“Someone Like You”

7 April 2012 pada 3:11 am | Ditulis dalam Curhat | 3 Komentar

I heard that you’re settled down
That you found a girl and you’re married now.
I heard that your dreams came true.
Guess she gave you things I didn’t give to you.

Old friend, why are you so shy?
Ain’t like you to hold back or hide from the light.

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn’t stay away, I couldn’t fight it.
I had hoped you’d see my face and that you’d be reminded
That for me it isn’t over.

Never mind, I’ll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
Don’t forget me, I beg
I remember you said,
“Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead,
Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead, “
Yeah

You know how the time flies
Only yesterday was the time of our lives
We were born and raised
In a summer haze
Bound by the surprise of our glory days

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn’t stay away, I couldn’t fight it.
I’d hoped you’d see my face and that you’d be reminded
That for me it isn’t over.

Never mind, I’ll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
Don’t forget me, I beg
I remember you said,
“Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead.”
Yeah

Nothing compares
No worries or cares
Regrets and mistakes
They are memories made.
Who would have known how bittersweet this would taste?

Never mind, I’ll find someone like you
I wish nothing but the best for you
Don’t forget me, I beg
I remember you said,
“Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead.”

Never mind, I’ll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
Don’t forget me, I beg
I remember you said,
“Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead,
Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead.”
Yeah

 

Heal The World

29 September 2010 pada 1:31 am | Ditulis dalam Curhat | Tinggalkan Komentar

tiba-tiba ingin menuliskan lagu ini di tengah sibuknya dunia sampai-sampai tidak peduli dengan sekitar,,,,ayooo kita bernyanyi,,,


There’s a place in your heart, and I know that it is love
And this place could be much brighter than tomorrow
And if you really try, you’ll find there’s no need to cry
In this place you’ll feel, there’s no hurt or sorrow

There are ways to get there
If you care enough for the living
Make a little space, make a better place

* Heal the world make it a better place
For you and for me and the entire human race

** There are people dying if you care enough for the living
Make a better place for you and for me

If you want to know why, there’s a love that cannot lie
Love is strong, it only cares for joyful giving if we try
We shall see in this bliss, we cannot feel fear or dread
We stop existing and start living

Then it feels that always love’s enough for us growing
So make a better world, make a better world

And the dream we were conceived In will reveal a joyful face
And the world we once believed in will shine again in grace
Then why do we keep strangling life wound this earth crucify
Its soul though it’s plain to see this world is heavenly be God’s glow

We could fly so high let our spirits never die in my heart
I feel you are all my brothers create a world with no fear
Together we’ll cry happy tears see the nations turn
Their swords into plowshares

We could really get there if you cared enough for the living
Make a little space, to make a better place

bersahabatlah dengan bumi :)

