Sepeda Onthel
2 Desember 2008 at 2:21 am | In tulis iseng | 8 Comments
Ada yang tau sepeda onthel? Itu tu sepeda khasnya orang-orang Jogja. Kalo kita mo menelusuri sejarah dari sepeda onthel itu, niscaya kita akan berkerut kening karena kondisi saat ini amat sangat berbeda jauh sekali dengan masa-masa kejayaan sepeda onthel dahulu kala. Yah, setidaknya dalam kurun waktu 10-20 tahun ini sepeda onthel sudah semakin termarginalkan. Tergantikan oleh bebek-bebek besi yang dengan seenaknya telah membuat langit Jogja tak lagi ramah (sehingga tadi malam aku tak bisa melihat keajaiban bulan dan 2 bintang yang membentuk senyum). Sepeda onthel yang zaman dulu menjadi sarana transportasi itu kini hanya menjadi penghias di gudang-gudang rumah keraton. Kenapa bisa? Karena semakin hari orang semakin sibuk dengan urusannya. Seakan berpacu, berlomba, bertanding dengan waktu yang ada. Tidak ada kata membuang-buang waktu, sehingga dicarilah alat yang dapat membantu urusan mereka dengan cepat. Ya salah satunya adalah dengan menggantikan sepeda onthel ini dengan alat yang lebih cepat kinerjanya. Sang bebek besi tentunya…
Bandingkan kondisi jakal saat ini dengan (setidaknya) 5 tahun yang lalu deh… wuih, motor tu banyaaaaak bgt. Ga berhenti datang dan pergi. Pusing aku liatnya….
Nah, kembali ke sepeda onthel, menurut sejarah, Sepeda Onthel atau juga terkadang disebut sebagai sepeda unta, sepeda kebo, atau pit pancal adalah sepeda standar dengan ban ukuran 28 inchi yang biasa digunakan oleh masyarakat perkotaan sampai tahun 1970-an. Berbagai macam merek sepeda onthel beredar di pasar Indonesia, pada segmen premium terdapat merek Gazelle (Belanda) dan Simplex (Belanda), kemudian segmen dibawahnya diisi oleh beberapa merek terkenal seperti Raleigh, Humber, Fongers, Batavus, Phillips, Foster. Sepeda ini mempunyai klasifikasi gender yang tegas antara sepeda pria dan sepeda wanita, kemudian memiliki 3 varian ukuran rangka standar yakni 57, 61 dan 66 cm. Kemudian pada tahun 1970-an keberadaan sepeda onthel mulai digeser oleh sepeda jengki yang berukuran lebih kompak baik dari ukuran tinggi maupun panjangnya dan tidak dibedakan desainnya untuk pengendara pria atau wanita. Waktu itu sepeda jengki yang cukup populer adalah merek Phoenix dari China. Sepeda jengki sendiri kemudian pada tahun 1980-an mulai digeser oleh sepeda federal atau MTB sampai sekarang. Sepeda Onthel kemudian secara perlahan lebih banyak digunakan oleh masyarakat pedesaan sampai sekarang. Akhirnya ketika kemudian sepeda onthel karena usianya menjadi barang yang bersifat antik dan unik, mulailah situasi berbalik. Sepeda onthel yang dulunya terbuang, sekarang pada tahun 2000-an justru diburu kembali oleh semua kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa sampai pejabat. Orang Jawa mengatakan inilah “wolak-waliking jaman”. Sepeda onthel (onthel = kayuh, bahs. jawa) adalah suatu jenis sepeda yang kebanyakan dipakai di pedesaan Jawa, selain juga jengki. Bedanya secara spintas, onthel nampak begitu besar, gagah dan keren, sedang jengki nampak lebih kecil, simple dan lebih luwes. Onthel pada jamannya dulu sering dipakai para administratur Belanda ketika menyusuri kebun tebu di bilangan Godean, Wates dan Bantul. Seragam putih dan topi putih selalu menyembul dari kejauhan saat administratur mendekat, tentu saja disambut oleh kengerian luar biasa oleh para bocah pencuri tebu. Bisa dipastikan mereka akan tunggang langgang melihatnya. Chepas, fotografer pertama di koloni Indonesia, merekam pula jejak sepeda onthel ini ketika jadi tunggangan para tuan tanah. Keranjingan masyarakat terhadap sepeda onthel adalah tepat bersamaan dengan berkembangnya ancaman global warming. Bisa jadi ketika, BBM semakin mahal dan polusi udara semakin tidak terkendali, komunitas sepeda onthel akan menjadi salah satu garda terdepan untuk mensosialisasikan kembali pentingnya naik sepeda. Sepeda yang dulunya dianggap kuno dan udik, barangkali akan kembali menjadi alat transportasi utama di masa mendatang.
