inilah kami

11 Februari 2012 pada 10:59 am | Ditulis dalam Hikmah | Tinggalkan Komentar

Bergabunglah bersama kami: Islam
Kami bukan yayasan sosial dan perbaikan, meskipun kerja sosial dan perbaikan adalah bagian dari maksud besar kami.
Kami bukan klub olahraga, meskipun olah raga dan olah rohani menjadi salah satu perangkat terpenting kami.
Kami bukanlah partai politik, meskipun politik sebagai salah satu pilar Islam adalah prinsip kami.
Kami bukan kelompok-kelompok macam itu semua, karena itu semua diciptakan untuk tujuan parsial dan terbatas, untuk masa yang terbatas pula. Bahkan terkadang tidak dibuat kecuali sekedar menuruti perasaan sesaat; ingin membuat organisasi, lalu dihias dengan berbagai slogan dan kelembagaan yang muluk-muluk.
Kami adalah pemikiran dan aqidah, hukum dan sistem, yang tidak dibatasi oleh tema, tidak diikat oleh jenis suku bangsa dan tidak berdiri berhadapan dengan batas geografis. Perjalanan kami tidak berhenti sehingga Allah mewariskan bumi ini dengan segala isinya kepada kami, karena ia adalah sistem milik Rabb Penguasa Semesta Alam dan RasulNya yang terpercaya.
Wahai saudaraku,,,
Janganlah kalian kecilkan arti dirimu, dengan membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain, janganlah kalian tempuh jalan bukan Islam sebagai da’wahmu, janganlah kalian ukur da’wahmu, yang cahayanya diambil dari cahaya Allah dan sistemnya dari sistem yang dibawa Rasulullah, dengan da’wah lain yang munculnya lantaran kebutuhan sesaat dan lalu sirna ditelan masa dan berbagai peristiwa.
Dengarlah, suara da’wah menggema, menyeru kepada kepemimpinan Rasulullah dan keunggulan undang-undang Qur’an, menyeru kepda kebangkitan untuk berkarya dan memurnikan tujuan hanya untuk Allah semata.
Lihatlah darah telah mengalir di jalan Allah dari para pemuda yang suci dan mulia. Lihatlah pula semangat untuk meraih syahid di Jalan Allah telah berkobar.
Ini semua adalah keberhasilan. Sebuah keberhasilan yang lebih besar daripada sekedar dari apa yang kalian nanti-nantikan. Maka teruskan perjuanganmu, berkaryalah secara nyata, sedangkan amalmu sekali-kali tidaklah sia-sia.
Bergabunglah bersama kami, ia telah beruntung sebagai pendahulu. Dan barangsiapa masih enggan bersama kami hari ini, padahal ia seorang yang berhati ikhlas, ia akan bersama kami esok hari. Yang lebih dahulu tentu lebih utama.
Sedangkan barangsiapa yang berpaling dari da’wah kami, baik karena selain tidak punya perhatian, atau karena sombong, atau karena meremehkan, atau karena tidak yakin dengan kemenangannya, maka hari-hari mendatang akan membuktikan bahwa dirinya yang salah besar dan Allah yang akan melempar kebatilannya dengan kebenaran kami lalu Dia hancurkan kebatilan itu dan lenyaplah akhirnya.
Marilah bersama kami, marilah bersama kami, wahai aktivis da’wah dan para mujahid yang ikhlas. Di sinilah jalan lurus itu, di sini pula arah yang lempang, maka janganlah kau bagi-bagi kekuatan dan kesungguhanmu hingga tercecer.
”Dan sesungguhnya inilah jalanKu yang lurus, maka ikutilah ia dan janganlah kamu ikuti jalan-jalan yang lain, karena jalan-jalan itu telah menceraikanmu dari JalanNya. Yang demikian itu diperintahkan oleh Allah agar kamu bertaqwa.” (QS Al An’am: 153)

