<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Deep Blue Sea</title>
	<atom:link href="http://117745eva.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://117745eva.wordpress.com</link>
	<description>Cukuplah kematian yang menjadi nasihat...</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2012 14:42:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='117745eva.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/4deecc3b1be5ce5d8164f3ea3daf1ac3?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Deep Blue Sea</title>
		<link>http://117745eva.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://117745eva.wordpress.com/osd.xml" title="Deep Blue Sea" />
	<atom:link rel='hub' href='http://117745eva.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>RESOLUSI CINTA 2012</title>
		<link>http://117745eva.wordpress.com/2012/01/19/resolusi-cinta-2012/</link>
		<comments>http://117745eva.wordpress.com/2012/01/19/resolusi-cinta-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 06:16:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imas eva wijayanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://117745eva.wordpress.com/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[Di tahun 2011 yang telah berakhir ini, hampir setiap hari kita menyaksikan ada saja pejabat atau mantan pejabat dari berbagai institusi baik di eksekutif, legislatif dan yudikatif yang terjerat berbagai kasus. Negeri yang makmur dan melimpah kekayaannya ini justru seperti menjadi kutukan bagi rakyatnya sendiri. Hutan dan pohon-pohon dibabat nyaris habis tandas. Minyak, emas, batu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=117745eva.wordpress.com&amp;blog=848506&amp;post=462&amp;subd=117745eva&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di tahun 2011 yang telah berakhir ini, hampir setiap hari kita menyaksikan ada saja pejabat atau mantan pejabat dari berbagai institusi baik di eksekutif, legislatif dan yudikatif yang terjerat berbagai kasus. Negeri yang makmur dan melimpah kekayaannya ini justru seperti menjadi kutukan bagi rakyatnya sendiri. Hutan dan pohon-pohon dibabat nyaris habis tandas. Minyak, emas, batu bara dan beragam sumber daya alam terus dieksploitasi dari perut bumi pertiwi tanpa mampu mensejahterakan rakyatnya. Nyaris tidak bersisa untuk generasi anak cucu kita. Betapa dahsyatnya luapan nafsu serakah kita dalam meraup kekayaan dan menyedot habis ubun-ubun sumber daya manusia dan sumber daya alam negeri ini. Kasus demi kasus menggelayuti kehidupan kita. Mulai dari kasus korupsi, penipuan sampai dengan kasus pelecehan seksual. Cita-cita bangsa mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat makin hari semakin jauh panggang dari api. Habis, tandas!</p>
<p>Memang ada sedikit pelipur hati, kadang kita mendengar dan menyaksikan putra putri terbaik negeri ini mengharumkan nama bangsa dengan beragam prestasi, dari seni, olahraga, budaya dan ilmu pengetahuan. Hanya saja, jumlahnya tidak sebanding dengan jumlah penduduknya yang sekitar 240 juta jiwa. Bahkan perebutan kekuasaan dan jabatan merambat sampai ke dunia olahraga, seni dan budaya. Arena dimana seharusnya semua orang bangga melihat prestasi yang diukir daripada <em>politicking </em>dan saling berebut jabatan tanpa rasa malu dan tanpa ada sportivitas.</p>
<p>Tak lupa dalam ingatan kita kejadian-kejadian yang telah berlangsung selama tahun 2011. Mulai dari kisruh Pemungutan Suara Ulang (PSU) dalam Pilkada Bupati Pandeglang, isu suap di DPRD tingkat kabupaten Pandeglang, penistaan agama oleh jama’ah Ahmadiyah, hingga kisruh dan pertarungan politik pada pilgub Banten. Atau dalam aspek sosial kita melihat betapa tingginya angka kriminalitas di Banten, sedikit-sedikit kita mendengar dan melihat berita penganiayaan, pemerkosaan, pembunuhan. Kemana sebenarnya akal dan nurani rakyat kita? Atau dalam bidang kesehatan kita melihat dan mendengar bahwa angka pengidap HIV/AIDS yang semakin melonjak tinggi telah membuat bulu kuduk kita berdiri. Ini semua menjadikan kita seharusnya semakin mawas diri terhadap keadaan. Membuat benteng dan imunitas pada diri kita dan anak-anak kita. Bukan membuat mereka steril, yang membuat mereka menjadi tidak peka terhadap keadaan. Yang membuat mereka mudah sekali terprovokasi dan melakukan tindakan coba-coba. Ini pula yang menjadi penyakit kita di masyarakat: anak-anak kita -para pelajar dan pemuda itu-  mudah terpengaruh pada keadaan. Sehingga maraklah tawuran dan perkelahian antar genk. Lengkap sudah penyakit ini menggerogoti. Apa yang sedang terjadi? Apa yang salah dalam diri sebahagian anak bangsa ini?</p>
<p>Kita tidak bisa membiarkan diri kita terus berada dalam keterperosokan. Kita tidak boleh membiarkan bangsa ini menuju titik kehancuran. Pertanyaannya: dari mana kita akan memulai memperbaiki ini semua? Siapa yang akan memulai membenahi? Mari kita memulai langkah awal dengan membangun karakter pribadi-pribadi yang tangguh, berintegritas dan berakhlaq mulia demi tegaknya Indonesia yang berkeadilan dan mensejahterakan di tangan-tangan anak bangsa yang amanah. Mari kita mulai dari diri kita sendiri dan keluarga kita tercinta. Jangan lagi menunda, bersegeralah. Indonesia menunggu! Nyatakan dalam resolusi cinta di tahun 2012 ini dengan karya nyata. Karya yang akan dikenang sepanjang masa oleh anak dan cucu kita. Karya yang akan membuat kita bertahan dan terus bertahan untuk menciptakan cita-cita mulia seperti yang termaktub dalam Pancasila dan UUD 1945.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/117745eva.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/117745eva.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/117745eva.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/117745eva.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/117745eva.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/117745eva.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/117745eva.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/117745eva.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/117745eva.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/117745eva.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/117745eva.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/117745eva.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/117745eva.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/117745eva.wordpress.com/462/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=117745eva.wordpress.com&amp;blog=848506&amp;post=462&amp;subd=117745eva&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://117745eva.wordpress.com/2012/01/19/resolusi-cinta-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9633a2c7cd60ef3079925afa9ca916e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">117745eva</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memaksimalkan Peran Guru</title>
		<link>http://117745eva.wordpress.com/2011/11/30/memaksimalkan-peran-guru/</link>
		<comments>http://117745eva.wordpress.com/2011/11/30/memaksimalkan-peran-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 13:38:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imas eva wijayanti</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://117745eva.wordpress.com/2011/11/30/memaksimalkan-peran-guru/</guid>
		<description><![CDATA[Senin (7/11) lalu terjadi tawuran sekelompok mahasiswa dari Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Di hari yang sama, siswa SMA di Bekasi juga melakukan aksi tawuran. Atau kita runut beberapa bulan terakhir, pastinya sering kali terjadi tawuran antar pelajar atau mahasiswa. Tawuran, seperti ikon pelajar dan mahasiswa yang telah kehilangan identitas. Pelajar mulai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=117745eva.wordpress.com&amp;blog=848506&amp;post=455&amp;subd=117745eva&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Senin (7/11) lalu terjadi tawuran sekelompok mahasiswa dari Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Di hari yang sama, siswa SMA di Bekasi juga melakukan aksi tawuran. Atau kita runut beberapa bulan terakhir, pastinya sering kali terjadi tawuran antar pelajar atau mahasiswa. Tawuran, seperti ikon pelajar dan mahasiswa yang telah kehilangan identitas. Pelajar mulai kehilangan identitas diri karena tidak mampu mengedepankan intelektualitas yang dimilikinya dalam mencari solusi dari suatu permasalahan yang sedang dihadapi. Hal ini ditunjukkan dengan maraknya aksi tawuran antar mahasiswa atau antar pelajar yang terjadi belakangan ini.</p>
<p>            Tawuran seolah menjadi solusi yang terbaik daripada harus repot berdiplomasi atas suatu masalah. Tawuran menjadi penyalur kepuasan emosional mereka yang memang masih meledak-ledak. Tawuran dianggap sebagai ajang memperlihatkan kepada dunia: ”<em>nih, gue keren</em>”. Mental ini, jika terus dipelihara maka akan merusak tatanan pemerintahan. Mengganggu kenyamanan masyarakat juga mengurangi produktivitas pelajar yang seharusnya menjadi agen pengubah bangsa menjadi yang lebih baik. Bayangkan saja, apa akibat dari tawuran yang baik? Tidak ada sama sekali. Yang ada hanya permusuhan, kebencian, rusaknya fasilitas umum. Berapa banyak kasus tawuran yang melibatkan pelajar ternyata kemudian harus memakan korban jiwa. Dalam setiap tawuran, pastinya ada yang terluka, berat ataupun ringan. Bahkan di banyak kasus tawuran yang paling parah terjadinya korban jiwa meninggal. Begitupula dengan banyaknya perusakan fasilitas umum. Padahal kita membangunnya dengan usaha dan tetesan keringat, dengan penuh harapan bahwa fasilitas ini akan memberikan kemudahan atas kehidupan kita. Coba kita lihat, betapa banyaknya kaca yang terkena lemparan batu akibat tawuran. Atau pagar pembatas yang rusak, kendaraan yang dibakar, kemacetan di jalan umum atau kotornya jalanan yang dilalui pada saat tawuran.</p>
<p>Kita tidak bisa mentup mata atas semua ini karena ini adalah tanggungjawab kita, bukan sekedar polisi. Kita juga harus menyadari bahwa ternyata meskipun pelajar yang berbuat tawuran, ternyata memang ada oknum yang membonceng kepentingan dari tawuran ini. Pastinya ada pihak tertentu yang senang dan mengharapkan tawuran ini. Mereka bagaikan menyiram api dengan minyak, mereka sebagai provokator yang terus berusaha agar emosi anak-anak kita tersulut dan memotivasi mereka untuk terus “berkarya” dengan tawurannya itu.</p>