Sekarang, aku pun merasakan bagaimana rasanya naik sepeda onthel punya Ibu. Ternyata asyik juga lho!!! Yah, setelah kepergian Yayangku Jumat siang kemarin di parkiran MIPA Utara oleh Kid, Sang Pencuri. Koq bisa ya? Ya bisa-lah. Tangan mereka kan sudah terampil mengambil barang yang bukan hak mereka. Biarlah Yayangku dibawa orang. Biar si pencuri itu luput dari pandanganku, pak Satpam atau siapapun, tapi dia tak akan luput dari Penglihatan Allah…
cuekx bebekx
10 Oktober 2008 at 3:19 am | In tulis iseng | 5 Commentsini adalah pengalamanku yang memalukan. tapi juga lucu.
ceritanya begini…kan aku baru aja nyampe jogja setelah mudik selama 2 minggu di rumah (senangnyaaa bisa kumpul brg keluarga).. baru nyampe jam 3 dini hari (biasa-lah dari serang jam 3 sore, nyampe jogja jam 3 pagi). dateng-dateng langsung buka tas dan mengeluarkan isinya. duh, kamarku udah kayak kapal pecah deh,,,
baru beberapa saat istirahat, terdengar adzan subuh, hmmm.. ya sudah aku ke belakang. membersihkan badan dan shalat. setelah shalat, mataku beraaaaaaaaat banget, maklum semalaman di bis membuatku ga’ bisa tidur. jadi-lah abis shubuh itu aku tidur (duh, padahal aku anti banget tidur abis subuh. tapi karena ngantuk bgt, jadi nyerah deh). baru beberapa saat mataku terpejam, beberapa SMS masuk. telfon juga. HPku lupa di-silent. mau ga’ mau aku terbangun, karena khawatir SMS penting. ternyata benar, SMS penting yang membuatku bangun itu adalah permintaan untuk menjadi donor darah. katanya buat Bu Siti Romlah yang akan menjalani operasi batu ginjal. ya sudah ku hubungi CP yang ada di situ. trus diminta langsung ke RS Sardjito jam 7.30. aku pun membulatkan tekad untuk mendonorkan darahku.
hmmm..ku pikir ga’ ada ruginya aku mencoba lagi (setelah berkali-kali ditolak karena Hb-ku kurang dri 12,5). trus karena mo mencoba donor itu, aku harus makan dulu (padahal aku berencana untuk Shaum qadha). ya sudah, karena memang aku juga masih capek dan lapar (karena malamnya di bis ga’ makan dan juga ga’ sahur), kuputuskan untuk makan di Saerah sambil jalan ke RS Sardjito. Saerah warung makan favoritku (karena murah, ramah, bersih dan enak2, waaaah promosi nih!!). eh, ternyata Saerah ga’ buka. aku berjalan ke selatan lagi, ada Barokah pikirku. eh, tapi ternyata Barokah ga’ buka juga. aku jalan lagi ke timur, menuju kantin 22. wah, ternyata kesabaranku sedang diuji karena kanting 22-pun masih tutup. akhirnya aku balik ke daerah pogung kidul dan berharap EMB buka. hmmm,,,tapi kan EMB udah pindah. ya udah cari yang lain deh yang ada di sekitar situ. tapi ternyata tutup juga. akhirnya aku balik ke Saerah. kebetulan di seberang saerah buka.