Institusi itu bernama Halaqah

8 Juli 2009 pada 9:48 am | Ditulis dalam Curhat | 6 Komentar

diskusi

Aku heran dengan halaqah para ikhwan yang seringkali tidak stabil, tersendat-sendat, atau apapun namanya yang membuat pertemuan pekanan itu menjadi hambar, tak nge-ruh-i, tak terasa ukhuwwahnya. Tengok percakapan-percakapan ini yang sering kudengar:
“Nggak tau Teh. Udah 1,5 bulan nggak liqo’. Mungkin Murobbinya terlalu sibuk.”
Atau pernyataan:
“Ga’ mau liqo’ lagi ah Mbak, aku Cuma mau belajar Bahasa Arab aja…”
Atau kritikan:
“Liqo’ sekarang beda sama liqo’ yang dulu. Liqo’ sekarang ngomongin politik mlulu. Anti liqo’ kenapa? Disuruh? Liqo’ kok ngomongin politik. Liqo’ ya liqo’, politik ya politik. Betul?”
Atau statement:
“liqo’ itu bid’ah. Terlalu banyak mudharatnya.”
Itu sebagian dari banyak pernyataan yang sering menggelitik dan meninggalkan banyak pertanyaan dalam hatiku. Pernyataan-pernyataan itu baik lewat SMS atau langsung. Sedih. Ya, sedih sekali mendengarnya pertama kali. Betapa tidak? Liqo’ menurutku bukanlah lingkaran kecil tanpa arti yang berisi peserta tidak lebih dari 12 orang dengan seorang Murobbi (pembimbing). Tapi harus ada ruh di sana. Ruh kekeluargaan. Ruh ketafahuman. Ruh tarbiyah yang terus tumbuh berkembang menancapkan keimanan, ketauhidah dan akhlaq yang matin (kokoh).
Jika memang banyak orang yang berharap banyak dari liqo’ untuk mendapat ilmu, pernyataan ini sungguh kurang tepat. Karena liqo’ bukanlah sarana untuk mendapat ilmu agama secara khusus. Namun seharusnya ketika kita liqo’, kita harus termotivasi untuk mendapat ilmu agama yang lebih. Termotivasi untuk mengaji di luar. Berlomba-lomba dalam mencari ilmu. Entah itu kursus bahasa arab, tahfizhul Qur’an, tahsin, kajian fiqh dan sebagainya yang memerlukan keseriusan dan ke-intensif-an. Semua itu menjadi kewajiban bagi setiap muslim: thalabul ‘ilmi.
Liqo’ juga jangan dijadikan sebagai alat atau sarana untuk mendapat sesuatu. Tapi jadikan liqo’ sebagai sarana take and give. Jika kita punya sesuatu, baik itu ilmu atau pengalaman, bagilah kepada saudara kita. Tak mau kan kita melihat saudara kita tertinggal? Jika kita merasa kurang, maka pro aktif-lah untuk bertanya dan berbagi. Meskipun itu adalah masalah. Bukankah saudara kita punya hak atas permasalahan kita? Bukankah jika mereka dapat memberi solusi, mereka mendapatkan pahala di Sisi Allah? Ah…
Mungkin ada yang berpendapat juga bahwa liqo’ itu bid’ah, banyak mudharat dan sebagainya. Mungkin juga ada yang berpendapat liqo’ hanya buang-buang waktu dan tenaga. Benarkah seperti itu? Ah, mungkin bagi sebagian orang liqo’ seperti kelompok manusia yang hampir tak berarti apapun. Kalo aku sendiri, sering mengumpamakan bahwa liqo’ adalah sebuah kapal yang sedang menyebrangi samudera luas. Lalu di tengah jalan kapal itu bau karena banyak bangkai ikan, kotor dan bocor. Kebocoran itu lambat laun akan menjadikan kapal itu karam. Lalu apa yang akan kita lakukan padahal kita ada di dalamnya dan daratan masih jauh? Apakah kemudian kita akan memperbaiki kapal itu dengan mengeluarkan air lalu menambal kebocoran? Ataukah kita akan mencebur saja ke laut lalu berenang sendiri menyebrangi samudra luas itu?
Itu sedikit filosofi kapal bau itu. Bukankah solusi atas jawaban itu adalah bagaimana kita harus memperbaikinya? Bukan meninggalkannya?
Jika alasan kita tidak mau liqo’ karena tidak punya waktu, coba kita lihat dan cermati hitung-hitungan ini. Dalam 1 hari = 24 jam. 1 pekan = 7 hari. Sehingga 1 pekan = 168 jam. Padahal liqo’ tidak akan menghabiskan waktu 3 jam tiap pekan atau hanya 1,2 % dari waktu kita per pekan. Wooooow…So, masihkah kita beralasan tidak punya waktu?
Terkait dengan banyak qadhaya (permasalahan) yang kadang membuat kurang nyaman, bukankah seharusnya kita jadikan sebagai ajang untuk belajar menjadi problem solver? Bukankah agama ini adalah nasihat? (lihat dan hafalkan hadits arba’in ke-7).
Ayoooo,,,jadikan liqo’ sebagai majlis iman dan ukhuwwah kita…!!!

lagi maleeess

21 April 2009 pada 3:37 am | Ditulis dalam Curhat | 4 Komentar

apa ya obatnya kalo lagi males begini??

images

- cari inspirasi -

Saatnya Tiba (You’re Not Alone Now)

12 Januari 2009 pada 3:07 am | Ditulis dalam Curhat | 4 Komentar

Selama ini..

ku mencari-cari,

teman yang sejati

buat menemani

perjuangan suci..

besyukur kini..