<p>Lalu apa yang bisa dilakukan sebagai orang tua? Khususnya sebagai guru, maka yang bisa kita lakukan adalah dengan terus mengendalikan perilaku anak-anak kita ini. Daoed Yoesoef (1980) menyatakan bahwa seorang guru mempunyai tiga tugas pokok yaitu tugas profesional, tugas manusiawi, dan tugas kemasyarakatan <em>(civil mission)</em>. Jika dikaitkan pembahasan tentang kebudayaan, maka tugas pertama berkaitan dengar logika dan estetika, tugas kedua dan ketiga berkaitan dengan etika. Tugas manusiawi inilah yang paling penting dari seorang guru. Sebagai guru, tugas manusiawi ini adalah dalam bentuk membantu anak didik agar dapat memenuhi tugas-tugas utama dan manusia kelak dengan sebaik-baiknya. Tugas-tugas manusiawi itu adalah transformasi diri, identifikasi diri sendiri dan pengertian tentang diri sendiri.</p>
<p>Tugas kemasyarakatan merupakan konsekuensi guru sebagai warga negara yang baik untuk turut mengemban dan melaksanakan apa yang telah termaktub dalam UUD 1945. Seorang guru harus mampu menjadi pemercepat kesadaran, pendukung dan dinamisator pembangunan tempat di mana ia bertempat tinggal. Ketiga tugas ini harus selaras dan seimbang agar tercipta kehidupan yang harmonis.</p>
<p>Guru tidak hanya harus menguasai satu atau beberapa disiplin keilmuan yang harus dapat diajarkannya, ia harus juga mendapat pendidikan kebudayaan yang mendasar untuk aspek manusiawinya. Jadi di samping membiasakan mereka untuk mampu menguasai pengetahuan yang dalam, juga membantu mereka untuk dapat menguasai satu dasar kebudayaan yang kuat. Pun tidak bisa dilupakan bahwa ternyata guru sebagai model atau contoh bagi anak. Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. Oleh karena itu tingkah laku pendidik baik guru, orang tua atau tokoh-tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat, bangsa dan negara. Karena nilai nilai dasar negara dan bangsa Indonesia adalah Pancasila, maka tingkah laku pendidik harus selalu diresapi oleh nilai-nilai Pancasila. Peranan guru yang lain adalah sebagai pengajar dan pembimbing pelajar untuk memberikan arahan yang baik tentang pendidikan.</p>
<p>Peran sekolah pun tidak dapat dilupakan, justru yang paling penting, seluruh instrumen pada sekolah dapat memberikan akses yang mudah bagi pelajar untuk mengajarkan kebaikan. Sekolah juga harus memberikan tindakan tegas kepada pelajar yang terlibat tawuran agar tidak kembali terulang. Tindakan tegas tersebut dapat berupa skorsing, pemanggilan orangtua si mahasiswa, bahkan bila perlu sampai pemecatan jika memang perbuatannya itu sampai merugikan fasilitas umum. Tindakan tegas ini perlu dilakukan, dapat memberikan efek jera bagi mereka yang lainnya, serta menjadi contoh dan tidak melakukan perbuatan yang sama. Efek jera ini juga memungkinkan ada jika seharusnya ada reward and punishment terhadap kampus atau sekolah yang terlibat tawuran, atau sekolah atau kampusnya ditutup atau diliquidasi.</p>
<p>Maka sesungguhnya untuk menyelamatkan generasi bangsa ini merupakan tugas dari semua lapisan untuk bersinergi dalam menyongsong perubahan. Kerjasama, perhatian dan peran seluruh elemen masyarakat amat diharapkan. Kompetensi amat penting dalam membangun bangsa ini, namun karakter dan perilaku lebih diperlukan karena ia menyangkut masa depan dan kelangsungan suatu bangsa. Siapakah lagi yang akan meneruskan perjuangan para pahlawan dan para pendahulu kita dalam membangun bangsa ini selain mereka anak-anak kita?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/117745eva.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/117745eva.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/117745eva.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/117745eva.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/117745eva.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/117745eva.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/117745eva.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/117745eva.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/117745eva.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/117745eva.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/117745eva.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/117745eva.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/117745eva.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/117745eva.wordpress.com/455/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=117745eva.wordpress.com&amp;blog=848506&amp;post=455&amp;subd=117745eva&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://117745eva.wordpress.com/2011/11/30/memaksimalkan-peran-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9633a2c7cd60ef3079925afa9ca916e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">117745eva</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengaruh Pemakaian Kosmetik Pada Remaja</title>
		<link>http://117745eva.wordpress.com/2011/11/30/pengaruh-pemakaian-kosmetik-pada-remaja/</link>
		<comments>http://117745eva.wordpress.com/2011/11/30/pengaruh-pemakaian-kosmetik-pada-remaja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 13:28:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imas eva wijayanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chemist]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://117745eva.wordpress.com/?p=451</guid>
		<description><![CDATA[Kehidupan remaja saat ini sangat berbeda dengan kehidupan remaja pada masa sebelumnya. Penggunaan kosmetik yang sudah dimulai pada usia dini, yang semestinya belum pantas untuk digunakan oleh anak pada usia dini. Tetapi pada kenyataannya, sesuai dengan apa yang kita lihat dan saksikan bersama, ternyata bahwa anak usia dini telah menggantungkan hidupnya dengan penggunaan kosmetik-kosmetik. Padahal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=117745eva.wordpress.com&amp;blog=848506&amp;post=451&amp;subd=117745eva&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kehidupan remaja saat ini sangat berbeda dengan kehidupan remaja pada masa sebelumnya. Penggunaan kosmetik yang sudah dimulai pada usia dini, yang semestinya belum pantas untuk digunakan oleh anak pada usia dini. Tetapi pada kenyataannya, sesuai dengan apa yang kita lihat dan saksikan bersama, ternyata bahwa anak usia dini telah menggantungkan hidupnya dengan penggunaan kosmetik-kosmetik. Padahal kosmetik-kosmetik ini terkadang kita tak pernah memperhatikan apa kandungan-kandungan yang terkandung dalam produk-produk kosmetik tersebut. Sejauh ini, memang belum banyak ditemukan efek-efek negatif yang ditimbulkan dari penggunaan produk-produk kecantikan tesebut. Tetapi sebagai makhluk sosial dan makhluk yang menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bagian dari hidupnya, maka meneliti dan menguji bagaimana pengaruh-pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh pemakaian produk-produk kecantikan tersebut selayaknya dilakukan. Agar kelak tidak menimbulkan efek negatif atau setidaknya kita mencegah, karena mencegah lebih baik daripada mengobati.</p>
<p>Sebuah tulisan yang dimuat oleh sebuah situs digital, tentang adanya percepatan masa pubertas yang dipengaruhi oleh pemakaian produk kosmetik tersebut. Telah dilakukan riset oleh sejumlah peneliti yang melakukan penelitian dengan melibatkan 1151 remaja berusia 6-8 tahun di New York City, Cincinnati dan California Utara. Dalam tes urin mereka ditemukan tiga jenis zat kimia yang sering terdapat dalam produk kosmetik, yakni phenols, phthalates dan phytoestrogen. Para peneliti menemukan bahwa zat-zat kimia tersebut banyak ditemukan pada beragam produk kosmetik, seperti cat kuku, kosemtik, parfum, lotion dan sampo. Beberapa jenis produk kosmetif juga menggunakan zat kimia itu.</p>
<p>Pada periode remaja, menggunakan produk kosmetik yang digunakan terus menerus, seperti menjadi kebutuhan primer. Setiap perubahan waktu atau musim, seperti; pagi hari (setelah mandi), siang (sebelum pergi ke setiap tempat), sore dan malam (sebelum menyajikan kepada pihak-pihak atau agenda lain dan sebelum tidur malam).<br />
Tapi, kita tidak pernah berpikir bagaimana bahan kosmetik yang diproses dan bekerja dalam tubuh kita. Sebenarnya, bahan kosmetik itu termasuk semua bagian dari bahan kimia. Bahan kimia ada yang berbahaya, ada juga yang tidak berbahaya. Bagaimana kita bisa tahu tentang itu, tentu kita harus melakukan banyak percobaan dan pengamatan dari masalah ini, dan bagaimana kita bisa memecahkan masalah ini, dengan menemukan solusi yang terbaik. Cara untuk memecahkan setiap masalah tentang efek dari bahan kimia yang merupakan isi bahan kosmetik adalah kewajiban. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita harus mendapatkan dan memiliki substitusi material mereka, yang lebih alami dan bahan yang aman untuk keselamatan untuk kulit sehat, kulit kita khususnya dan tubuh kita umumnya.</p>
<p>Sebenarnya, bahan kimia memiliki aturan penting dalam menginfeksi objek ini. Tercepat periode pubertas berada di usia remaja. Dan dari bahan kimia didirikan tiga bahan kimia dalam bahan kosmetik banyak terdapat fenol, phthalates dan phytoestrogen. Meskipun ada banyak efek lain dari menggunakan bahan kimia yang kandungan dalam produk kosmetik. Fenol yang merupakan salah satu bahan yang terdapat dalam bahan-bahan penyusun kosmetik misalnya, dibandingkan dengan <a title="Alkohol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alkohol">alkohol</a> <a title="Alifatik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alifatik">alifatik</a> lainnya, fenol bersifat lebih asam. Fenol yang terkonsentrasi dapat mengakibatkan pembakaran kimiawi pada kulit yang terbuka. Bukankah ini berbahaya jika dibiarkan? Padahal yang perlu digarisbawahi di sini adalah bahwa kosmetik hanya memberikan efek lokal dan tidak mempengaruhi sistem fisiologis sehingga tidak mungkin kosmetik bekerja secara sistemik (diabsorbsi ke pembuluh darah). Kalau diabsorbsi dan mempengaruhi/memanipulasi sistem fisiologis, sudah tidak bisa dikatakan sebagai kosmetik tetapi disebut sebagai kosmesetika.</p>
<p>Apalagi sekarang ini banyak produsen kosmetik yang tidak lagi memperhatikan keamanan dan keselamatan. Sudah berapa banyak kasus para produsen kosmetik kedapatan mencampur bahan kosmetik dengan bahan-bahan berbahaya seperti merkuri. Padahal merkuri ini berbahaya jika terakumulasi dalam tubuh kita, sehingga tanpa kita sadari, tubuh kita telah banyak menumpuk bahan berbahaya itu. Ditambah dengan sedikitnya pengalaman remaja dalam memilih kosmetik. Lalu, apa langkah selanjutnya dalam mengantisipasi hal tersebut, walaupun pada catatan terakhir, belum terdapat banyak korban dari pemakaian produk-produk kosmetik atau produk kencantikan apalagi di kalangan remaja?</p>