MENGASAH POLA PIKIR KRITIS PELAJAR DENGAN MENGAJAR INTERAKTIF

11 Februari 2012 pada 10:28 am | Ditulis dalam Chemist | Tinggalkan Komentar

Tidak semua orang suka belajar berlama-lama. Apalagi masa-masa remaja seusia anak-anak sekolah SMP dan SMA. Mereka lebih suka mengisi waktu dengan kumpul-kumpul dengan teman-teman sebayanya atau melakukan kegemarannya dengan tanpa diganggu orang lain. Padahal dengan persaingan dunia yang semakin ketat saat ini, anak-anak dituntut untuk terus belajar. Setiap hari Senin sampai Sabtu jam 7 pagi sampai jam 3 sore. Bahkan dengan sekolah atau les-les tambahan yang diharapkan setelah mengikutinya akan didapatkan nilai yang baik untuk mata pelajaran tertentu yang dianggap momok, matematika misalnya. Bahkan beberapa sekolah menerapkan jam ke – 0 yang menuntut pelajar untuk datang kurang dari jam 7 untuk mempersiapkan kelas dan kadang-kadang diselipi dengan pengajian dan kultum dari pihak sekolah. Sebagian pelajar yang memang menyadari penting pendidikan tentu hal ini tidak menjadi masalah. Mereka menikmati waktu-waktu yang mereka miliki untuk bermain bersama teman-temannya. Namun efek negatifnya mereka menjadi tidak terlalu serius dengan apa yang mereka peroleh. Menjadikan pelajaran sebagai sesuatu yang harus segera dipahami lalu pada saat ujian mereka mengeluarkan apa yang ada di pikiran mereka. Lalu setelah itu mereka melupakan apa yang diperolehnya itu.

Sekolah adalah salah satu dari Tripusat pendidikan yang dituntut untuk mampu mewujudkan output (keluaran) yang unggul. Mengutip pendapat Gorton tentang sekolah, ia mengemukakan, bahwa sekolah adalah suatu sistem organisasi, dimana terdapat sejumlah orang yang bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan sekolah yang dikenal sebagai tujuan instruksional. Hakikat sekolah dan masyarakat dalam kehidupan kita bahwa sekolah adalah bagian yang integral dari masyarakat, ia bukan merupakan lembaga yang terpisah dari masyarakat. Hak hidup dan kelangsungan hidup sekolah bergantung pada masyarakat. Sekolah adalah lembaga sosial yang berfungsi untuk melayani anggota masyarakat dalam bidang pendidikan, kemajuan sekolah dan masyarakat saling berkolerasi.

 

Negara yang kuat memang harus memiliki generasi muda yang cerdas, namun semuanya harus ditunjang moralitas dan etika. Jiwa sportif (jujur) bisa terbangun melalui kegiatan olahraga, sedangkan seni bisa menjadikan manusia lebih beradab dan mengenal etika. Siswa bisa bersaing secara sehat untuk mencapai prestasi. yang lebih penting adalah learning by doing untuk sportivitas. Karena setiap tahun ilmu pengetahuan mengalami kemajuan yang sangat pesat, sehingga para guru juga dituntut untuk menambah pengetahuan. Selain itu mereka juga memiliki kewajiban membina siswanya untuk menjadi generasi cerdas namun memiliki moralitas yang kuat. Ini pekerjaan yang cukup berat bagi para guru. Para pelajar tidak hanya bisa berprestasi di bidang akademik, melainkan mereka harus bisa meraih prestasi di bidang lain seperti seni dan olahraga. Kemajuan suatu bangsa sangat erat dengan kualitas pendidikan pada bangsa tersebut, artinya kemajuan bangsa berarti kualitas pendidikan bangsa itu. Sekolah sebagai  penyelenggara pendidikan jelas tidak dapat dipisahkan dari kualitas pendidikan bangsa. Oleh karena itu sekolah merupakan  salah satu sentral dalam meningkatkan kemajuan bangsa Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari kualitas kepala sekolah, kualitas guru, prestasi siswa dan peran masyarakat sebagai  petunjuk  tingginya kualitas pendidikan.