PadaMu Illahi

teman yang dicari

selama ini

telah ku temui

 

(ini lagunya siapa gitu..lupa..tapi pernah denger di radio dulu pas awal-awal kuliah…)

 

tidak biasanya aku memilih duduk di sampingnya. Tepat di sampingnya. Rasanya ada sesuatu yang berbeda darinya hari itu. Ya, di forum mingguan itu. Di lokus-lokus terkecil sebuah majelis ilmu, iman dan ukhuwwah itu. Sesi demi sesi terlewati dengan kadang diselingi canda, tawa dan air mata. Tibalah sesi Qadhaya wa Rawa’i. Satu per satu menyampaikan aktivitasnya pekan ini. Tiba saatku. Biasa aja. Tak ada yang spesial. Lalu tiba saatnya, karena dia tepat di sampingku.

Ku tatap matanya. Rasanya ada yang berbeda. Tiba-tiba aku takut kehilangannya. Ku peluk dia. Terus ku cubit pipinya. Dia memulai bercerita..

“ini Qadhaya sekaligus rawa’i” katanya

“biasalah. Udah selesai ujian. Tanggal 25 aku ada di rumah. Walimahan Abangku” dia meneruskan ceritanya.

Aku langsung menimpali,”lho, bukannya udah?”

“itu kan di Subang, sekarang giliran di Jakarta.” Katanya lagi

“iya, jadi kan tanggal 25 itu Abangku walimahan dan aku pun akan melangsungkan akad sekaligus walimahanku.” Lanjutnya..

Deg,,aku langsung terhenti dari mengunyah rambutan, begitu pula dengan teman-temanku yang lain. Yang tadinya ribut sendiri. Hening seketika.

“serius?”

“masa sih?”

“apaan?”

“beneran?”

Dan berbagai macam komentar lain terucap di sana….

Akhirnya dengan bibir bergetar dan wajah yang tidak dapat disembunyikan ketegangannya, dia mulai bercerita proses itu. 6-30 November. 2 kali ta’aruf. Insya Allah mantap melanjutkan perjalanan ke biduk rumah tangga Ahad, 25 Januari 2009. Barakallah, ukhti…. Ku peluk tubuh mungilnya. Ku cium pipinya. Ku elus kepalanya.. Insya Allah aku akan datang di hari bahagiamu itu…

Barakallahu laka wa baraka ‘alayka wa jama’a bainakuma fii khairiin

Aku akan kehilanganmu, Ukhti. Ah tidak, kita kan masih satu forum mingguan (wah, satu forum dengan ummahat niy..). Kita kan masih dipersaudarakan naqib kita yang dulu (seperti Rasulullah yang mempersaudarakan Sahabat Anshar dan Muhajirin). Kita kan masih akan sering SMSan (ngabisin bonus SMSku). Kita kan akan sering bertemu di desa binaan kita (ingat, kita punya prosidu lho!!). Kita kan akan sering spreading bareng lagi (prosima..prosima..). Wokey?? J

(jadi inget, pernah ada SMS lucu dari teman satu jurusan : “Imas, ku dengar kamu akan menikah ya? Kapan? Undangannya ya…”

“Hahaha…kabar burung dari mana tu? Lulus dulu lah…” ku balas SMSnya)

 

Yah, as soon as possible-lah. Udah punya calon kok. Di Lauh Mahfuzh sana pasti udah disiapkan Allah…seseorang yang terbaik untukku.