<p>Jika hal ini tidak menjadi perhatian bersama semua pihak, kemudian kita biarkan maka akan menyebabkan efek gunung es bagi remaja. Perlu didikan dari keluarga, dukungan dari sekolah serta lingkungan pergaulan yang memotivasi untuk terus melakukan kebaikan dan kegiatan positif sebenarnya sudah dapat memagari remaja dari fenomena ini. Apalagi dengan adanya mental remaja yang ingin menjadi yang paling menarik dengan menggunakan bahan-bahan kosmetik untuk perawatan mereka untuk menjaga diri menawan, kulit, dan semua bagian tubuh. Jika mental ini terus dipupuk akan menyebabkan remaja tak lagi peduli pada lingkungan karena mereka terlalu sibuk dengan penampilan mereka. Remaja berlomba-lomba untuk menjadikan kulit mereka putih tapi tidak memperbaiki sikap dan hati mereka. Jika hal ini dibiarkan, ini akan mematikan karakter bangsa yang memelihara etika dan moral.</p>
<p>Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus memperbaiki dan mempercantik diri tapi bukan dengan penggunaan kosmetik yang berlebihan. Memperbaiki dan mempercantik diri dengan terus meningkatkan kompetensi diri sehingga siap bersaing secara global dan memperbaiki sikap diri sehingga karakter pemuda yang senantiasa aktif, produktif dan pantang menyerah terus hidup di diri-diri para remaja itu. Sehingga kegiatan mereka selalu dalam kegiatan yang positif dan mempersembahkan yang terbaik untuk bangsanya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/117745eva.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/117745eva.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/117745eva.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/117745eva.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/117745eva.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/117745eva.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/117745eva.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/117745eva.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/117745eva.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/117745eva.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/117745eva.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/117745eva.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/117745eva.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/117745eva.wordpress.com/451/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=117745eva.wordpress.com&amp;blog=848506&amp;post=451&amp;subd=117745eva&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://117745eva.wordpress.com/2011/11/30/pengaruh-pemakaian-kosmetik-pada-remaja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9633a2c7cd60ef3079925afa9ca916e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">117745eva</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMAKNAI KEMBALI ARTI SUMPAH PEMUDA</title>
		<link>http://117745eva.wordpress.com/2011/11/09/memaknai-kembali-arti-sumpah-pemuda/</link>
		<comments>http://117745eva.wordpress.com/2011/11/09/memaknai-kembali-arti-sumpah-pemuda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 10:17:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imas eva wijayanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://117745eva.wordpress.com/?p=449</guid>
		<description><![CDATA[Berbicara tentang pemuda memang tak akan ada habisnya. Selalu ada yang baru untuk dibicarakan. Keceriaan, emosional, semangat dan ide-ide yang selalu mengucur deras seakan menjadi harmonisasi kehidupan yang terus dinamis mengikuti ritme kehidupan. Pemuda, yang terbayang pertama kali dalam benak kita ketika mendengar kata ini adalah seorang yang kokoh berjalan, tegas dalam bertindak, memiliki jiwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=117745eva.wordpress.com&amp;blog=848506&amp;post=449&amp;subd=117745eva&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berbicara tentang pemuda memang tak akan ada habisnya. Selalu ada yang baru untuk dibicarakan. Keceriaan, emosional, semangat dan ide-ide yang selalu mengucur deras seakan menjadi harmonisasi kehidupan yang terus dinamis mengikuti ritme kehidupan. Pemuda, yang terbayang pertama kali dalam benak kita ketika mendengar kata ini adalah seorang yang kokoh berjalan, tegas dalam bertindak, memiliki jiwa yang mudah menerima perubahan ke arah yang lebih baik dan dinamis. Begitulah gambaran para pemuda ketika berkibar di zamannya. Dan ini dibuktikan oleh Sutan Syahrir dan kawan-kawan 28 Oktober, 83 tahun yang lalu. Pemuda menjadi sosok yang begitu diharapkan membawa kebaikan dan kekuatan melepaskan penjajahan di masa itu. Hingga akhirnya kita sama-sama mengetahui bahwa apa yang diperjuangkan saat itu seharusnya menjadi karakter dalam kehidupan pemuda saat ini.</p>
<p>Namun apa yang kita alami saat ini menjadikan refleksi bagi sebagian besar orang karena ternyata idealism yang dulu diperjuangkan hanya berhenti sampai kemerdekaan Republik Indonesia tanpa kelanjutannya sampai saat ini. Melihat pemuda saat ini kita risih, betapa banyak pemuda yang tidak memiliki lagi karakter yang diharapkan. Betapa banyak kasus yang membuat kita geleng-geleng kepala. Sebelum kita membahas topik ini lebih jauh lagi saya akan memberikan data dan fakta berikut:</p>
<ul>
<li>158 kepala daerah tersangkut korupsi sepanjang 2004-2011</li>
<li>42 anggota DPR terseret korupsi pada kurun waktu 2008-2011</li>
<li>30 anggota DPR periode 1999-2004 terlibat kasus suap pemilihan DGS BI</li>
<li>Kasus korupsi terjadi di berbagai lembaga seperti KPU, KY,  KPPU, Ditjen Pajak, BI, dan BKPM</li>
</ul>
<p>(Sumber : Litbang Kompas)</p>
<p>Kini setelah membaca fakta diatas, apa yang ada di pikiran kita? Apakah memang itu yang menjadi kelakuan para pejabat negara yang pastinya dulu juga merupakan seorang pemuda? Maka menjadi pertanyaan besar bagi kita bahwa ternyata pembangunan karakter, sekarang ini mutlak diperlukan bukan hanya di sekolah saja, tapi di rumah dan di lingkungan sosial. Bayangkan apa persaingan yang muncul di tahun 2050? Yang jelas itu akan menjadi beban kita dan orangtua masa kini. Saat itu, anak-anak masa kini akan menghadapi persaingan dengan rekan-rekannya dari berbagai belahan negara di dunia. Bahkan kita yang masih akan berkarya di tahun tersebut akan merasakan perasaan yang sama. Tuntutan kualitas sumber daya manusia pada tahun-tahun berikutnya tentu membutuhkan <em>good character</em>.</p>
<p>Di zaman globalisasi ini kita mengetahui adanya modernisasi dan westernisasi di kalangan pemuda Indonesia khususnya kalangan pemuda yang berada di Banten. Modernisasi dan westernsiasi ini menunjukkan betapa hebatnya pengaruh dari zaman globalisasi ini untuk kalangan para pemuda. Sehingga perlahan tapi pasti, hal-hal berkaitan dengan keagamaan sedikit demi sedikit terkikis oleh suatu keadaan yang disebut modernisasi dan westernisasi, maka dari itu dampak negatif modernisisasi dan westernisasi harus dicari solusi yang tepat dan efektif untuk meminimalisirnya.</p>
<p>Media massa merupakan media sosialisasi yang cukup berpengaruh terhadap pembangunan opini dan karakter pemuda. Nilai dan norma yang disampaikan dan disajikan oleh media massa akan tertanam dalam diri seseorang melalui penglihatan maupun pendengaran. Begitupula dengan negara kita Indonesia, yang erat  dengan budaya ketimuran. Hal ini karena warga negaranya yang terkenal dengan keramahan, kesopanan dan agamis, sehingga banyak kota-kota yang dijuluki sebagai kota  santri, khususnya di pulau Jawa. Namun seiring perkembangan zaman yang begitu cepat, kecanggihan teknologi, komunikasi serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat memudarkan sedikit demi sedikit budaya ketimuran kita. Tak pandang usia, jabatan, ras dan suku. Bahkan wilayah  Banten yang katanya kebanyakan merupakan suku Sunda, yang erat kaitannya dengan kesopanan dan tutur bahasanya yang halus sedikit demi sedikit mulai terkikis. Selain itu wilayah Banten adalah salah satu kota yang berpangaruh besar dalam penyebaran agama Islam di Tanah air. Sehingga Banten sering dijuluki sebagai wilayah yang agamis. Namun semua julukan ini perlahan-lahan menghilang seiring dengan modernisasi dan westernisasi.</p>
<p>Di sektor pariwisata yang ada di Banten yang terkenal dengan keindahan bahari dan asrinya alam Ujung kulon, banyak dikunjungi wisatawan dari ibukota dan wisatawan mancanegara. Sedangkan di bidang  teknologi komunikasi, membuat para penduduk Banten  (khususnya di kalangan pemuda) tidak mau merasa ketinggalan. Sehingga mereka mulai  berlomba-lomba mendapatkan <em>gadget</em> terbaru dan dengan itu mereka mudah mengenal budaya barat yang biasa dikenal dengan westernisasi. Gaya hidup ini, perlahan-lahan  mulai mengubah gaya hidup dan pola pikir mereka dan menghapus keoriginalitasan mereka sebagai warga Banten yang berbudaya. Padahal kita sama-sama mengetahui betapa kayanya negara kita akan budaya dan tradisi yang sangat menjunjung tinggi sikap dan perilaku. Ini sama halnya dengan pembangunan karakter bangsa lewat pemuda dengan mengenalkan budaya bangsa sejak dini. Kita harus dapat memilah dan memilih mana budaya bangsa yang dapat dipertahankan dan mengikuti pola modernisasi dan westernisasi. Atau sebaliknya, kita harus bisa menempatkan secara tepat apa dan bagaimana jika sebuah kebijakan yang berasal dari luar yang mungkin dapat mempengaruhi karakter pemuda. Hal ini karena kita mengetahui betapa bahayanya jika kita menerima modernisasi tanpa menyaring terlebih dahulu.</p>