aku masuk situ, aku dengan cueknya masuk ke warung. ada 2 mas-mas bareng aku masuk juga ke warung. trus ada 2 orang mbak-mbak yang duduk-duduk. aku membatin, ngapain sih ini mbak sama mas-nya duduk doang di warung?? ga’ makan po? ah, aku cuek aja. ga’ peduli mereka mau ngapain, yang penting aku makan (wah, egois sekali ya??) aku dengan santainya langsung menuju tempat nasi. kebetulan ibu yang punya warung baru keluar dari rumahnya,”segitu cukup ngga’ mbak” katanya. “cukup, bu” kataku. aku pun langsung menyendok makanan lain sebagai lauknya. ngambil sayur wortel (bagus buat mata lhoooo), telur bulat pedas (pake bumbu maksudnya) & sayur kacang. trus ambil minum air putih. dan duduk dengan manisnya sambil melahap makanan (emmm enak bgt!!! nikmat!! setelah lebih dari 24 jam ga’ nemu nasi & sayur)
enak2nya lagi makan, ada lagi yang datang seorang bapak (mas-mas dan mbak-mbak yang tadi belum juga makan tuh, kenapa ya?). aku lagi-lagi cuek dan terus makan. ibu yang punya warung keluar dan bilang “maaf ya nasinya belum matang, tunggu sebentar lagi”
waaaaaaaaah, aku langsung ga’ enak hati…ternyata mas-mas dan mbak-mbak yang belom makan itu karena nunggu nasi to? ya ampuuuuuuunn, mereka kan lebih dulu datang daripada aku. mereka yang ngantri lebih lama daripada aku. gimana lagi? akhirnya ku teruskan makan, dan setelah aku selesai makan, barulah ibu itu bawa nasi dan orang-orang yang kudahului tanpa permisi itu mengambil makan. duh, bener-bener ga’ enak sama yang ngantri. memalukan!!!
satu pelajaran yang ku ambil hari itu. malu bertanya = egois. makanya tanya-tanya dulu sebelum makan, Neng!!!!
Menggapai Keberkahan Hidup
12 Juli 2008 at 8:18 am | In tulis iseng | No CommentsSetiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. Karena itu kita selalu berdoa dan meminta orang lain mendoakan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif, maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu.
Namun, Allah Swt tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. Ternyata, Allah SWT hanya akan memberi keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Janji Allah SWT untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firman-Nya yang artinya:
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS 7:96).
Apabila manusia, baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah Swt, maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik, rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah, sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan. Disinilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya.
Secara umum, keberkahan yang diberikan Allah SWT kepada orang-orang yang beriman bisa kita bagi kedalam tiga bentuk. Pertama, berkah dalam keturunan, yakni dengan lahirnya generasi yang shaleh. Generasi yang shaleh adalah yang kuat imannya, luas ilmunya dan banyak amal shalehnya, ini merupakan sesuatu yang amat penting, apalagi terwujudnya generasi yang berkualitas memang dambaan setiap manusia. Kelangsungan Islam dan umat Islam salah satu faktornya adalah adanya topangan dari generasi yang shaleh. Generasi semacam itu juga memiliki jasmani yang kuat, memiliki kemandirian termasuk dalam soal harta dan bisa menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. Keberkahan semacam ini telah diperoleh Nabi Ibrahim as dan keluarganya yang ketika usia mereka sudah begitu tua ternyata masih dikaruniai anak, bahkan tidak hanya Ismail yang shaleh, sehat dan cerdas, tapi juga Ishak dan Ya’qub. Di dalam Al-Qur’an keberkahan semacam ini diceritakan oleh Allah yang artinya:
“Dan isterinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang kelahiran Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya’kub. Isterinya berkata: “Sungguh mengherankan, apakah aku aka melahirkan anak, padahal aku adalah perempuan seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh”. Para malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlul bait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah” (QS 11:71-73).
Kedua, keberkahan dalam soal makanan yakni makanan yang halal dan thayyib, hal ini karena ulama ahli tafsir, misalnya Ibnu Katsir menjelaskan bahwa keberkahan dari langit dan bumi sebagaimana yang disebutkan dalam firman surat Al A’raf: 96 di atas adalah rizki yang diantara rizki itu adalah makanan. Yang dimaksud makanan yang halal adalah disamping halal jenisnya juga halal dalam mendapatkannya, sehingga bagi orang yang diberkahi Allah, dia tidak akan menghalalkan segala cara dalam memperoleh nafkah. Di samping itu, makanan yang diberkahi juga adalah yang thayyib, yakni yang sehat dan bergizi sehingga makanan yang halal dan thayyib itu tidak hanya mengenyangkan tapi juga dapat menghasilkan tenaga yang kuat untuk selanjutnya dengan tenaga yang kuat itu digunakan untuk melaksanakan dan menegakkan nilai-nilai kebaikan sebagai bukti dari ketaqwaannya kepada Allah Swt, Allah berfirman yang artinya:
Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rizkikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya (QS 5:88).