Selanjutnya, untuk menaikkan kualitas pendidikan, pemerintah pun berupaya untuk menaikkan kompetensi guru. Undang-undang guru dan dosen  tentang sertifikasi guru dan dosen merupakan stimulus dalam upaya meningkatkan kompetensi dan kualitas guru. Dengan standar tersebut diharapkan seluruh guru di Indonesia dapat memiliki kompetensi yang paripurna. Ini menunjukkan betapa besar peranan guru dalam kemajuan bangsa Indonesia. Untuk itu diperlukan upaya terus menerus untuk mengembangkan kompetensi guru, agar dapat memenuhi kompetensi yang diharapkan. Kualitas guru  tidak terlepas dari kompetensi yang dimilikinya. Juga ada guru yang mengajar bukan dari latar belakang pendidikannya, terutama untuk bidang studi umum. Oleh karena itu perlu kegiatan secara terus menerus yang dijadikan tempat guru dalam menempa dirinya bagaimana cara membuat perangkat pembelajaran, bagaimana cara memilih metode pembelajaran dan lain sebagainya. Kegiatan yang dimaksud di atas adalah dengan cara mengajar interaktif. Model pembelajaran interaktif ini sebenarnya baik sekali untuk meningkatkan pemahaman guru tentang pentingnya menanamkan pemahaman kepada siswa serta pentingnya belajar aktif dan mempersentasikan apa yang disampaikannya di depan kelas. Salah satu persiapan dalam pembelajaran ini adalah dengan pembuatan perencanaan pembelajaran sebelum kegiatan belajar mengajar mulai aktif. Tahap awal praktek, kegiatan agak banyak menjelaskan pada siswa tentang cara belajar di lapangan untuk memperoleh pengalaman belajar; seperti bagaimana membuat rencana pembelajaran, silabus, program tahunan, standar KKM dan bagaimana mencatat keberhasilan mengajar dengan teknik analisis data dari siswa. Selain itu, guru juga dapat membuat kesimpulan, berdiskusi dan menyampaikan hasil pembahasan (mempresentasikan) apa yang ditelitinya di kelas.

Hal ini dikarenakan di sekolah-sekolah seuntuk sarana, prasarana yang mendukung sebenarnya sudah ada dan memadai untuk memberikan pemahaman kepada siswa. Hanya saja, seringkali masalah administrasi dari setiap guru menjadikan kualitas guru itu menjadi agak berkurang. Kenyataan yang ada terbalik berdasarkan hasil supervisi terhadap guru masih dominan menggunakan pengelolaan pembelajaran berdasarkan pola lama dan masih dominan menggunakan pengelolaan pembelajaran berdasarkan yang tidak sesuai karakteristik siswa dan situasi kelas. Bila ditelusuri lebih lanjut, faktor yang menyebabkan guru belum mampu melaksanakan pengelolaan pembelajaran dengan tepat karena kemampuan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) belum optimal, bahkan ada yang tidak membuatnya. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sangat penting untuk persiapan mengajar. Guru harus membuat persiapan bagaimana caranya agar sebuah materi dapat diselesaikan dengan pemahaman baik bagi siswa namun juga siswa dapat menjelaskannya dengan kalimat sendiri yang disebarkan dalam bentuk lain. Siswa akan merasakan manfaatnya karena dapat mempersiapkan dan mematangkan materi yang diperolehnya, begitu juga guru akan merasakan manfaatnya karena semakin memahami pentingnya administrasi dalam pembelajaran di kelas.

Jika pelaksanaan pengajaran berbasis interkatif ini sukses, maka hasilnya dapat dilihat melalui keberhasilannya dengan ditunjukkan betapa siswa menikmati apa yang diajarkan guru karena sang guru tidak terlalu cepat atau terlalu lambat dalam menerangkan materi yang harus diajarkan. Ini akan berefek materi tersampaikan secara menyeluruh dan sesuai rencana pembelajaran. Siswa-siswa yang aktif terlibat dalam forum kelas interaktif untuk melakukan kegiatan-kegiatan demi tercapainya kualitas pendidikan yang diharapkan. Forum kelas interaktif dapat menumbuhkan profesionalisme guru. Profesionalisme yang dimaksud adalah guru-guru yang aktif di forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), yaitu antara lain dengan menyiapkan perangkat pembelajaran, mengembangkan pembelajaran berbasis komputer atau Teknologi Ilmu Komputer (TIK), mempunyai etos kerja tinggi, dan mengembangkan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan sehingga tujuan pendidikan berkarakter bangsa dapat tercapai. Pun begitupula yang akan terjadi pada diri siswa yang ternyata akan meningkatkan tanggungjawab dan kemampuan berpikir sistematis agar apa yang diperolehnya dapat disampaikan lagi dengan cara dan bahasa yang berbeda. Hal ini akan menambah nilai pada pemahaman dan kepercayaan diri pada siswa.