<p>Akhirnya, mari kita kembalikan kepada deklarasi sumpah pemuda yang di sana terdapat nilai-nilai kebangsaan, kesatuan dan cinta tanah air. Kita harus kembali dapat memaknai betapa penting dan berharganya pemuda sebagai aset masa depan dengan terus mengedepankan teknologi dan keilmuan tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang tumbuh berkembang. Sehingga kita harus terus membangun karakter pemuda yang dapat dibanggakan sebagai agen penerus dan pelurus bangsa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/117745eva.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/117745eva.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/117745eva.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/117745eva.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/117745eva.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/117745eva.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/117745eva.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/117745eva.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/117745eva.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/117745eva.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/117745eva.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/117745eva.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/117745eva.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/117745eva.wordpress.com/449/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=117745eva.wordpress.com&amp;blog=848506&amp;post=449&amp;subd=117745eva&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://117745eva.wordpress.com/2011/11/09/memaknai-kembali-arti-sumpah-pemuda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9633a2c7cd60ef3079925afa9ca916e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">117745eva</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DILEMA PILGUB</title>
		<link>http://117745eva.wordpress.com/2011/10/28/dilema-pilgub/</link>
		<comments>http://117745eva.wordpress.com/2011/10/28/dilema-pilgub/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Oct 2011 05:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imas eva wijayanti</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://117745eva.wordpress.com/2011/10/28/dilema-pilgub/</guid>
		<description><![CDATA[Demokrasi seolah tak lagi asing di telinga setiap penduduk Indonesia. Kata demokrasi senantiasa didefinisikan dan dipahami sebagai pemilihan umum yang selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dalam kurun waktu 5 tahun sekali. Begitu pula pemilihan umum yang akan dilaksanakan di Banten saat ini. Pemilihan gubernur yang ditunggu sebagai ajang obral harapan untuk perubahan Banten yang lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=117745eva.wordpress.com&amp;blog=848506&amp;post=447&amp;subd=117745eva&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Demokrasi seolah tak lagi asing di telinga setiap penduduk Indonesia. Kata demokrasi senantiasa didefinisikan dan dipahami sebagai pemilihan umum yang selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dalam kurun waktu 5 tahun sekali. Begitu pula pemilihan umum yang akan dilaksanakan di Banten saat ini. Pemilihan gubernur yang ditunggu sebagai ajang obral harapan untuk perubahan Banten yang lebih baik. Kita mengetahui bahwa masyarakat global hidup dalam kebersamaan dengan orang lain. Ada kebutuhan untuk saling membutuhkan, saling menghargai dan saling bahu membahu satu sama lain. Masyarakat tidak dapat hidup sendiri karena adanya hubungan satu sama lain merupakan kondisi kenyataan manusia. Oleh karena itu, setiap individu mesti belajar bagaimana hidup bersama, mengatur tatanan kehidupan secara bersama, sehingga inspirasi dan aspirasi individu dapat tercapai. Demokrasi termasuk di dalamnya pengembangan dan penumbuhan semangat kebangsaan.<br />
Pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah, atau seringkali disebut pilkada, adalah ajang pembuktian demokrasi secara dewasa. Pemilihan umum yang berfungsi untuk memilih kepala daerah dan wakil kepala daerah secara langsung di Indonesia oleh penduduk daerah setempat yang memenuhi syarat. Sebelumnya, kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Dasar hukum penyelenggaraan pilkada adalah Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam undang-undang ini, pilkada (pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah) belum dimasukkan dalam rezim pemilihan umum (pemilu). Pilkada pertama kali diselenggarakan pada bulan Juni 2005.<br />
Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, pilkada dimasukkan dalam rezim pemilu, sehingga secara resmi bernama &#8220;pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah&#8221;. Pilkada pertama yang diselenggarakan berdasarkan undang-undang ini adalah Pilkada DKI Jakarta 2007. Sesuai Rumusan UU Nomor 32 tahun 2004 yang telah diubah dengan UU Nomor 12 tahun 2008 tentang Pemerintah Daerah, ditetapkan bahwa kepala daerah memang dipilih secara langsung oleh rakyat. Dasar pemikirannya adalah selain memenuhi asas demokrasi, hal itu dilakukan untuk menekan praktek politik uang. Dengan demikian diidealkan praktik semacam itu tak akan terjadi lagi, namun yang terjadi kini isu money politic justru makin marak. Sistem Pilkada yang sekarang ini dinilai menghabiskan biaya tinggi dan seringkali menimbulkan masalah sosial sehingga perlu dipikirkan kembali sistem pilkada yang sekarang.<br />
Masalah itu memang ada, namun ibarat angin, prakteknya sulit dibuktikan. Dalam banyak kasus, praktek yang demikian sulit dibuktikan karena dilakukan secara sistemik dan sistematik sehingga praktik politik haram tersebut sulit &#8216;ditangkap tangan&#8217;. Maka usulan yang penting untuk dipikirkan itu adalah (1) Pilkada langsung masih dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan adanya kejadian-kejadian yang terjadi, termasuk dalam hal ini konsekuensi pembiayaan yang besar; (2) Pelaksanaan Pilkada diharapkan secara serentak. Kalau dapat dilakukan dengan satu kali putaran saja dan menurut suara terbanyak; (3) Pilkada bagi pemilih di luar daerah diperbolehkan untuk memilih.<br />
Pada poin kedua dikatakan bahwa “Pelaksanaan Pilkada diharapkan secara serentak. Kalau dapat dilakukan dengan satu kali putaran saja dan menurut suara terbanyak”, dari rekomendasi ini memang diharapkan bahwa pemilihan gubernur kali ini cukup dilakukan sekali saja dengan pertimbangan efisiensi dana, efisiensi tenaga dan waktu. Efisiensi ini tentu harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat.<br />
Dilema memang, di satu sisi kita menginginkan pendidikan demokrasi bagi masyarakat Banten, tapi di sisi lain ternyata demokrasi ini menghasilkan perbedaa-perbedaan yang amat menyolok dan membuat dana menjadi tidak efisien waktu, tenaga dan pikiran. Maka kembali kepada definisi demokrasi bahwa demokrasi adalah kebebasan memilih bagi para rakyat. Maka menjadi kewajiban kita untuk memilih satu dari sekian calon yang ada dengan penuh rasa harap bahwa sang calon memang akan memenuhi janji-janjinya. Namun hal ini memang menjadi dilema jika pemilihan umum kepala daerah harus diulang karena hal ini sama saja dengan pemborosan uang rakyat. Karena sekali mengadakan pilgub, rakyat harus mengeluarkan dana sekitar 135,5 Milyar. Bukankah ini lebih baik dianggarkan untuk pembangunan?<br />
Semua ini dapat diminimalisir dengan cara pemilihan kepala daerah menang satu putaran. Dengan memilih pemimpin yang cerdas, mempunyai visi dan misi yang jelas, mempunyai track record yang baik, anti KKN dan berani mengambil resiko serta dapat mempertanggungjawabkannya kepada masyarakat. Tak lupa bahwa pemimpin yang baik juga memiliki tim yang solid, maka pilih juga pemimpin yang memiliki massa yang loyal dan total dalam bekerja. Satu poin pemimpin yang kita dambakan adalah pemimpin yang tanggungjawab. Tanggungjawab merupakan unsur penting bagi pengembangan karakter bangsa karena hal ini terkait dengan ekspresi kebebasan manusia terhadap dirinya sendiri dan orang lain. Tanggung jawab ini memiliki tiga dimensi, yaitu tanggungjawab kepada (relasi antara individu dengan orang lain), tanggungjawab bagi (hubungan individu dengan dirinya sendiri), serta tanggungjawab terhadap (hubungan individu terkait dengan tugas dan tanggungjawabnya di dalam masyarakat). Maka memilih pemimpin yang bertanggungjawab adalah hal yang wajib dilakukan oleh para pemilih.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/117745eva.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/117745eva.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/117745eva.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/117745eva.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/117745eva.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/117745eva.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/117745eva.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/117745eva.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/117745eva.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/117745eva.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/117745eva.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/117745eva.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/117745eva.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/117745eva.wordpress.com/447/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=117745eva.wordpress.com&amp;blog=848506&amp;post=447&amp;subd=117745eva&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://117745eva.wordpress.com/2011/10/28/dilema-pilgub/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9633a2c7cd60ef3079925afa9ca916e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">117745eva</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengelola Sampah Elektronik</title>
		<link>http://117745eva.wordpress.com/2011/10/12/mengelola-sampah-elektronik/</link>
		<comments>http://117745eva.wordpress.com/2011/10/12/mengelola-sampah-elektronik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 11:44:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imas eva wijayanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chemist]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://117745eva.wordpress.com/?p=445</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, sampah merupakan masalah serius di kota-kota besar karena volume sampah yang dihasilkan tidak tertangani seluruhnya oleh Dinas Kebersihan. Hal ini juga ditambah dengan kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan sampah. Sampah menjadi menggunung di berbagai tempat pembuangan akhir (TPA) yang tidak ada tindakan khusus untuk mengurangi volumenya selain dibakar. Padahal sampah tidak bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=117745eva.wordpress.com&amp;blog=848506&amp;post=445&amp;subd=117745eva&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini, sampah merupakan masalah serius di kota-kota besar karena volume sampah yang dihasilkan tidak tertangani seluruhnya oleh Dinas Kebersihan. Hal ini juga ditambah dengan kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan sampah. Sampah menjadi menggunung di berbagai tempat pembuangan akhir (TPA) yang tidak ada tindakan khusus untuk mengurangi volumenya selain dibakar. Padahal sampah tidak bisa dikatakan sama semua karena pada kenyataannya sampah dibagi menjadi berbagai macam berdasarkan jenis dan kemudahannya untuk diuraikan.</p>