Karena itu, agar apa yang dimakan juga membawa keberkahan yang lebih banyak lagi, meskipun sudah halal dan thayyib, makanan itu harus dimakan sewajarnya atau secukupnya, hal ini karena Allah sangat melarang manusia berlebih-lebihan dalam makan maupun minum,
Ketiga, berkah dalam soal waktu yang cukup tersedia dan dimanfaatkannya untuk kebaikan, baik dalam bentuk mencari harta, memperluas ilmu maupun memperbanyak amal yang shaleh, karena itu Allah menganugerahi kepada kita waktu, baik siang maupun malam dalam jumlah yang sama, yakni 24 jam setiap harinya, tapi bagi orang yang diberkahi Allah maka dia bisa memanfaatkan waktu yang 24 jam itu semaksimal mungkin sehingga pencapaian sesuatu yang baik ditempuh dengan penggunaan waktu yang efisien. Sudah begitu banyak manusia yang mengalami kerugian dalam hidup ini karena tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik, sementara salah satu karakteristik waktu adalah tidak akan bisa kembali lagi bila sudah berlalu, Allah berfirman yang artinya:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS 103:1-3).
Karena itu, bagi seorang muslim yang diberkahi Allah, waktu digunakan untuk bisa membuktikan pengabdiannya kepada Allah Swt, meskipun dalam berbagai bentuk usaha yang berbeda, Allah berfirman yang artinya:
“Demi malam apabila menutupi, dan siang apabila terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan. Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (harta di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” (92:1-7).
Dengan demikian menjadi jelas bagi kita bahwa sebagai seorang muslim, keberkahan dari Allah untuk kita merupakan sesuatu yang amat penting. Karena itu, ada kunci yang harus kita miliki dan usahakan dalam hidup ini. Sekurang-kurangnya, ada dua faktor yang menjadi kunci keberkahan itu.
1. Iman dan Taqwa Yang Benar
Di dalam ayat di atas, sudah dikemukakan bahwa Allah akan menganugerahkan keberkahan kepada hamba-hambanya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Semakin mantap iman dan taqwa yang kita miliki, maka semakin besar keberkahan yang Allah berikan kepada kita. Karena itu menjadi keharusan kita bersama untuk terus memperkokoh iman dan taqwa kepada Allah Swt. Keimanan dan ketaqwaan yang benar selalu ditunjukkan oleh seorang mu’min dalam bentuk melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya, baik dalam keadaan senang maupun susah, dalam keadaan sendiri maupun bersama orang lain. Tegasnya keimanan dan ketaqwaan itu dibuktikan dalam situasi dan kondisi yang bagaimananpun juga dan dimanapun dia berada.
2. Berpedoman kepada Al-Qur’an
Al-Qur’an merupakan sumber keberkahan sehingga apabila kita menjalankan pesan-pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan berpedoman kepadanya dalam berbagai aspek kehidupan, nicaya kita akan memperoleh keberkahan dari Allah Swt, Allah berfirman yang artinya:
Dan Al-Qur’an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah kami turunkan. Maka mengapakah kamu mengingkarinya? (QS 21:50, lihat juga QS 38:29.6:155).
Karena harus kita jalankan dan pedomani dalam kehidupan ini, maka setiap kita harus mengimani kebenaran Al-Qur’an bahwa dia merupakan wahyu dari Allah Swt sehingga tidak akan kita temukan kelemahan dari Al-Qur’an, selanjutnya bisa dan suka membaca serta menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari, baik menyangkut aspek pribadi, keluarga, masyarakat maupun bangsa. Akhirnya menjadi jelas bagi kita bahwa, keberkahan dari Allah yang kita dambakan itu, memperolehnya harus dengan berdo’a dan berusaha yang sungguh-sungguh, yakni dalam bentuk memantapkan iman dan taqwa serta selalu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam hidup ini.
