteri Benyamin Netanyahu menganugerahkan penghargaan tertinggi dari “Negara Israel” kepada sekelompok tokoh bisnis internasional. Jubilee Awards nama penghargaan itu, menandai hari ulang tahun negara Zionis itu yang ke-50. Tujuannya untuk menghargai tokoh-tokoh dan perusahaan itu atas usaha terbaik mereka memperkuat ekonomi Israel, melalui penanaman modal dan hubungan dagang.
Di antara yang menerima penghargaan itu adalah sebagai berikut:
Harry Stonecipher dari perusahaan industri pesawat terbang Boeing
Dr. Ferdinand Piech dari perusahaan mobil Jerman Volkswagen AG
Sir Richard Greenbury dari perusahaan retail Marks & Spencer
Nicholas Frank Oppenheimer dari perusahaan berlian De Beers Consolidated Mines Ltd
Peter Brabeck-Letmathe dari perusahaan susu dan makanan Nestle S.A.
Franck Riboud dari perusahaan makanan dan minuman Danone
Richard H. Brown Esq dari perusahaan telekomunikasi Cable & Wireless
Christopher C. Galvin dari perusahaan telekomunikasi Motorola Inc.
Ted Leonsis dari perusahaan sistem komputer dan internet AOL studios
Dr. Heinrich Von Pierer dari perusahaan telekomunikasi Siemens
Pascal Castres dari perusahaan kosmetika St Martin L’Oreal
Roger S. Fine perusahaan produk kebutuhan bayi dan balita Johnson & Johnson
Lucien Nessim perusahaan pakaian dan makanan Sara Lee
Robert P. Van der Merwe dari perusahaan kebutuhan rumah tangga Kimberley-Clarke Eropa
Salah satu penerima Jubilee Award itu, Robert P van der Merwe adalah Presiden perusahaan Kimberly-Clark Eropa. Kimberly-Clark adalah salah satu perusahaan terbesar di dunia pada bidangnya dengan keuntungan US$14 miliar per tahun. Merek ini memiliki produk di hampir semua jenis kebutuhan sehari-hari yang ada di semua pasar swalayan. Di antaranya adalah tisu Kleenex, produk-produk bermerek Andrex dan Kotex, juga produk-produk kebutuhan bayi Huggies.
Di antara para penerima Jubilee Award itu, bukan saja melakukan hubungan dagang dengan Israel, tetapi juga melakukan investasi di negeri itu. Di antaranya Motorola dan perusahaan yang berafiliasi dengan General Motors, Delco, sedang mempersiapkan pembangunan pabrik microchip senilai US$ 1 miliar di Israel. Intel mengumumkan rencananya membangun sebuah pabrik senilai US$ 1,6 miliar. Volkswagen berencana melakukan investasi senilai US$ 210 juta pada sebuah pabrik barang-barang logam magnesium di dekat Laut Mati.
Perusahaan tenaga listrik Israel Bezel yang bermitra dengan AT&T yang di dalam kemitraan itu juga melibatkan British Telecom. AT&T, yang merupakan perusahaan raksasa asal Amerika, akan menjadi host bagi jaringan internet dan komputer Angkatan Bersenjata Israel (Israeli Defence Force). Keputusan itu menyusul sebuah serangan yang dilancarkan para hacker komputer yang berhasil melumpuhkan situs internet AB Israel itu. Hal ini dikonfirmasi sendiri oleh pihak militer Israel pada 26 Oktober 2000.
Perhimpunan Muslimin Amerika untuk Yerusalem telah mengeluarkan pernyataan pers, berupa seruan untuk memboikot perusahaan kosmetik Estee Lauder. Ronald Lauder, CEO Estee Lauder International adalah seorang Zionis yang bekerja sama dengan lembaga Israel yang kegiatan utama menjarahi tanah-tanah Palestina, bernama Dana Nasional Yahudi (Jewish National Fund). Lauder juga secara terang-terangan menentang hak orang-orang Palestina untuk kembali ke kampung halaman.
Ada banyak LSM internasional yang menjadi sponsor gerakan boikot besar-besaran ini. Di antaranya Pita Hijau (Green Ribbon) dan Komisi Hak-hak Azasi Manusia Islam (Islamic Human Rights Commission), Islamic Party of Britain, Forum Hak-hak Azasi Muslim Internasional (International Muslim Rights Forum: IMRF) yang bermarkas di Teluk. Lembaga yang terakhir ini telah melancarkan sebuah kampanye boikot besar-besaran pada produk-produk Amerika terkenal.
Produk-produk itu adalah maskapai penerbangan TWA yang kini sudah bangkrut dan tutup. Pakaian jeans Levi’s dan Wrangler, industri perbankan Citibank, minuman ringan Coca Cola, Sprite, Fanta, Maxwell House Coffee, serta produk-produk kebutuhan bayi Pampers. Mobil-mobil buatan GM, Ford, DaimlerChrysler, peralatan kosmetik Revlon, Estee Lauder. Kartu telepon internasional AT&T, rokok Marlboro, produk pembersih Ariel serta produk telepon genggam yang sedang laris di tanah kita Nokia.
Anjlok 40%
Sebuah laporan di Amerika menyatakan bahwa kampanye boikot terhadap produk-produk Amerika di negara-negara Arab telah mengakibatkan kerugian sampai 40% dalam dua bulan terakhir ini.