 

 

(lagi sensitif dengan kata-kata “menikah”)

 

Jadi inget sebah artikel yang dari duluuuu banget ku simpan di flash disk ku

Diantara tanda-tanda kekuasaan Allah, ialah diciptakannya pasangan-pasanganmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung padanya. Dan Allah menjadikan di antara kalian perasaan tenteram dan kasih sayang. Pada yang demikian ada tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (QS ArRum: 21)

 

Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah bersabda: “Tiga orang yang selalu diberi pertolongan Allah adalah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah, seorang penulis yang selalu memberi penawar & seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya” (HR Thabrani)

Banyak jalan yang dapat menghantarkan orang kepada peminangan & pernikahan. Banyak sebab yang mendekatkan dua orang yang saling jauh menjadi suami istri yang penuh barakah & diridhai Allah.

Ketika niat sudah mantap & tekad sudah bulat, persiapkan hati untuk melangkah ke peminangan.

Dianjurkan, memulai lamaran dengan hamdalah & pujian lainnya kepada Allah SWT. Serta Shalawat kepada Rasul-Nya. Abu Hurairah r.a. menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Setiap perkataan yang tidak dimulai dengan bacaan hamdalah, maka hal itu sedikit barakahnya (terputus keberkahannya)” HR Abu Daud, Ibnu Majah & Imam Ahmad.

 

Manfaat menikah di usia muda:

1. Menjaga kesucian fajr (kemaluan) dari perzinaan serta menjaga pandangan mata. (QS 24:30-31)

2. Dapat melahirkan perasaan tentram (sakinah), cinta (mawaddah) dan kasih sayang (rahmah) dalam hati. (QS 30:21)

3. Segera mendapatkan keturunan, dimana anak akan menjadi Qurrata a’yunin (penyejuk mata, penyenang hati) (QS 25:74) Karena usia yang baik untuk melahirkan bagi wanita antara 20-30 tahun; diatas umur tsb akan beresiko baik bagi ibu maupun sang bayi.

4. Memperbanyak ummat Islam, seperti yang dipesankan Rasul beliau akan membanggakan jumlah ummatnya yang banyak nanti di akhirat.

Kemuliaan menikah: “Barang siapa menggembirakan hati istri, (maka) seakan-akan menangis takut kepada Allah. Barang siapa menangis takut kepada Allah, maka Allah mengharamkan tubuhnya dari neraka. Sesungguhnya ketika suami istri saling memperhatikan, maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan penuh rahmat. Manakala suami merengkuh telapak tangan istri (diremas-remas), maka berguguranlah dosa-dosa suami-istri itu dari sela-sela jarinya.” (HR Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri r.a.)

Juga dapat ditambahkan, bahwa Islam memberi nilai yang tinggi bagi siapa yang telah menikah. Dengan menikah berarti seseorang telah melaksanakan separuh dari agama Islam, tinggal orang tsb berhati-hati melaksanakan yang separuhnya lagi agar tidak sesat.

Rosul SAW bersabda: “Barang siapa menikah, maka dia telah menguasai separuh agamanya, karena itu hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.” (HR Al Hakim)

 

So, tidak ada alas an lagi bagi yang sudah siap dan mampu, menikahlah!!

 

Go To Hell!!!!!

31 Desember 2008 pada 4:06 am | Ditulis dalam Curhat | Tinggalkan Komentar

dalam 3 hari ini, kami turun ke jalan. AKSI!!! menuntut perbuatan dan melaknat perbutan zionis itu!!

wahai Zionis!! enyahlah kau dari muka bumi!!!

 

aku marah besar!!!!

postingan terpendek tapi dengan beribu tanya dan kegelisahan di hati

Intifadhah

12 Desember 2008 pada 12:48 am | Ditulis dalam Curhat | Tinggalkan Komentar

intifadhah…

ketika batu-batu melawan badak-badak terbuat dari baja dan besi.

Suatu kali di kamp pengungsian Jalazoun, anak-anak membakar ban ketika sebuah mobil menepi. “Pintu dibiarkan terbuka, dan empat pria (pemukim Israel maupun tentara berpakaian preman) melompat keluar, menembak membabi buta ke segala penjuru. Anak-anak di samping saya tertembak di punggungnya, peluru keluar dari pusarnya…   

ya Rabbi, Engkau yang Maha Melihat, Engkau yang Maha Adil menilai smua ini. Tak kan Kau biarkan tanah suci ini terinjak oleh kaki-kaki terlaknat itu bukan?