Sophisticated
30 April 2008 at 7:37 am | In tulis iseng | No Commentspertama kali berkenalan dengannya, aku heran dengan namanya. wah, orang tuanya bener-bener menghendaki anaknya jadi orang hebat. dan memang sekarang terbukti, dia jadi orang hebat di kelas. apapun mata kuliah yang diajarkan dosen, pasti dia bisa. cuma satu yang mata kuliahnya yang bernilai C : Limbah, Bahan Beracun & Berbahaya (qt sering menyingkatnya jadi B3).
subhanallah, ada ya orang kayak gitu? rajin, lucu, pinter, ramah, ga’ tegaan dan selalu ketawa. apalagi klo udah maen sama temen big boy-nya. udah kompak dah!! tapi,,,,nobody’s perfect: dia belum ngaji. hiks,,hiks,,padahal potensi bgt!! yah, smeoga suatu saat hidayah Allah menghampirinya & dia pun jadi ikhwah Ikhwanul Muslimin. amiiin.
oya, pernah satu saat, aku datang terlambat ke kelas. dia juga,,,apa yang terjadi?? temen2 sekelas ketawain & ledekin kami!! ya ampuuun,,ga’ penting bgt sih!!! kan kami ga’ ngapa-ngapain!! please deh!! tapi abis itu, kejadian itu berlalu begitu aja sih. lupa,,,
udah ah,,,cerita tentang dia emang ga’ ada habisnya. keren lah pokoknya.
DF IX
8 April 2008 at 5:52 am | In tulis iseng | 1 CommentDewan Formatur yang diangkat pada kepengurusan KMFM yang ke-9 kalinya terbentuk setelah Mubes KMFM, November 2007 silam. telat memang aku untuk menuliskannya sekarang. tapi gpp, aku cuma mo cerita aja.
banyak kuperoleh ilmu dan pengalaman dari DF IX. orang-orang yang ada di dalamnya keren-keren abis!!! ga’ ada ruginya setiap ba’da subuh nggenjot sepeda menuju Mushala Pojok Pasca Sarjana untuk membahas agenda KMFM ke depan. ga’ stiap hari sih, tapi lumayan sering juga. kupikir ah gpp, sekalian riyadhah.
hari-hari dilalui dengan topik yang sama, orang yang sama dan tempat yang sama,,,lumayan bikin jenuh. jenuh seperti ikatan tunggal dalam metanol (hah apa coba??). pernah, satu kali kita kehabisan ide. apalagi yang harus dieksplor dari pikiran kami?? begitu pekik kami dalam hati. tapi subhanallah,,ide itu muncul tanpa diduga. yup!! bismillah, smeoga ini adalah upaya terbaik yang bisa kami persembahkan..
pernah juga satu kali, kami butuh semua anggota DF IX untuk hadir, tapi ada yang ga’ bisa hadir. hemmm,,apa coba yang kami lakukan?? yup!! manfaatkan teknologi…nekat kami telesyuro, syuro jarak jauh. artinya syuro lewat HP!! hehehhe,,memang nekat!! padahal pulsa di HP kami udah pada abis smua. tinggal 1 HP yang masih berisi 5000an, ya udah direlakan untuk telesyuro itu…hemmm benar2 kenangan indah. ga’ kudapat lagi syuro seperti ini…
kini,,setelah smua hasil kerja kami disosialisasikan dengan berbagai kendala yang dihadapi, kami tinggal menikmati hasilnya. kami?? aku kali. yup,,cuma aku. soalnya aku yang ga’ berada di struktur KMFM sekarang hehehe..
yah, memang stiap momen selalu menyimpan kesan tersendiri di hatiku. ku jadikan pelajaran yang amat berharga untuk masa depanku nanti. bahwa ketika kita ingin dihargai orang lain, maka kita harus terlebih dulu menghargai orang lain. sekarang kalo aku denger nasyid Fatih, aku selalu teringat dengan DF IX, soalnya dulu pas malem, kalo aku baru pulang dari syuro, kunyalakan tape pinjemanku, lalu kuputar murotal dilanjutkan fatih….lumayan mengobati kecapekanku.
Ternyata…
10 Maret 2008 at 12:53 am | In tulis iseng | No Commentsga mudah bikin KKN tematik, itu kurasakan akhir-akhir ini.
tiap hari ga’ di kos, nyelesein proposal.
hari ini deadline cari anggota baru….
masih butuh banyak orang. sebenernya sekarangpun bisa sih diajuin ke LPPM,, tapi… pengen qt sih fix dulu orang-orangnya
Rabu dimasukkan ke LPPM,,
bismillah..dicoba-dicoba
ketika tekad sudah bulat, ikhtiar sudah sempurna, tinggal pasrahkan kepada Dzat Yang Maha Agung…
Bantu kami ya Rabb,..
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.






