Pengaruh Pemakaian Kosmetik Pada Remaja

30 November 2011 pukul 1:28 pm | Ditulis dalam Chemist | Tinggalkan komentar

Kehidupan remaja saat ini sangat berbeda dengan kehidupan remaja pada masa sebelumnya. Penggunaan kosmetik yang sudah dimulai pada usia dini, yang semestinya belum pantas untuk digunakan oleh anak pada usia dini. Tetapi pada kenyataannya, sesuai dengan apa yang kita lihat dan saksikan bersama, ternyata bahwa anak usia dini telah menggantungkan hidupnya dengan penggunaan kosmetik-kosmetik. Padahal kosmetik-kosmetik ini terkadang kita tak pernah memperhatikan apa kandungan-kandungan yang terkandung dalam produk-produk kosmetik tersebut. Sejauh ini, memang belum banyak ditemukan efek-efek negatif yang ditimbulkan dari penggunaan produk-produk kecantikan tesebut. Tetapi sebagai makhluk sosial dan makhluk yang menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bagian dari hidupnya, maka meneliti dan menguji bagaimana pengaruh-pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh pemakaian produk-produk kecantikan tersebut selayaknya dilakukan. Agar kelak tidak menimbulkan efek negatif atau setidaknya kita mencegah, karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

Sebuah tulisan yang dimuat oleh sebuah situs digital, tentang adanya percepatan masa pubertas yang dipengaruhi oleh pemakaian produk kosmetik tersebut. Telah dilakukan riset oleh sejumlah peneliti yang melakukan penelitian dengan melibatkan 1151 remaja berusia 6-8 tahun di New York City, Cincinnati dan California Utara. Dalam tes urin mereka ditemukan tiga jenis zat kimia yang sering terdapat dalam produk kosmetik, yakni phenols, phthalates dan phytoestrogen. Para peneliti menemukan bahwa zat-zat kimia tersebut banyak ditemukan pada beragam produk kosmetik, seperti cat kuku, kosemtik, parfum, lotion dan sampo. Beberapa jenis produk kosmetif juga menggunakan zat kimia itu.

Pada periode remaja, menggunakan produk kosmetik yang digunakan terus menerus, seperti menjadi kebutuhan primer. Setiap perubahan waktu atau musim, seperti; pagi hari (setelah mandi), siang (sebelum pergi ke setiap tempat), sore dan malam (sebelum menyajikan kepada pihak-pihak atau agenda lain dan sebelum tidur malam).
Tapi, kita tidak pernah berpikir bagaimana bahan kosmetik yang diproses dan bekerja dalam tubuh kita. Sebenarnya, bahan kosmetik itu termasuk semua bagian dari bahan kimia. Bahan kimia ada yang berbahaya, ada juga yang tidak berbahaya. Bagaimana kita bisa tahu tentang itu, tentu kita harus melakukan banyak percobaan dan pengamatan dari masalah ini, dan bagaimana kita bisa memecahkan masalah ini, dengan menemukan solusi yang terbaik. Cara untuk memecahkan setiap masalah tentang efek dari bahan kimia yang merupakan isi bahan kosmetik adalah kewajiban. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita harus mendapatkan dan memiliki substitusi material mereka, yang lebih alami dan bahan yang aman untuk keselamatan untuk kulit sehat, kulit kita khususnya dan tubuh kita umumnya.

Sebenarnya, bahan kimia memiliki aturan penting dalam menginfeksi objek ini. Tercepat periode pubertas berada di usia remaja. Dan dari bahan kimia didirikan tiga bahan kimia dalam bahan kosmetik banyak terdapat fenol, phthalates dan phytoestrogen. Meskipun ada banyak efek lain dari menggunakan bahan kimia yang kandungan dalam produk kosmetik. Fenol yang merupakan salah satu bahan yang terdapat dalam bahan-bahan penyusun kosmetik misalnya, dibandingkan dengan alkohol alifatik lainnya, fenol bersifat lebih asam. Fenol yang terkonsentrasi dapat mengakibatkan pembakaran kimiawi pada kulit yang terbuka. Bukankah ini berbahaya jika dibiarkan? Padahal yang perlu digarisbawahi di sini adalah bahwa kosmetik hanya memberikan efek lokal dan tidak mempengaruhi sistem fisiologis sehingga tidak mungkin kosmetik bekerja secara sistemik (diabsorbsi ke pembuluh darah). Kalau diabsorbsi dan mempengaruhi/memanipulasi sistem fisiologis, sudah tidak bisa dikatakan sebagai kosmetik tetapi disebut sebagai kosmesetika.

Apalagi sekarang ini banyak produsen kosmetik yang tidak lagi memperhatikan keamanan dan keselamatan. Sudah berapa banyak kasus para produsen kosmetik kedapatan mencampur bahan kosmetik dengan bahan-bahan berbahaya seperti merkuri. Padahal merkuri ini berbahaya jika terakumulasi dalam tubuh kita, sehingga tanpa kita sadari, tubuh kita telah banyak menumpuk bahan berbahaya itu. Ditambah dengan sedikitnya pengalaman remaja dalam memilih kosmetik. Lalu, apa langkah selanjutnya dalam mengantisipasi hal tersebut, walaupun pada catatan terakhir, belum terdapat banyak korban dari pemakaian produk-produk kosmetik atau produk kencantikan apalagi di kalangan remaja?

Jika hal ini tidak menjadi perhatian bersama semua pihak, kemudian kita biarkan maka akan menyebabkan efek gunung es bagi remaja. Perlu didikan dari keluarga, dukungan dari sekolah serta lingkungan pergaulan yang memotivasi untuk terus melakukan kebaikan dan kegiatan positif sebenarnya sudah dapat memagari remaja dari fenomena ini. Apalagi dengan adanya mental remaja yang ingin menjadi yang paling menarik dengan menggunakan bahan-bahan kosmetik untuk perawatan mereka untuk menjaga diri menawan, kulit, dan semua bagian tubuh. Jika mental ini terus dipupuk akan menyebabkan remaja tak lagi peduli pada lingkungan karena mereka terlalu sibuk dengan penampilan mereka. Remaja berlomba-lomba untuk menjadikan kulit mereka putih tapi tidak memperbaiki sikap dan hati mereka. Jika hal ini dibiarkan, ini akan mematikan karakter bangsa yang memelihara etika dan moral.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus memperbaiki dan mempercantik diri tapi bukan dengan penggunaan kosmetik yang berlebihan. Memperbaiki dan mempercantik diri dengan terus meningkatkan kompetensi diri sehingga siap bersaing secara global dan memperbaiki sikap diri sehingga karakter pemuda yang senantiasa aktif, produktif dan pantang menyerah terus hidup di diri-diri para remaja itu. Sehingga kegiatan mereka selalu dalam kegiatan yang positif dan mempersembahkan yang terbaik untuk bangsanya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.