RESOLUSI CINTA 2012
19 Januari 2012 pukul 6:16 am | Ditulis dalam Hikmah | 2 KomentarDi tahun 2011 yang telah berakhir ini, hampir setiap hari kita menyaksikan ada saja pejabat atau mantan pejabat dari berbagai institusi baik di eksekutif, legislatif dan yudikatif yang terjerat berbagai kasus. Negeri yang makmur dan melimpah kekayaannya ini justru seperti menjadi kutukan bagi rakyatnya sendiri. Hutan dan pohon-pohon dibabat nyaris habis tandas. Minyak, emas, batu bara dan beragam sumber daya alam terus dieksploitasi dari perut bumi pertiwi tanpa mampu mensejahterakan rakyatnya. Nyaris tidak bersisa untuk generasi anak cucu kita. Betapa dahsyatnya luapan nafsu serakah kita dalam meraup kekayaan dan menyedot habis ubun-ubun sumber daya manusia dan sumber daya alam negeri ini. Kasus demi kasus menggelayuti kehidupan kita. Mulai dari kasus korupsi, penipuan sampai dengan kasus pelecehan seksual. Cita-cita bangsa mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat makin hari semakin jauh panggang dari api. Habis, tandas!
Memang ada sedikit pelipur hati, kadang kita mendengar dan menyaksikan putra putri terbaik negeri ini mengharumkan nama bangsa dengan beragam prestasi, dari seni, olahraga, budaya dan ilmu pengetahuan. Hanya saja, jumlahnya tidak sebanding dengan jumlah penduduknya yang sekitar 240 juta jiwa. Bahkan perebutan kekuasaan dan jabatan merambat sampai ke dunia olahraga, seni dan budaya. Arena dimana seharusnya semua orang bangga melihat prestasi yang diukir daripada politicking dan saling berebut jabatan tanpa rasa malu dan tanpa ada sportivitas.
Tak lupa dalam ingatan kita kejadian-kejadian yang telah berlangsung selama tahun 2011. Mulai dari kisruh Pemungutan Suara Ulang (PSU) dalam Pilkada Bupati Pandeglang, isu suap di DPRD tingkat kabupaten Pandeglang, penistaan agama oleh jama’ah Ahmadiyah, hingga kisruh dan pertarungan politik pada pilgub Banten. Atau dalam aspek sosial kita melihat betapa tingginya angka kriminalitas di Banten, sedikit-sedikit kita mendengar dan melihat berita penganiayaan, pemerkosaan, pembunuhan. Kemana sebenarnya akal dan nurani rakyat kita? Atau dalam bidang kesehatan kita melihat dan mendengar bahwa angka pengidap HIV/AIDS yang semakin melonjak tinggi telah membuat bulu kuduk kita berdiri. Ini semua menjadikan kita seharusnya semakin mawas diri terhadap keadaan. Membuat benteng dan imunitas pada diri kita dan anak-anak kita. Bukan membuat mereka steril, yang membuat mereka menjadi tidak peka terhadap keadaan. Yang membuat mereka mudah sekali terprovokasi dan melakukan tindakan coba-coba. Ini pula yang menjadi penyakit kita di masyarakat: anak-anak kita -para pelajar dan pemuda itu- mudah terpengaruh pada keadaan. Sehingga maraklah tawuran dan perkelahian antar genk. Lengkap sudah penyakit ini menggerogoti. Apa yang sedang terjadi? Apa yang salah dalam diri sebahagian anak bangsa ini?
Kita tidak bisa membiarkan diri kita terus berada dalam keterperosokan. Kita tidak boleh membiarkan bangsa ini menuju titik kehancuran. Pertanyaannya: dari mana kita akan memulai memperbaiki ini semua? Siapa yang akan memulai membenahi? Mari kita memulai langkah awal dengan membangun karakter pribadi-pribadi yang tangguh, berintegritas dan berakhlaq mulia demi tegaknya Indonesia yang berkeadilan dan mensejahterakan di tangan-tangan anak bangsa yang amanah. Mari kita mulai dari diri kita sendiri dan keluarga kita tercinta. Jangan lagi menunda, bersegeralah. Indonesia menunggu! Nyatakan dalam resolusi cinta di tahun 2012 ini dengan karya nyata. Karya yang akan dikenang sepanjang masa oleh anak dan cucu kita. Karya yang akan membuat kita bertahan dan terus bertahan untuk menciptakan cita-cita mulia seperti yang termaktub dalam Pancasila dan UUD 1945.
2 Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan Balasan
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.
merdeka! *eh
“kuntum khairu ummah ukhrijat linnas”, teh…
*bismillah
Comment by sangprofesor— 29 Januari 2012 #
siaaappp…! bismillah
Comment by imas eva wijayanti— 4 Februari 2012 #