190          191

192

203

203b

 

 

9 Desember 1987. aku baru berusia 5 bulan 27 hari ketika peristiwa terjadi.

katakan padaku, apa yang bisa kulakukan untukmu?

Lovely Umi Az Zahra

17 November 2008 pada 2:11 am | Ditulis dalam Curhat | Tinggalkan Komentar

 

Hmmm…teringat tentang kos, aku ingat bahwa dulu pun aku memiliki keluarga kedua di kos. Begitupun saat ini. Setelah ku ingat-ingat ternyata banyak kesamaan karakter yang kuperoleh dari mereka…

Mbak Tyan: karakternya mirip dengan Teh Friestha, pinter bahasa Inggris, sayang bgt sm Mama, pinter masak, lebih suka di kamar dan ekspresif.. satu karakter yang unik, kerena memang everybody is unique. Hmmm..makasih ya Mbak udah banyak mengajarkan arti kehidupan padaku.. oya Mbak, kapan lulus?? Masa’ mo bareng aku?? Aku tunggu undanganmu lho mbak!!!

Ika Kusuma: Teh Wanti abis!!! Suka cerita, cerita yang biasa-biasa aja jadi luar biasa di tanganmu!! Ekspresif pula, so kamu tu sebenarnya punya potensi untuk jadi pengajar TPA (mau kan kan nemeni aku ngajar TPA hehehe…), trus jarang belajar tapi pinter (IPnya tinggi bo!!), apalagi kalo kamu kurangi nge-gamesmu, wah punya potensi untuk Cum laude tuh, yuk bareng-bareng qt lawan rasa males qt??? Aku juga sering males-malesan niy…

Ika Dwi: akhir-akhir ini kamu ringkih ya? Sering sakit-sakitan..jaga kesehatan Bu!!! Jangan hujan-hujanan mlulu (hehehe padahal aku juga hampir tiap hari hujan-hujanan. Oiya, karaktermu ternyata mirip Teh Citra ya?? Ceria selalu, mandiri, cerewet, suka nyubit, suka berantem sama Kiky untuk rebutin aku hehehe aku terlalu manis ya..? jaga baik-baik Kiky ya Ika, suka bandel emang tu anak…

Ncies: ini dia si imut yang pendiam. Ta’ liat-liat karaktermu mirip sama Teh Fiya ya? Kadang kamu tu bisa dewasaaaa bgt, tapi kadang manja setengah mati..hmmm…but it’s okay!! I like it. Aku nyaman di sampingmu, Ncies. Tapi koq, akhir-akhir ini kamu sering telat bangun Subuh?? Oya, Yuk mulai tahajjud lagi? Dulu pas kamarku masih di samping kamarmu, kita sering bangun bareng to??? Smangat terus Ncies!!!

Uun: woi, kepiye sidane, sira kapan balik ning Banjar maning? inyong melo ra apa-apa tah? Ning umah sira akeh buah? Inyong jaluk ya? Hahahaha,,ngapak’ers!!! Lucu kalo denger kamu ngomong. Hmmm..kamu tu pendiem kalo baru kenal, tapi kalo udah kenal kamu tu ternyata ga’ bisa diem. Kepiye tugas-tugase? Inyong iso bantu apa? (hey, ternyata kamu mirip si Batak Maria Jatu Verrany ya??). kurangi nyanyi-nyanyi ga’ jelasmu itu ya… tp perbanyak nyanyi-nyanyi yang jelas whaaahaha..