Semua hal ini yang membentuk karakter bangsa. Dan karakter bangsa ini ternyata dicetak oleh sekolah, sehingga sekolah tersebut bisa disebut sekolah karakter ketika sekolah tersebut memiliki dan memilih tata nilai yang dia belajar dan mengajarkannya. Tata nilai inilah yang akan diwariskan dan diajarkan serta dipelajari oleh segenap pembelajar di sekolah tersebut. Konsistensi warga sekolah dalam memegang teguh tata nilai inilah yang menjadikan sekolah ini menjadi sekolah yang memiliki karakter tertentu sesuai tata nilai yang dianutnya. Karakter inilah yang akan menjadi ciri khas dan identitas dari sekolah yang bersangkutan.

Nilai-nilai tersebut seperti halnya nilai kebangsaan dan kewirausahaan menjadi indikator sekolah berkarakter bangsa. Indikator standar nilai kebangsaan yang lainnya adalah kedisiplinan siswa dan guru, kebersihan, kesopanan dan kenyamanan sekolah. Misalnya kedisiplinan, bagaimana si guru dan siswa menerapkan disiplin sekolah, seperti kedatangannya terlambat atau tidak dan lain-lain. Hal-hal seperti ini nantinya akan diterapkan secara khusus dan memiliki kelebihan dibandingkan sekolah lain. Sementara nilai kewirausahaan adalah penerapan life skill di sekolah-sekolah. Siswa harus terlibat dalam proses enterpreneurship tersebut. Keterlibatan dalam proses awal hingga akhir, misalnya dalam penjualan produk handicrafts, dalam pembuatan hingga memasarkannya siswa terlibat. Sekolah juga harus memiliki terobosan dalam proses belajar mengajar di kelas dan pendidikan karakter yang telah disusun dengan parameternya ini sudah harus diimplementasikan di sekolah-sekolah tersebut.

Sadar atau tidak apapun yang kita alami adalah konsekuensi dari yang kita pilih untuk dilakukan. Banyak terjadi penyesalan sejatinya timbul dari ketidaksadaran dengan pilihan yang dilakukannnya. Pilihan seseorang terletak dari tata nilai yang dianutnya. Tata nilai yang dianut ini akan membentuk pola pilihan yang akan diambilnya. Kumpulan pilihan yang dilakukannya akan menunjukan karakter orang tersebut. Maka seseorang bisa disebut berkarakter ketika dia memiliki tata nilai yang akan menjadikan referensi bagi dirinya memilih dalam hidup dan kehidupannya.

Dalam memilih nilai sebagai pembentuk karakter, yang akan dipelajari dan diajarkan oleh sebuah lembaga pendidikan tergantung dari pilihan sekolah tersebut mengenai tata nilai apa yang akan diwariskan bagi seluruh warga pembelajarnya. Yang terpenting tentunya pilihan itu dilakukan dengan sadar dengan hitungan konsekuensinya agar tidak menjadi penyesalan di kemudian hari. Mencetak murid menjadi pintar dan cerdas memang menjadi tugas utama para guru di sekolah, namun ada tugas penting yang wajib menjadi perhatian para pengajar yakni membangun generasi yang memiliki karakter, etika dan moralitas. Untuk membangun karakter memang tidak hanya melalui materi pendidikan yang ada, tapi bisa juga melalui pengembangan bakat, baik di bidang olahraga maupun seni. Sebab kedua kegiatan tersebut bisa membuat para siswa memiliki daya saing kuat untuk menjadi yang terbaik.

Oleh karena itu, sejak dini, pembelajaran berbasis pembelajaran interaktif harus diterapkan. Jika dengan kelas berbasis interaktif ini siswa akan terbiasa mempersiapkan apa yang harus disampaikan. Apa yang disampaikan tentu akan membuat hasil yang maksimal. Tentu hal ini juga harus memperhatikan kondisi siswa. Namun jika sudah terbiasa, agar ketika siswa terbiasa, tidak ada lagi beban dalam belajar. Ini membutuhkan usaha yang besar dan berkesinambungan. Namun jangan dulu kita memikirkan bahwa hal ini sulit. Kita harus tetap mencoba. Mengutip kata-kata dari Socrates: ”Coba dulu, baru cerita. Pahami dulu, baru menjawab. Pikir dulu, baru berkata. Dengar dulu, baru menilai. Bekerja dulu, baru berharap” maka jika hal ini dapat dipahami oleh setiap orang, maka tidak ada orang yang mengeluh dengan apa yang harus dilakukannya. Terakhir, mari kita mencoba pembelajaran ini dulu, baru menceritakan pada orang lain dan menyatakan bahwa ternyata hal ini tidak sesulit apa yang kita anggap sulit.

Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.