Laporan itu dikeluarkan oleh Dewan Nasional Amerika untuk Hubungan AS-Arab, menyatakan bahwa penjualan barang-barang seperti mobil, minuman, dan makanan di kawasan Teluk telah menurun sampai 40% karena kampanye itu.
Laporan yang disusun oleh John Anthony, ketua dewan itu, mengatakan bahwa kampanye tersebut berhasil karena ceramah-ceramah agama dan berbagai organisasi mahasiswa telah menyebarluaskan daftar produk-produk Amerika baik di mimbar-mimbar, di kampus, di sekolah-sekolah, internet, dan SMS.
Laporan itu dipublikasikan suratkabar Uni Emirat Arab Al Ittihad, 21 April lalu, dan mengatakan bahwa sebagian perusahaan restoran fast-food itu telah mengumumkan bahwa sebagian dari keuntungan mereka akan disumbangkan kepada rakyat Palestina. Beberapa perusahaan mobil Amerika juga telah menurunkan harga jual mobil-mobilnya.
Jaringan restoran McDonald’s dan Kentucky Fried Chicken dilaporkan yang paling parah terkena akibat kampanye itu. Laporan itu mengutip pernyataan para pengelola restoran tersebut, bahwa kampanye boikot bukan saja diikuti oleh warga Arab setempat tetapi juga oleh wisatawan dan pekerja asing.
Laporan itu mengatakan bahwa masa depan kepentingan Amerika di kawasan Teluk mengkhawatirkan, karena kampanye boikot itu diperkirakan juga bakal menyentuh bentuk-bentuk perdagangan lainnya seperti pertahanan, investasi, kerja sama teknologi, waralaba. Apalagi beberapa saat sebelum selesai dari jabatannya Presiden Bill Clinton menyatakan dukungannya bila Israel mau memindahkan ibukotanya dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Sementara itu, tuntutan bangsa-bangsa Uni Emirat Arab agar kehadiran tentara Amerika di Teluk segera diakhiri juga semakin menguat. Bahkan mereka mendesak agar kerja sama militer antara Teluk dan Amerika dikurangi.
Kebanyakan warga Emirat yang diwawancarai situs IslamOnline.com mengakui sulitnya mengenyahkan angkatan perang AS dari Teluk, tetapi bila pemerintah-pemerintah di kawasan Teluk bisa mengurangi kerja sama militernya dengan AS, maka mereka akan mendapat dukungan dan legitimasi yang lebih kuat dari rakyatnya.
Bagaimana dengan di Indonesia? Kita tunggu gerakan boikot besar-besaran itu.•
Diolah dari situs The Friends of Al-Aqsa, Inovative Minds, Eramuslim.com, dan The Washington Post

Bila Waktu Tlah Berakhir
5 Januari 2009 at 2:58 am | In Hikmah | 1 CommentBagaimana kau merasa bangga akan dunia yang sementara?
Bagaimanakah bila semua hilang dan pergi meninggalkan dirimu?
Bagaimanakah bila saatnya waktu terhenti tak kau sadari?
Masihkah ada jalan bagimu, untuk kembali mengulangkan masa lalu…
Dunia..dipenuhi dengan hiasan..
Semua dan segala yang ada akan kembali PadaNya..
Bila waktu tlah memanggil, teman sejati hanyalah amal
Bila waktu tlah terhenti, teman sejati tinggallah sepi…
Benar kata Opick dalam lagunya di atas. Kadang kita lalai dengan apa yang kita kerjakan. Merasa amal sholeh udah banyak. Merasa tak pernah berbuat dosa. Merasa bahwa dunia ini adalah segalanya. Dunia yang akan memberikan harapan lebih pada manusia-manusia yang tidak berpikir. Akankah kita termasuk di dalamnya?
Sebuah perenungan mesti kita lakukan. Berhenti sejenak untuk menghela napas. Napas yang hampir habis dan menghabiskan ruh kita. Perjalanan panjang yang kadang menjemukan. Jumud. Namun, bagi seorang mukmin sudah seharusnya bahwa terminal dari perjalanan panjang itu adalah kampung akhirat. Sehingga setiap jenak perjalanan panjang kita, akan selalu membawa energi tesendiri yang akan membawa kembali ruh yang hilang itu…
Teringat sebuah Firman Allah yang mengingatkan kita:
“Dan sesekali bukanlah harta dan bukan pula anak-anak (kamu) yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun, tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, mereka itulah yang akan memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga).” (QS 34:37)
Ah, memang dunia itu hanya tipuan belaka. Dunia yang akan melenakan kita. Dunia yang akan menjauhkan kita dariNya. Namun, bukan berarti kita harus meninggalkan dunia. Bukan. Justru sebaliknya, seharusnya dunia yang harus menjadikan jembatan bagi kita untuk mendapat Surga. Karena manusia diciptakan bukan untuk kesia-siaan. Tapi untuk beriman kepada RabbNya. Dan untuk lulus dari ujian iman itu, Allah telah mempersiapkan tes untuk kita. Bukankah Allah telah Berfirman:
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan, “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS 29:1)
Maka, mari persiapkan diri kita untuk menjalani tes itu. Tes yang ternyata sudah kita alami semenjak kita akil baligh. Semenjak kita mengikrarkan syahadat. Semenjak dalam kandungan ibu.
Mari persiapkan diri kita untuk Bertemu DenganNya. Persiapkan diri sebaik-baiknya untuk Yaumul hisabNya. Untuk semuanya.
(ya Allah, aku telah beruban!!! 2 uban di sela-sela rambutku!!!)
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.