Winda: Ima, imas dapatkan seseorang yang mirip kamu di sini, yupz dialah Apriel Shiro ku sayang…aku berat meninggalkanmu. Tapi mo gimana lagi… aku sayang winda, tapi juga sayang Ibu… aku usahakan untuk sering ke kos deh…kamu baik-baik ya di kos, jangan berantem terus sama Qiu… oiya, winda udah janji mo shalat subuh di awal waktu lho!!! Ntar beneran shalat ya??? Ta’ misscall lho… Oiya, tombo ati salah satunya adalah shalat tahajjud. Cobain deh.. trus tilawah… rasakan kenikmatannya… tiada duanya deh… bener!!!

Dika: ini dia akhwat keren!! Lulus dalam waktu 3 tahun 6 bulan dengan IPK ga’ kurang dari 3,7!! Subhanallah.. gimana tho cara kamu belajar!!?? Tularin ke aku dunkz!!! Anis, ada saingan rajin belajarmu di sini nih!! Di Annisa kos SMA dulu kamu yang terajin, tapi ternyata Dika ga’ kalah rajin.. ayo Dika nyoba jadi Murabbi!!! Dika, aku titip Kiky dan Winda ya??? Juga anak2 belakang.. bangunin mereka kalo Subuh…

Kiky: kikyyyyyy aku paling berat meninggalkanmu… masa’ di saat kamu kritis begini, kamu koq ta’ tinggal ya? Maap Kiky… kita tetep saling doa aja ya?? Jangan mikir yang itu tuh.. masih banyak yang perlu kita pikirkan… masih banyak masyarakt yang menunggu di-tarbiyah. Let’s it flow… oiya, Kiky itu karakternya mirip Iis, kadang lemot bgt (ampun dah sampe ngalahin rekor komputer pentium 1!!), berantakan bgt (duh, itu kamar apa gudang Bu???), ga’ teratur, mudah kecapekan (tapi keukeuh aja jalan-jalan), sabar, jarang marah dan ”tidak normal”. Ingat Ky, aku dan temen2 masih ”normal” lho!!)

Umi, Khuza , Mas Faqih, Mbah: aku sayang kalian semua. Makasih Umi udah ngajarin imas bagaimana beratnya menjadi seorang Ibu. Imas pengen kayak Umi yang sabar bgt dalam mendidik putra & putri. Imas juga pengen disayang anak-anak imas kelak seperti umi yang selalu disayang Mas Faqih dan Khuza. Maaf ya Umi, imas sering bandel (bandel banget malah), susah diatur, manja, suka bikin keributan, ga’ ngajak-ngajak umi kalo shalat jama’ah, ah dan berbagai macam kesalahan imas yang lain… Bapak, makasih ya udah banyak bantu imas. Pinjemin motor, benerin sepeda imas, kasih info beasiswa dan banyak lagi. Mas Faqih juga, mbak ucapin makasih banyak ya udah jadi adik mbak imas yang baik. Tapi mbak imas belom mengenalmu dengan baik je… maaf ya.. Khuza, ayo dek TPAnya didatangi terus. Masa’ tega liat mbak imas sibuk ngajar sendiri?? Iya kan?? Baik-baik ya sama Mas Faqih, jangan brantem mulu..kasian Umi & Bapak.. Mbah,,,,kulo tresno karo Mbah. Mbah sampun siram dereng sak niki?? Sak niki Mbah masak nopo, Mbah?? Oh nggih, kulo lali asmanipun Mbah sinten nggih?? Matur nuwun sanget atas perhatian selama ini ke imas…. maaf belum bisa jadi cucu yang baik buat Mbah…

Sedih,,,, trnyata hampir 3,5 tahun bersama menjadikan ikatan kita begitu kuat, Kawan!!! Terima kasih telah menjadi saudara selama ini. Maaf ya aku belum bisa menjadi saudara yang baik, belum bisa jadi ketua kos yang baik juga… sering bangunin temen2 pas subuh saat kalian masih enak bobok, suka cerita ga jelas, suka meninggalkan kalian, ga’ perhatian, ga’ peka, dan banyak smua tindakanku yang kurang terpuji lainnya. Mohon dimaafkan…

Teman2, taukan kamu kalo aku berat sekali meninggalkan kalian. Tapi apa yang bisa ku perbuat saat ini adalah demi kemajuan kita. Ga’ mau liat imas tergantung pada orang lain to besok kalo udah gede?? Aku selalu menyayangi kalian…

 

 

Wednesday, November 12th, 2008 at 21:45 p. m. the last night with you in the Umi Az Zahra Dormitory..