<p>Sampah dibagi menjadi 3 bagian besar yaitu sampah organik, sampah non organik dan sampah bahan berbahaya dan beracun (B3). Sampah organik berupa sisa-sisa makanan, daun dan sisa-sisa material tumbuhan yang membusuk sebenarnya dapat diubah menjadi kompos dan pupuk cair yang baik sekali untuk tanaman. Sedangkan sampah non organik berupa plastik dan kaca memiliki nilai jual yang cukup tinggi dibandingkan sampah organik. Pengelolaannya juga lebih mudah yaitu dengan cara cukup dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah yang sudah dipilah memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Ketersediaan sampah plastik dan kertas adalah 24% dari volume sampah keseluruhan. Untuk meningkatkan harga jual, sampah plastik dipilah berdasarkan jenis, dilakukan pencucian, dan dicacah menjadi bijih plastik. Saat ini, harga jual sampah plastik dan kertas masih rendah dikarenakan produk yang dihasilkan hanya dijual tanpa diolah dan ditawarkan kepada satu bandar saja. Sampah plastik digunakan untuk daur ulang. Sedangkan sampah kertas digunakan sebagai campuran bahan baku kertas bagi industri kertas. Sampah jenis lainnya adalah sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) berupa bekas baterai dan bekas alat-alat elektronik yang sudah tidak dapat dipakai. Sebenarnya sampah B3 ini tak jauh berbeda dengan sampah plastik atau sampah kertas, sampah elektronik juga harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan masalah bagi lingkungan. Karena beberapa komponan barang elektronik bekas mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3). Contohnya <em>circuit</em> board computer yang mengandung beberapa macam logam berat seperti timah, besi, timbal, perak dan tembaga.</p>
<p>Sampah berupa barang elektronik merupakan bahaya yang paling mengancam kelangsungan hidup di planet bumi kita, setelah masalah pemanasan global. Dunia saat ini memang sudah dipenuhi oleh berbagai barang elektronik yang canggih namun ternyata dapat membahayakan kelangsungan makhluk hidup lainnya ketika benda tersebut menjadi sampah dan tidak digunakan dengan bijaksana. Fakta lebih lanjut adalah perkiraan dari PBB yang menyatakan bahwa ada  20 sampai 50 juta ton sampah elektronik yang dihasilkan setiap tahun. 70 % dari sampah tersebut dibuang dinegara-negara miskin dan berkembang. Padahal limbah tersebut merupakan sumber racun bagi manusia dan lingkungan sekitarnya karena pada saat proses pembuatan perangkat elektronik juga menggunakan berbagai macam bahan beracun. Jadi sudah pasti sangat berbahaya jika hal ini terus menerus dibiarkan terjadi tanpa adanya tindakan yang dapat mencegahnya.</p>
<p>Jika kita menengok apa yang terjadi di era globalisasi ini, barang-barang elektronika seperti televisi, komputer, VCD player, tape recorder maupun telepon genggam bukanlah barang asing. Karena bagi sebagian orang, barang-barang tersebut merupakan kebutuhan vital yang harus dipenuhi seperti layaknya sembako. Bahkan bagi sebagian orang, kebutuhan barang elektronik ibarat fashion yang harus diikuti perkembangannya. Sehingga setiap kali ada produk gadget yang baru, akan mereka ikuti. Tetapi lihatlah dampaknya, seperti barang-barang lainnya, suatu saat jika sudah usang ataupun rusak dan tidak dapat lagi diperbaiki, barang-barang tersebut akan menjadi sampah yang layak untuk dibuang. Padahal apakah kita menyadari, sampah dari barang-barang elektronika tersebut berbahaya bagi perkembangan otak manusia?</p>
<p>Seperti kita ketahui, rongsokan elektronika ini mengandung sekitar 1000 material, dan sebagian besar dikategorikan sebagai bahan berbahaya, karena merupakan unsur beracun seperti logam berat, diantaranya adalah timbal. Apakah timbal itu? Timbal adalah racun penyerang saraf (neurotoksin) yang bersifat terkumpul (akumulatif) dan merusak pertumbuhan otak. Penyerapan timbal ke dalam darah manusia terutama melalui saluran pencernaan dan saluran napas. Ketika dibakar, sampah yang mengandung logam berat ini menimbulkan pencemaran timbal yang sangat berbahaya. Jika dibuang akan menghasilkan lindi (cairan yang berasal dari dekomposisi sampah dan infiltrasi air eksternal dari hujan). Cairan yang sangat konduktif ini masuk ke dalam tanah dan menyebabkan pencemaran air tanah.</p>
<p>Sejak lama timbal dituding sebagai penyebab turunnya angka Intellectual Quotient. Dari sebuah riset yang dilakukan Puji Lestari, staf pengajar dan peneliti jurusan Teknik Lingkungan ITB, menunjukkan, adanya hubungan terbalik kandungan timbal terhadap angka IQ, semakin tinggi kadar timbal dalam darah, semakin rendah poin IQ-nya. Sedangankan penelitian yang dilakukan oleh Muhamad Khidri Alwi, peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Makasar menyebutkan, setiap kenaikan kadar timbal 10 mkgr/dl dalam darah, memicu penurunan IQ sebesar 2,5 poin. Penurunan ini sudah dimulai ketika kadar timbal di atas ambang batas 10 mkgr/dl. Sementara dalam jurnal Enviromental Health Perspective, memuat penelitan yang dilakukan oleh Bruce P Lanphear, yang memperlihatkan, bahwa IQ seorang anak malah mulai menurun saat kandungan timbal dalam darah berkisar 2,4 &#8211; 10 mkgr/dl. Secara pasti Lanphear mengatakan, saat terkumpul timbal menipis kisaran 10 &#8211; 20 mkgr/dl dan 20 &#8211; 30 mkgr/dl, maka penurunan IQ yang terjadi adalah 1,9 dan 1,1. Maksimal penurunan poin IQ dalam riset adalah 3,9.</p>
<p>Ternyata dari fakta-fakta tersebut, barang-barang elektronika yang dikatakan sebagai penunjang informasi, justru bisa menimbulkan dampak negatif bagi perkembangan otak manusia. Oleh karena itu, jika memang alat-alat elektronika kita masih dapat digunakan dengan baik, tak usah lah kita menggantinya dengan yang baru dengan alasan mengikuti mode. Karena ternyata dengan alasan itu kita telah menjadi penyumbang utama bagi turunnya sumber daya manusia. Jika masih ada yang lama dan masih bisa dipakai, mengapa harus mengganti yang baru padahal fungsinya sama?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/117745eva.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/117745eva.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/117745eva.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/117745eva.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/117745eva.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/117745eva.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/117745eva.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/117745eva.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/117745eva.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/117745eva.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/117745eva.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/117745eva.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/117745eva.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/117745eva.wordpress.com/445/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=117745eva.wordpress.com&amp;blog=848506&amp;post=445&amp;subd=117745eva&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://117745eva.wordpress.com/2011/10/12/mengelola-sampah-elektronik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9633a2c7cd60ef3079925afa9ca916e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">117745eva</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menanggulangi Krisis Air</title>
		<link>http://117745eva.wordpress.com/2011/10/01/menanggulangi-krisis-air/</link>
		<comments>http://117745eva.wordpress.com/2011/10/01/menanggulangi-krisis-air/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2011 13:27:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imas eva wijayanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://117745eva.wordpress.com/?p=443</guid>
		<description><![CDATA[Kemarau panjang yang saat ini tengah melanda sebagian besar wilayah di Indonesia berdampak hingga ke daerah-daerah yang ada di Kabupaten Pandeglang. Lahan pertanian semakin berkurang serta air bersih mulai susah didapatkan merupakan contoh nyata dari dampak dari kemarau panjang. Di Kabupaten Pandeglang tercatat, sebanyak 4 kecamatan yang saat ini tengah mengalami krisis air bersih, yaitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=117745eva.wordpress.com&amp;blog=848506&amp;post=443&amp;subd=117745eva&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarau panjang yang saat ini tengah melanda sebagian besar wilayah di Indonesia berdampak hingga ke daerah-daerah yang ada di Kabupaten Pandeglang. Lahan pertanian semakin berkurang serta air bersih mulai susah didapatkan merupakan contoh nyata dari dampak dari kemarau panjang. Di Kabupaten Pandeglang tercatat, sebanyak 4 kecamatan yang saat ini tengah mengalami krisis air bersih, yaitu Kecamatan Cikeusik, Cigeulis, Cikedal dan Menes. Kemarau panjang ini juga sudah mulai memunculkan krisis air minum di berbagai daerah termasuk kabupaten-kabupaten lain di Banten seperti Lebak. Krisis air minum ini diperkirakan akan memburuk di masa mendatang mengingat jumlah penduduk yang terus meningkat sementara cadangan air minum dalam lapisan tanah (aquifer) mengalami penurunan. Penurunan cadangan air minum dalam lapisan aquifer terjadi karena meningkatnya eksploitasi terhadap sumber mata air aquifer tersebut sementara pengisian kembali air tawar ke dalam lapisan aquifer menurun karena meningkatnya pembabatan hutan. Padahal sumberdaya air minum dari lapisan aquifer merupakan sumberdaya alam yang terbatas sehingga dalam suatu waktu sumberdaya ini dapat habis. Sumberdaya air minum dari badan air sungai juga merupakan sumber daya alam yang terbatas mengingat debit air sungai sangat dipengaruhi oleh curah hujan, kondisi lahan di sekitarnya serta tingkat pencemaran dari sekitarnya. Hal ini diperkuat lagi dengan adanya konversi lahan produktif menjadi pemukiman dan industri, serta kondisi cuaca yang tidak menentu berupa kemarau yang berkepanjangan, pencemaran lingkungan dan pemanasan global.</p>
<p>Padahal secara umum tubuh manusia terdiri dari air sebesar 60-80 %, sehingga kualitas hidup manusia sangat tergantung terhadap kualitas air minum yang dikonsumsinya. Oleh karena itu, krisis air minum yang terjadi saat ini dapat membuat kita ketakutan akan masa depan kita khususnya krisis air minum ini yang diduga akan semakin memburuk di masa mendatang apabila tidak diambil langkah-langkah yang tepat mulai sekarang. Langkah-langkah ini harus dipikirkan secara bersama-sama oleh para peneliti, pemerintah dan masyarakat yang dalam hal ini yang paling penting adalah adanya peran pemuda sebagai agen pengganti yang lebih baik.</p>
<p>Ada satu penawaran dan solusi atas krisis air ini, yaitu dengan pemanfaatan air laut. Air laut merupakan sumberdaya air minum yang tidak terbatas khususnya Indonesia memiliki air laut sebesar 70 % dari luas wilayahnya. Dengan demikian untuk mengatasi krisis air minum sekarang dan di masa mendatang, pemanfaatan air laut menjadi air minum merupakan potensi yang harus terus diteliti. Konversi air laut menjadi air minum dilakukan melalui proses destilasi yaitu proses pemisahan air tawar dan kandungan garam yang terdapat di dalam air laut melalui proses pemanasan, dipisahkan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Saat pemanasan terhadap air laut dilakukan, uap air berupa air tawar akan menguap sedangkan larutan yang mengandung garam-garam akan mengendap. Uap air ini kemudian diendapkan dengan menggunakan alat tertentu untuk mengumpulkan air tawar. Air tawar hasil destilasi ini kemudian diproses menjadi air minum. Pada proses pemanfaatan air laut dalam menjadi air minum melalui proses destilasi dihasilkan produk sampingan seperti garam berkualitas tinggi, air laut dalam untuk industri kosmetika, industri makanan dan minuman, industri budidaya pertanian berupa sayur-sayuran, tomat dan lain-lain. Tak ketinggalan industri budidaya perikanan, industri kesehatan, industri obat-obatan dan sebagai pendingin ruangan atau air condition mengingat suhu air laut dalam yang relatif rendah.</p>
<p>Meskipun proses ini relatif mudah, tapi biaya produksi industri air mineral dari air laut masih tergolong mahal. Namun, melihat kondisi saat ini dengan keterbatasan air tawar dari badan air sungai dan badan air tanah aquifer serta pencemaran yang semakin meningkat, ketidakmenentuan iklim, serta pemanasan global maka industri air minum dari air laut di masa mendatang memiliki potensi yang sangat besar dan dengan kemajuan teknologi, sehingga biaya produksi industri air minum ini akan menjadi lebih murah dan efektif.</p>
<p>Sebenarnya menjadi sesuatu yang ironi jika krisis air bersih melanda Indonesia. Padahal Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber-sumber air. Indonesia memiliki 6% persediaan air dunia atau sekitar 21% dari persediaan air di Asia Pasifik, namun pada kenyataannya dari tahun ke tahun Indonesia mengalami krisis air bersih. Potensi ketersediaan air bersih dari tahun ke tahun cenderung berkurang akibat rusaknya daerah tangkapan air dan pencemaran lingkungan. Padahal di lain pihak kecenderungan konsumsi air bersih justru naik secara drastis mengikuti laju pertumbuhan penduduk. Potensi sebagai negara yang kaya air, ternyata tidak mampu menghindarkan Indonesia dari krisis air bersih. Setiap kali musim kemarau tiba berbagai daerah mengalami krisis air. Namun ketika musim hujan tiba, krisis air bersih tetap terjadi karena surplus air yang kerap mengakibatkan banjir (yang pastinya kotor) sehingga sumber air tidak dapat termanfaatkan.</p>
<p>Untuk mengatasi krisis air bersih, upaya penyelamatan lingkungan termasuk di antaranya adalah dengan penyelamatan sumber-sumber air, harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan. Upaya penyelamatan lingkungan demi mengatasi krisis air bersih dapat dilakukan melalui berbagai cara. Menggalakkan gerakan hemat air, menggalakkan gerakan menanam pohon seperti <em>one man one tree, </em>konservasi lahan, pelestarian hutan dan daerah aliran sungai. Pun seharusnya dilakukan pembangunan tempat penampungan air hujan seperti waduk sehingga airnya bisa dimanfaatkan saat musim kemarau. Mencegah krisis air seminimal mungkin dengan memanfaatkan air hujan yang terbuang ke laut dengan membuat sumur resapan air atau lubang resapan biopori. Cara lain untuk melindungi air bersih adalah dengan mengurangi pencemaran air baik oleh limbah rumah tangga, industri, pertanian maupun pertambangan. Dan yang paling penting adalah dengan mencegah sungai atau danau menjadi tempat pembuangan sampah dan limbah.</p>
<p>Semua hal di atas harus dilakukan secara menyeluruh, berkelanjutan dan sesegera mungkin. Bumi adalah planet yang bisa dihuni oleh manusia dan merupakan satu-satunya planet yang dua pertiga bagiannya diselimuti air. Namun jangan dikira bumi ini kaya akan air justru air yang layak diminum untuk seluruh penduduk yang ada dibumi jumlahnya kurang dari 3 % dari total seluruh air yang ada di bumi sehingga penggunaannya harus dihemat. Setelah mengetahui fakta air tawar yang kita konsumsi sehari-hari sedemikian terbatasnya dan mesti berbagi dengan milyaran penduduk bumi, masihkah kita tidak hemat air? Masihkah kita membuang sampah ke sungai? Masihkah kita menebangi hutan-hutan lindung untuk kepentingan pribadi?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/117745eva.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/117745eva.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/117745eva.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/117745eva.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/117745eva.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/117745eva.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/117745eva.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/117745eva.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/117745eva.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/117745eva.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/117745eva.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/117745eva.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/117745eva.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/117745eva.wordpress.com/443/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=117745eva.wordpress.com&amp;blog=848506&amp;post=443&amp;subd=117745eva&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://117745eva.wordpress.com/2011/10/01/menanggulangi-krisis-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9633a2c7cd60ef3079925afa9ca916e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">117745eva</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memupuk Kekayaan Indonesia</title>
		<link>http://117745eva.wordpress.com/2011/09/26/memupuk-kekayaan-indonesia/</link>
		<comments>http://117745eva.wordpress.com/2011/09/26/memupuk-kekayaan-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2011 10:46:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imas eva wijayanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://117745eva.wordpress.com/?p=441</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini berita tentang kekeringan yang melanda sebagian besar kawasan Indonesia semakin menguat. Di Pantura, sebanyak 30 ribu hektar areal persawahan telah mengalami kekeringan. Akibatnya, tanaman padi yang rata-rata berusia antara 4 minggu hingga 8 minggu itu terancam mati. Semestinya tanaman padi pada usia itu sedang membutuhkan air irigasi yang cukup untuk menopang pertumbuhan tanaman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=117745eva.wordpress.com&amp;blog=848506&amp;post=441&amp;subd=117745eva&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini berita tentang kekeringan yang melanda sebagian besar kawasan Indonesia semakin menguat. Di Pantura, sebanyak 30 ribu hektar areal persawahan telah mengalami kekeringan. Akibatnya, tanaman padi yang rata-rata berusia antara 4 minggu hingga 8 minggu itu terancam mati. Semestinya tanaman padi pada usia itu sedang membutuhkan air irigasi yang cukup untuk menopang pertumbuhan tanaman memasuki masa bunting. Demikian halnya di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sekitar 48 ribu hektar lebih areal persawahan mengalami kekeringan. Air waduk Jatiluhur, Purwakarta, yang menjadi tumpuan aliran air, mengalir melalui Kali Tarum Barat terus menyusut sejak memasuki musim kemarau. Begitupula di Banten, kekeringan itu antara lain terjadi di Kabupaten Pandeglang salah satunya di Kecamatan Cikeusik yang melanda sawah seluas 126 hektar, Cikedal dan Menes masing-masing 2 hektar sawah. Sedangkan untuk Kabupaten Lebak terjadi di Kecamatan Malingping seluas 262 hektar sawah. Dikabarkan pula sejak sebulan terakhir, debit air sungai yang ada di Banten mulai surut akibat musim kemarau. Akibatnya, untuk mencegah kekeringan, aliran irigasi harus digilir. Meskipun diberitakan bahwa hampir semua wilayah di Banten ini baru terkena kekeringan dan belum ada yang tanaman padi terkena puso. Namun jika ini berkembang terus, akan cukup merepotkan bagi tersedianya ketercukupan pangan nasional. Bahkan, Akibat musim kemarau yang cukup panjang, rumput dan ilalang kering di sekitar Lapangan Terbang Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, hangus terbakar. Kebakaran terjadi pada Sabtu (10/9) malam hingga ribuan meter. Semua ini tentu seharusnya menjadi perhatian kita semua, karena sesungguhnya kitalah yang berkewajiban menjaga alam ini.</p>
<p>Tantangan lingkungan hidup yang paling berat dialami oleh umat manusia di muka bumi ini adalah terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim. Pola iklim mengalami perubahan akibat kenaikan suhu permukaan bumi. Akibatnya, ada bagian bumi yang curah hujannya berlebihan, ada pula yang malah kekurangan. Kenaikan curah hujan akan meningkatkan frekuensi dan intensitas banjir, makin banyak erosi, serta makin banyaknya tanah longsor. Sedangkan kekeringan yang panjang dan fluktuasi musim yang semakin sulit diprediksi, akan mengancam ketersediaan pangan dan air, sehingga rawan terjadinya kekurangan pangan dan kelaparan.</p>