 

18 Oktober 2008 pada 5:45 am | Ditulis dalam Curhat | Tinggalkan Komentar

ya Allah..

jagalah saudariku di kala penjagaanku tak sampai padanya

sayangi ia,,,

kala sayangku tak mampu merangkuhnya dalam dekapan nyata

muliakan ia,,

kala penghargaanku tak terangkum dalam kata yang sahaja

karena Engkau punya segala yang tak kupunya

dan karena kuingin dia selalu menjadi saudaraku di dunia

dan mengharap bertemu dengannya di Surga…

amin,,,

special to my mutarabbiyahku 07 & 08: semoga kalian tetap istiqamah ya de??

MIPA Go Green

5 September 2008 pada 5:42 am | Ditulis dalam Curhat | Tinggalkan Komentar

sekitar 2 pekan lalu MIPA UGM ngadain yang namanya PASCAL. itu tu Pengenalan  Kampus Sains Awal Kuliah.

wah, temanya keren abis deh!! aq dukung bgt,,,

hmmm tapi liat deh sekarang apa hasil dari MIPA Go Green (MGG)? ternyata parkiran (apalagi yang MIPA Selatan) jadi penuuuuuh bgt!! klo mo parkir harus ngantri. kadang ga’ tau harus maju atau mudur (alias sama-sama penuh). padat bgt lah sekarang parkiran. penuh karena maba? mungkin.. tapi yang jelas aq ga’ ngeliat program MGG sukses. yang ada orang-orang makin berebut bawa motor ke kampus. bahkan yang kos atau pun rumahnya dekat dengan kampus pun!!

aduh, aduh,, MIPA mo jadi apa? udah ga’ ada lagi lahan kosong buat lari-lari (emang mo ngapain lari-lari??). sedih sih liat Jogja yang nyaman ini makin panas, kena polusi dena asap Timbal yang pekat. duh, padahal SDMnya udah bagus-bagus. tapi SDA yang ada disia-siakan. ga’ dijaga…

aq pengen bgt Jogja kayak dulu lagi, yang kata orang-orang Jogja asli tu kalo pagi-pagi banyak sepeda beriringan. yang mau berangkat kerja, kuliah, sekolah, ke pasar atau bahkan cuma jalan-jalan doang. ga’ rela rasanya Jogja jadi rusak begini. dan yang ngerusak ga’ tau (atau ga’ mau tau???). meski aq bukan orang Jogja, tapi rasanya cintaku pada Jogja sudah mendarah daging (ciee,,,,,bahasanya itu lho!!!), ga’ rela, ga’ ikhlas, ga’ ridho kalo Jogja jadi kotor, bau, panas dan berpolusi kayak gini. sudah cukup semuanya!!!

mungkin solusinya pemerintah harus mengeluarkan peraturan yang termat ketat untuk para pengguna sepeda motor. biar ga’ terlalu banyak yang bawa motor. tapi gimana caranya ya? masyarakat kita sudah terlalu apatis dan apriori pada pemerintah. mereka krisis kepercayaan. (sama, aq juga lagi krisis kepercayaan pada semua orang, kini aq jadi orang yang benar-benar introvert, ga’ gampang cerita masalah hati pada orang).

so, any other solution? (hemmm,,,kayaknya dari kemarin-kemarin aq selalu berkata seperti ini. ini membuktikan bahwa Indonesia tengah banyak masalah. isinya Indonesia memang hanya masalah, masalah dan masalah (tapi jangan sampe lupa pada nikmat Allah dong!!). namun sayangnya, orang-orangnya juga sedang bingung ga’ tau harus berbuat apa. yyaaah contohnya masalah motor ini…POLUSI, I Hate you!!!

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.