<p>Indonesia sebagai salah satu negara tropis pun tak luput dari tantangan lingkungan hidup ini. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia terus menerus dilanda bencana yang apabila dicermati bencana tersebut ternyata bersumber dari permasalahan lingkungan dan penanganan yang salah. Tengok saja terjadi banjir berkala yang menyerang Jakarta, gelombang pasang, longsor dan kekeringan sudah menjadi tradisi bencana tahunan yang tidak pernah selesai bahkan tiap tahun makin bertambah buruk. Bencana-bencana itu merupakan akibat dari Pemanasan Global. Pemanasan global yang meresahkan negara-negara di seluruh dunia antara lain disebabkan oleh kelebihan karbondioksida (CO<sub>2</sub>) di udara yang merupakan sisa-sisa pembakaran dan itu merupakan dampak dari hilangnya sebagian besar hutan dunia yang pohon-pohonnya menyerap karbondioksida tersebut, sehingga suhu meningkat dan gunung es mencair.</p>
<p>Kita sadar pentingnya keberadaan pohon dan hutan untuk mengatasi bahaya dari dampak pemanasan global. Meskipun ancaman kekeringan dimana-mana, namun ternyata pembalak liar tetap bebas berkeliaran. Ditambah dengan ketidakpedulian kepala daerah dengan daerahnya yang terkena kekeringan ini, maka kekacauan panjang yang melibatkan perusakan lingkungan hidup nyaris tak mengenal kata tepi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, manusia harus terus berupaya untuk mengurangi efek pemanasan global dan perubahan iklim. Salah satu dan yang terutama adalah dengan memperbanyak pohon melalui budaya tanam-menanam.  Upaya pelestarian hutan dengan penanaman pohon sebanyak-banyaknya dan mengembalikan hutan mangrove harus dilakukan. Ini merupakan aksi konkret dari agenda kegiatan lingkungan hidup. Karena alasan-alasan itulah maka diperlukan upaya mempertahankan keutuhan ekosistem hutan serta melakukan kegiatan penanaman pohon secara besar-besaran. Agenda ini tentu harus didukung oleh semua lapisan masyarakat. Mulai dari <em>stakeholder, </em>tokoh masyarakat, tokoh agama hingga masyarakat <em>grass root </em>harus turut serta mendukung dan melakukan gerakan nyata ini.</p>
<p>Dijelaskan dalam Canopy.org (2006), setiap pohon yang tertanam mempunyai kontribusi yang sangat besar bagi lingkungan dan kehidupan manusia. Satu pohon yang besar mampu menghasilkan persediaan oksigen (O<sub>2</sub>) untuk 4 orang per hari. Jumlah pohon yang tertanam dalam area 4.000 m<sup>2</sup> mampu menyerap karbondioksida (CO<sub>2</sub>) yang dihasilkan oleh kendaraan yang berjalan sejauh 26.000 mil, mampu memindahkan sulfurdioksida (SO<sub>2</sub>) dan nitrogen oksida (NO). Dua senyawa yang terakhir disebutkan adalah komponen utama dari hujan asam dan polusi ozon. Selain itu, pohon diharapkan dapat menurunkan debu dan asap rokok hingga 75 % pada area yang dinaungi pohon, mengurangi panas dan temperatur di wilayah perkotaan sebanyak 9<sup>o</sup>C dimana penguapan dari satu pohon dapat menghasilkan efek pendinginan yang senilai dengan sepuluh alat pendingin yang beroperasi 20 jam sehari.</p>
<p>Lalu pertanyaannya, bagaimana menerapkan gaya hidup sehat dan kesadaran menjaga lingkungan hidup ini pada masyarakat yang sesungguhnya belum paham benar? Atau kepada masyakarat yang sudah paham namun enggan turut serta dalam menyukseskannya? Hal ini dapat dijawab dengan pendekatan berbasis kearifan lokal (<em>local wisdom</em>). Dalam ilmu Sosiologi, masyarakat cenderung akan mengikuti apa yang kita sarankan dengan catatan bahwa kita pun mengikuti tradisi yang menjadi kebiasaan yang dianut daerah tersebut. Maka jika kita menginginkan perubahan di suatu daerah maka kita harus jeli melihat apa yang menjadi kearifan lokal di daerah tersebut. Jika kearifan lokal itu berbasis pada satuan geografis, maka bisa dibayangkan betapa kayanya negeri ini. Sebagai contoh, di Bali, sistem Subak mengajarkan keseimbangan, sehingga alam tetap lestari. Begitu pula di Pandeglang dan Lebak yang terkenal dengan adanya sistem tebang pilih. Di Pandeglang khususnya di daerah Ujung Kulon ada penangkaran hutan lindung untuk melindungi badak bercula satu. Ada pula tradisi kearifan lokal yang ada di sebuah desa yang disebut tradisi <em>“nyengkar”</em> yaitu satu tradisi meneliti lahan ketika hendak membuka lahan hutan atau menanam pohon. Tradisi ini dilakukan untuk mengindari banyaknya gangguan alam. Selain binatang buas dan melata ada juga yang mengenai bencana alam seperti longsor. Secara logika, ini kondisi yang menguntungkan bagi alam karena dapat menyelamatkan alam dari kerusakan yang diakibatkan lading berpindah yang banyak terjadi di dalam masyarakat kita.</p>
<p>Berbekal kearifan lokal inilah, kita akan dapat menekankan terlaksananya program pelestarian lingkungan ini. Karena sesungguhnya inilah kekayaan bangsa kita. Dengan ribuan sumber daya alam yang melimpah serta sumber daya manusia yang memegang tradisi nenek moyang yang justru menyelamatkan alam, ini adalah kekayaan yang tak ternilai. Kekayaan yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi bangsa yang dihormati dan disegani bangsa lain. Kekayaan yang saying jika hanya menjadi tontonan. Kekayaan yang justru dari ini semua bangsa lain dapat menghidupi negaranya, sementara bangsa kita hanya menjadi budak sekaligus penonton yang tidak dapat berbuat banyak. Kekayaan yang justru akan menyelamatkan kita dari bencana kekeringan ketika kemarau atau dari banjir ketika musim penghujan datang. Namun sekali lagi, semua ini butuh perhatian dan dorongan dari semua lapisan masyarakat. Masyarakat yang menginginkan perubahan nyata untuk lingkungan hidup yang lebih baik. Maukah kita menjadi bagian dari generasi pengubah itu?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/117745eva.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/117745eva.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/117745eva.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/117745eva.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/117745eva.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/117745eva.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/117745eva.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/117745eva.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/117745eva.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/117745eva.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/117745eva.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/117745eva.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/117745eva.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/117745eva.wordpress.com/441/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=117745eva.wordpress.com&amp;blog=848506&amp;post=441&amp;subd=117745eva&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://117745eva.wordpress.com/2011/09/26/memupuk-kekayaan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9633a2c7cd60ef3079925afa9ca916e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">117745eva</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lebaran = Idul Fithri?</title>
		<link>http://117745eva.wordpress.com/2011/08/31/lebaran-idul-fithri/</link>
		<comments>http://117745eva.wordpress.com/2011/08/31/lebaran-idul-fithri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Aug 2011 10:58:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imas eva wijayanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://117745eva.wordpress.com/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Idul Fithri itu syariat. Lebaran itu budaya. Perubahan paradigma perlu proses juga. Jika ada yang menyamakan Idul Fithri dengan lebaran, itu salah.&#8220; itu bunyi SMS yang dikirim salah satu rekanku 30 Agustus lalu. lalu? memang benar, sedikit refleksi, utk lebaran tahun ini kita harus banyak berlapang dada sekaligus banyak berpikir&#8230; berlapang dada, karena perbedaan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=117745eva.wordpress.com&amp;blog=848506&amp;post=439&amp;subd=117745eva&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;<em>Idul Fithri itu syariat. Lebaran itu budaya. Perubahan paradigma perlu proses juga. Jika ada yang menyamakan Idul Fithri dengan lebaran, itu salah.</em>&#8220;</p>
<p>itu bunyi SMS yang dikirim salah satu rekanku 30 Agustus lalu.</p>
<p>lalu?</p>
<p>memang benar, sedikit refleksi, utk lebaran tahun ini kita harus banyak berlapang dada sekaligus banyak berpikir&#8230;</p>
<p>berlapang dada, karena perbedaan dan perdebatan sengit para ulama tentang kapan jadinya tanggal 1 Syawwal. masalah yang besar adalah hilal (bulan baru) yang tak terihat sampai 2 derajat. ini membuat banyak perbedaan pendapat. Meskipun ada 2 tempat yang dinyatakan  hilal sudah mencapai 2 derajat namun ditolak pernyataannya karena kurang kuatnya pendapat. Hingga akhirnya malam 29 Agustus ini menjadi perdebatan yang tak terelakkan dan menjadi ajang adu pendapat. jadi ingat salah satu dosenku sampai mengatakan: <em>&#8220;kapan ya ilmu pengetahuan yg jadi jalan penyelesaian antara dua pendekatan: hisab mutlak dan rukyatul hilal</em><br />
<em>Astronomi pernah jadi simbol penguasaan ilmuwan muslim, tapi sekarang lebih hanya berdasarkan keyakinan aliran <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> &#8220;</em></p>
<p>lalu beliau menambahkan<em>: &#8220;Yang saya maksudkan dengan menggunakan ilmu pengetahuan, ya tercakup di dalamnya kesungguhan ulil amri buat ngurusi ummat yg mengambil 2 pendekatan berbeda tsb. Kenyataan bahwa tersedia sumber2 daya astronomi, ilmu falak berikut para pakarn&#8230;ya, ditambah dengan para ulama, rasa2nya sulit menerima kalo urusan yg sebetulnya &#8216;sunnat&#8217; ini malah selalu jadi bahan pertentangan di kalangan ummat, seolah menjadi tontonan gamblang bahwa ummat Islam itu tdk lagi memegang ilmu pengetahuan sbg wasilah dalam mengembangkan hidup dan kehidupan yg lebih berperadaban lagi, sebagaimana dulu dicontohkan para ilmuwan muslim. Diakui atau tidak diakui, yg sekarang mengedepan secara real adalah keyakinan aliran saja. Persoalan menetapkan kapan ramadhan, kapan syawwal dll adalah terkait erat dengan &#8216;mekanika benda2 langit&#8217;, terutama matahari dan bulan, yg ini sdh banyak khasanah ilmunya sehingga seharusnya bisa menjadi rujukan utama dalam menyelesaikan perselisihan yang klasik itu, yg sebetulnya terus saja menjadi bahan tertawaan dunia&#8230;Ummat Islam menentukan hilal aja gak bisa, apa kata dunia ? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> &#8220;</em></p>
<p>ah, umat Islam memang tengah diuji&#8230;.selain sikap toleransi yang diuji ini, kita juga harus banyak berpikir betapa banyak hikmah yang bisa kita ambil dari sekeliling kita. Sesungguhnya Idul Fithri mengajarkan kita kepada ketawadhu&#8217;an, bukan untuk melepas beban yang selama 1 bulan Ramadhan ini dirasakan. Idul Fithri mengajarkan kepada kita untuk kembali ke fithrah (asal) manusia. kembali kepada Fithrah bukan berarti kita terlepas dari semua dosa sehingga kita khawatir ibadah kita tak diterima (khauf), tapi kita harus selalu berharap bahwa dosa kita diampuni, sehingga timbul harapan (raja&#8217;)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/117745eva.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/117745eva.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/117745eva.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/117745eva.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/117745eva.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/117745eva.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/117745eva.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/117745eva.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/117745eva.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/117745eva.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/117745eva.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/117745eva.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/117745eva.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/117745eva.wordpress.com/439/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=117745eva.wordpress.com&amp;blog=848506&amp;post=439&amp;subd=117745eva&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://117745eva.wordpress.com/2011/08/31/lebaran-idul-fithri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9633a2c7cd60ef3079925afa9ca916e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">117745eva</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyoal Kemerdekaan Indonesia</title>
		<link>http://117745eva.wordpress.com/2011/08/16/menyoal-kemerdekaan-indonesia/</link>
		<comments>http://117745eva.wordpress.com/2011/08/16/menyoal-kemerdekaan-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 10:00:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imas eva wijayanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulis Iseng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://117745eva.wordpress.com/?p=432</guid>
		<description><![CDATA[Kemerdekaan berasal dari kata merdeka yang menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia – red) bermakna bebas (dari penghambaan, penjajahan dsb); berdiri sendiri; tidak terkena atau lepas dari tuntutan; tidak terikat, tidak tergantung pada orang lain atau pihak tertentu. Sedangkan kemerdekaan bermakna keadaan (hal) berdiri sendiri (bebas, lepas, tidak terjajah lagi dsb). Maka berbekal definisi itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=117745eva.wordpress.com&amp;blog=848506&amp;post=432&amp;subd=117745eva&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemerdekaan berasal dari kata merdeka yang menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia – red) bermakna bebas (dari penghambaan, penjajahan dsb); berdiri sendiri; tidak terkena atau lepas dari tuntutan; tidak terikat, tidak tergantung pada orang lain atau pihak tertentu. Sedangkan kemerdekaan bermakna keadaan (hal) berdiri sendiri (bebas, lepas, tidak terjajah lagi dsb). Maka berbekal definisi itu sekaligus melihat momentum saat ini, apakah Indonesia dapat disebut sebagai negara merdeka? Secara tertulis dan pemikiran, negara kita ini sudah merdeka karena sudah memenuhi berbagai persyaratan negara yaitu: memiliki wilayah untuk ditempati, memiliki rakyat, memiliki pemerintahan yang berdaulat serta adanya pengakuan dari negara lain. Dan jika diartikan dari segi kualitas dan kehidupan rakyat yang ada di Indonesia ini, sebenarnya Indonesia ini belum merdeka. Mengapa? Karena banyak sekali alasan tentang ketidakmerdekaan Indonesia ini. Negara dapat disebut merdeka jika semua rakyat yang berada di negara tersebut terjamin dalam kehidupannya. Negara kita belum merdeka juga karena masih belum terbukanya di dalam sistem pemerintahan kepada rakyat. Satu lagi alasan negara kita belum merdeka karena masih banyak wakil-wakil rakyat yang hanya memihak kepada organisasinya sendiri atau hanya kalangannya sendiri. Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada alinea keempat yang menyatakan bahwa: “…dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa…” Pun dalam Pancasila sila ke lima yang berbunyi: “mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.&#8221; Dari kedua landasan filosofis dan landasan idiil Indonesia ini berarti sesungguhnya sejak awal proklamasi kemerdekaan, negara telah bertekad untuk menjamin kehidupan rakyatnya dalam berbagai bidang, baik sosial, ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Namun pada kenyataannya bagaimana? Menurut catatan BPS bahwa pada tahun 2004 jumlah penduduk miskin 16,66 % atau sekitar 30 juta jiwa. Pada tahun 2005, angka kemiskinan berkurang menjadi 16 % dari total jumlah penduduk Indonesia. Namun pada 2007 seiring dengan naiknya harga minyak dunia, jumlah penduduk miskin di Indonesia melonjak menjadi 39 juta orang, jumlah penduduk miskin mencapai 17,75 %. Sementara pada tahun 2010, persentase jumlah penduduk miskin berkurang jadi 13,33 % saja atau sekitar 31 juta jiwa. Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan sensus 2009 sebanyak 237 juta jiwa. Meski pemerintah menunjukkan prestasi yang cukup signifikan, namun hal ini ironis dengan kondisi Indonesia yang luar biasa melimpah sumber daya alamnya. Masih segar dalam ingatan kita di tahun 2009 lalu bagaimana mengenaskannya kematian 92 orang di Yahukimo, Papua. Padahal kita mengetahui betapa kayanya Papua dengan PT Freeport yang bukan hanya menghasilkan tembaga sebenarnya, tapi juga emas dan peraknya. Ini menunjukkan betapa kurang tanggapnya negara terhadap kesulitan warganya. Seakan negara menutup mata dan telinga atas semua kasus ini sehingga entah bagaimana akhir kasus ini sekarang. Negara kita belum merdeka, indikator lain adalah juga karena masih belum terbukanya di dalam sistem pemerintahan kepada rakyat. Transparansi APBN masih merupakan hal yang paling mustahil diketahui rakyatnya sendiri. Seakan masyarakat bukan pihak yang perlu tahu kemana dana-dana yang berasal dari berbagai pajak itu lenyap namun tak bersisa dan tak meninggalkan pembangunan yang nyata. Alokasi 20 % APBN sebagai dana pendidikan masih menjadi cita-cita yang entah kapan akan terwujud, karena dalam kenyataannya akses pendidikan masih sulit digapai masyarakat menengah ke bawah. Namun patut kita apresiasi putra putri terbaik bangsa ini yang sering mewakili Indonesia ke ajang internasional dalam berbagai event dan lomba. Ini membuktikan bahwa putra putri terbaik kita memberikan secercah harapan bahwa dengan prestasinya. Mengutip pidato presiden ketika peringatan hari teknologi nasional, 11 Agustus lalu yang menyatakan bahwa di tahun 2030 Indonesia akan mencapai peringkat kelima dunia dalam bidang teknologi setelah Cina, Amerika, India dan Korea. Ini bukan hal yang mustahil karena sesungguhnya sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia sesungguhnya kita sudah siap dengan semua ini hanya tinggal daya dukung dari semua kalangan. Namun, sebelum mengangankan itu semua (meski mari kita berharap bahwa ini akan benar-benar terjadi) renungkan satu pertanyaan ini: bagaimana kita bisa mencapai peringkat kelima jika pemimpinnya masih sulit memimpin? Dan hakikatnya pemimpin adalah representasi dari rakyat yang dipimpinnya. Jika pemimpin-pemimpin Indonesia masih banyak yang melakukan korupsi, sesungguhnya itulah refleksi dari rakyat Indonesia saat ini. Meskipun tentu yang dikorupsikan bukan hanya uang tunai saja. Karakter pemimpin yang paling penting adalah melayani masyarakat, menjadi pedoman dan teladan bagi rakyat yang dipimpinnya. Coba tengok Perdana Menteri Irak yang begitu dicintai rakyatnya. Erbakan dicintai rakyatnya karena melayani masyarakatnya dengan sepenuh hati dan kemanfaatan yang dirasakan masyarakat sehingga terbentuk jaringan yang kuat. Yang kita butuhkan berikutnya adalah bagaimana pemimpin itu menjadi value edit, pengatur nilai citra kebaikan. Sehingga meski masyarakatnya amoral, maka dia menjadi nilai pembaik di dalam masyarakat. Satu lagi alasan negara kita belum merdeka karena masih banyak wakil-wakil rakyat yang hanya memihak kepada organisasinya sendiri atau hanya kalangannya sendiri. Terkadang, imbas dari keberpihakan ini menimbulkan efek timpang terhadap masyarakat. Masyarakat akhirnya krisis kepercayaan kepada pemerintah. Sehingga ketika negara asing membawa iming-iming yang menggiurkan, tak sedikit masyarakat kita ikut terbawa. Ini menyebabkan seakan Indonesia sudah seperti tidak punya kedaulatan. Kedaulatan telah digadaikan seperti barang murah demi mendapatkan prestise dunia. Idealisme yang dibangun para pahlawan, hilang dalam hitungan tahun yang tak terlalu lama. Negara asing telah banyak merongrong kebijakan internal negara. Kalau sudah begini, masih bisakah bahwa Indonesia telah benar-benar merdeka?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/117745eva.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/117745eva.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/117745eva.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/117745eva.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/117745eva.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/117745eva.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/117745eva.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/117745eva.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/117745eva.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/117745eva.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/117745eva.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/117745eva.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/117745eva.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/117745eva.wordpress.com/432/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=117745eva.wordpress.com&amp;blog=848506&amp;post=432&amp;subd=117745eva&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://117745eva.wordpress.com/2011/08/16/menyoal-kemerdekaan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9633a2c7cd60ef3079925afa9ca916e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">117745eva</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
